Ch. 16 | Histeris

3.4K 217 24
                                        

Cahaya itupun tiba tepat didepan Alvian. Dia tidak bisa melihat orang yang ada didepannya namun Alvian sudah pasrah.

Senter itu terjatuh, Alvian sama sekali tidak bisa melihat sosok yang ada didepannya. Tiba-tiba sepasang tangan yang bergetar hebat memegang kaki Alvian.

" Hiks.. hiks.. ". Tangis seseorang yang jatuh tersungkur dan bersujud dikaki Alvian dengan tubuh gemetaran.dari postur tubuhnya Alvian tau itu seorang laki-laki.

" Arghhh... Akh... Hiks... ". Laki-laki itu histeris memeluk kedua kaki Alvian. Dari suaranya Alvian pun tau kalau itu adalah black.

Black menangis sejadi-jadinya, hatinya hancur melihat Alvian terluka dan bersembunyi ditempat yang sangat gelap.

" Aarghh...Hikss... ". Kepalan tangan black terus menghantam tanah dan tangisannya terdengar sampai keluar gang.

" Black... Black... Cukup jangan menangis ". Alvian menarik tubuh black kedalam pelukannya. Dapat ia rasakan detak jantung dan tubuh gemetar black sangat kacau.

" Hikss.. apa yang terjadi? Kenapa kamu disini bara? A-apa.. ke-kenapa dengan wajah muu... Hiks.. ". Black menatap pilu wajah Alvian.

Alvian memeluk erat dan mengusap-usap punggung black," Jangan menangis... Aku baik-baik saja. Tolong hentikan tangisanmu black, aku mohon... ".

" Arghhh... Baraa...Hikss, siapa yang melakukan ini? Siapa? Katakan aku akan membunuhnya, aku akan menghancurkan kepalanya hiks..". Black menangis sesenggukan.

Alvian pun kembali menangis, bukan menangisi lukanya melainkan tangisan black yang terdengar pilu. Black seperti orang yang kehilangan orang terpenting dalam hidupnya. Tangisnya benar-benar berlebihan.

 Tangisnya benar-benar berlebihan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

" Hikss.. cukup black.. jangan menangis hiks... ". Hidung alvian memerah, matanya mulai bengkak.

Tak lama kemudian tubuh gemetar dalam pelukan Alvian tiba-tiba mendadak diam dan tak bergerak sama sekali. Alvian menopang wajah black yang tak ada pergerakan itu.

" BLACK.. "

Tubuh black tergulai lemas dan jatuh kembali kedalam pelukan Alvian. Black kehilangan kesadarannya karena terlalu emosional.

" Black... Black bangunn.... Hikss... Tolonggg... ". Suara parau Alvian membuat beberapa pemulung datang.

Seorang pria berumur 30 tahun menghampiri mereka di ekori anak kecil berusia 9 tahun.

" Apa yang terjadi? ".

" Tolong, tolong bantu saya membawanya kerumah sakit ". Pinta Alvian sambil berusaha berdiri dan memapah black.

" Gerry panggil taxi ". Ujar anak kecil itu dan berlari keluar dari gang. Sedangkan pria 30 tahun itu mengisyaratkan Alvian untuk membantunya menaikkan tubuh black keatas punggungnya.

Alvian terus menyeka air matanya sambil berjalan tertatih mengikuti pria itu. Setelah berhasil keluar dari gang Eden, sebuah taxi sudah menunggu dan didekatnya Gerry langsung melambaikan tangan.

Pria itu memasukkan black kedalam taxi,  disusul Alvian.

" Terimakasih, saya akan kembali lagi ". Ujar Alvian dan di angguki pria itu. Sedangkan si kecil Gerry sibuk melambaikan tangannya.

Taxi pun melaju kencang menuju rumah sakit. Didalam mobil Al membersihkan sisa air mata disudut mata black dan merapikan rambutnya.

Garis wajah yang biasanya tegas sekarang terlihat kaku. Alvian semakin sedih melihat pipi Black kotor karena sempat bersujud dikakinya. Alvian mengusap lembut wajah itu menggunakan telapak tangannya.

Beberapa menit kemudian taxi berhenti tepat didepan rumah sakit. Melihat kondisi Alvian yang juga terluka sang supir pun membantu memapah black kedalam rumah sakit.

Belum sempat meminta bantuan para suster sudah berlarian membantu mereka. Black pun dibawa menggunakan brankar kedalam UGD sedangkan Alvian dibawa ke ruangan untuk di obati.

" Tolong jaga temanku ". Ujar Alvian.

" Tenang saja, teman anda pasti baik-baik saja ".

" Bisakah dokter memberikan ku bius? Sepertinya seluruh tubuhku hancur, aku tidak ingin melihatnya ".

" Baiklah, saya akan membius dan mengobati semua luka mu ".

Dokter Arkan menyuntik Alvian dengan bius.para perawatan mulai membersihkan luka diwajahnya.

Setelah Alvian tertidur dokter Arkan pun mengobati luka yang ada di tubuh bagian belakangnya.

Setelah suster membuka pakaian Alvian, mereka sangat terkejut melihat luka-luka aneh di tubuhnya. Jelas seperti luka karena penyiksaan.

" Apakah dia dicambuk? ". Ujar salah satu perawat.

" Memangnya masih ada orang yang menggunakan cambuk zaman sekarang? Kalau ada kenapa dia bisa dicambuk separah ini? Apakah dia mengikuti aliran sesat? ". Sambung yang lain.

" Sstt.. Kalian bekerja saja tidak usah kepo dengan kehidupan orang lain ". Ujar dokter Arkan, Sontak para perawat pun kembali bekerja.

Alvian pun ditangani oleh dokter begitu juga dengan black.

Alvian pun ditangani oleh dokter begitu juga dengan black

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Baby by me [BL]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang