Part:4

15.6K 1.6K 40
                                        

Vote and comment juseyo...
....

Louis memutar matanya malas, melihat Xavier yang heboh sendiri mencari pakaian untuknya, hanya karena melihat dirinya memakai kemeja putih dan celana hitam panjang seperti penampilan yang digunakan seperti hari-hari sebelumnya.

"Setidaknya pakailah ini pangeran, anda harus berpakaian lebih baik, karena ini pertama kalinya anda akan memasuki istana utama"

"Ingat penampilan itu hal yang penting" ujar Xavier dengan sungguh-sungguh memberikan sepasang pakaian yang terlihat lebih formal, seperti pakaian kerajaan.

Dan Louis yakin ini baju kerajaan satu-satunya milik Louis tahun ini. Mengingat Louis tidak pernah menghadiri acara kerajaan atau acara formal, jadi dirinya tidak memiliki banyak baju kerajaan selain baju santai miliknya.

Itupun memang di persiapkan setahun sekali, hanya sebagai jaga-jaga kalau memang dibutuhkan.

"Percuma kalau penampilan menarik, kalau kedatangan ku saja seperti seorang penjahat" ujar Louis menatap rantai borgol yang berada di atas kasurnya, dan hal itu di sadari oleh Xavier yang paham maksud perkataan pangerannya itu.

Benar, dia melupakan hal itu, karena merasa senang undangan kunjungan Louis di terima oleh kaisar. Dan ketika mengingat hal tersebut kembali, Xavier jadi membayangkan bagaimana perkataan orang-orang di istana utama nantinya kalau Louis datang dengan borgol rantai ditangannya.

"Apa hari ini tidak perlu dipasang saja rantai itu pangeran, apa anda bisa bisa menahan kekuatan anda lebih lama?" Tanya Xavier membuat Louis diam sejenak, sebelum akhirnya dirinya menampilkan senyuman tipis.

"Pakai saja, kalau kaisar tau aku melanggar ucapannya, bisa saja kita langsung diusir dari istana utama, atau bahkan mungkin saya mendapatkan hukuman yang lebih berat lagi" ucap Louis menggulung lengan bajunya sedikit ke atas.

Dan menggunakan rantai tersebut dengan sendirinya.

Xavier hanya diam memperhatikan, merasa kasihan melihat hal tersebut. Dia hanya tidak bisa menbayangkan kalau Louis akan bersabar menerima cacian untuknya nantinya.

"Ayo berangkat" ucap Louis menyadarkan Xavier dari lamunannya.

"Tunggu pangeran" ujar Xavier dan kembali mengambil sesuatu di lemari milik Louis.

"Setidaknya pakailah ini" ujar Xavier dengan membawa sebuah jubah. Louis melihat itu tersenyum kecil dan mengangguk.

Kemudian mengambil jubah tersebut dan memakainya, sehingga menutupi seturuh bagian tubuhnya, kecuali bagian kepala yang tidak ditutupi.

"Kita bisa pergi sekarang?" Ujar Louis dan diangguki oleh Xavier yang merasa senang dan lega.

Karena kedua tangan Louis yang terikat rantai borgol tidak terlihat karena tertutupi oleh jubah itu. Setidaknya menurutnya hal ini lebih baik, dan omongan tentang Louis bisa sedikit berkurang nantinya.

Xavier mengikuti langkah Louis dari belakang, menatap punggung rapuh itu dengan tatapan sendu, berbeda dengan Louis yang menampilkan ekspresi biasa saja.

"Semoga semuanya nanti baik-baik saja" batin Xavier berharap.

Sehingga setelah beberapa menit berjalan dari wiliyah belakang istana, hingga kini Louis dan Xavier berada di depan istana utama.

"Sial, jaraknya ternyata lebih jauh dari yang gue kira" batin Louis atau lebih tepatnya Aslan menggerutu karena harus berjalan sejauh ini.

"Selamat datang yang mulia pangeran" uajr Charless dan beberapa pelayan menunduk hormat menyambut kedatangan Louis dan Xavier.

Become a Cursed PrinceTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang