Ch. 9 | BDSM?

3.7K 233 9
                                        

Tubuh Alvian berputar diatas kasur seperti jarum jam. Dia tidak bisa tidur memikirkan setiap ucapan black dan ciuman brutal itu.

Jam sudah menunjukkan pukul 03.00. Namun, Alvian masih terjaga dan matanya sama sekali tidak mengantuk.

Tangannya menyentuh lembut bibir bawahnya yang bengkak.

Bisa-bisanya dia berciuman seperti itu. Dia pikir bibirku makanan apa? Pasti dia sudah mencium banyak orang. Dari caranya berciuman sudah jelas dia sudah berpengalaman.

___

Kicauan burung terdengar nyaring, matahari bersinar menelusup masuk lewat jendela kamar Alvian.

Dengan gerak malas Alvian beranjak dari ranjang dan merapikan selimutnya. matanya sedikit bengkak karena begadang terlalu lama. Bibirnya sedikit membiru akibat ulah black.

Hoamm... Minggu depan aku mulai bekerja. pasti susah bertemu dengan white. Sebelum waktu itu datang kami harus lebih sering menghabiskan waktu bersama.

Alvian masuk kedalam kamar mandi dan membersihkan tubuhnya.

Beberapa Minggu yang lalu dia melamar pekerjaan di sebuah perusahaan dan lamarannya baru saja di terima.

Walaupun hanya sendirian tapi Alvian tidak keberatan. Baginya hidup sendiri lebih nyaman dari pada bersama ayahnya yang selalu mengatur kehidupannya.

Setelah mandi dan bersiap-siap Alvian mengambil tas dan keluar karena white sudah menunggunya didepan rumah.

Setelah mandi dan bersiap-siap Alvian mengambil tas dan keluar karena white sudah menunggunya didepan rumah

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Siapa yang tidak terpikat dengan wajah tampannya. Terlihat tenang dan menggemaskan.

Dari dalam mobil white tersenyum manis melihat Alvian yang berjalan menghampiri mobil.

" Kamu membuatku terpukau Al, wajahmu tidak berubah dari dulu selalu lucu dan tampan ". Ujar white sembari memasang sabuk pengaman Alvian.

Alvian tersenyum tipis dan tanpa aba-aba mengecup pipi white.

" Muach ".

Sontak white terkejut dan terdiam. Bola matanya melebar dan dengan sigap menoleh. " Al? ".

" Bukankah pasangan memberikan kiss morning untuk kekasihnya? ".

Sudut bibir white tersenyum tipis dan menyalakan mobil tanpa menyambung perkataan Alvian.

Selama perjalanan hanya ada keheningan, raut wajah white datar tanpa ekspresi membuat Alvian tidak berani mengajaknya berbicara.

Alvian bingung dengan ekspresi wajah white yang terlihat sangat asing dan tidak nyaman. alhasil Alvian hanya menatap kaca mobil.

Apa yang terjadi? Kenapa dia terlihat aneh..

Setelah beberapa menit perjalanan. White menghentikan mobilnya disebuah rumah yang sangat mewah berwarna gelap.

Baby by me [BL]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang