Part:18

8K 936 50
                                        

Vote and comment juseyo...

...



Menulikan telinga dan bersikap seakan semua baik-baik saja, ternyata bukanlah hal yang buruk.

Seperti biasa, perjalanan Louis menyusuri istana tak pernah luput dari pandangan pelayan dan pekerja di istana. Karena nyatanya, walaupun sudah lebih satu bulan lamanya Louis tinggal di istana utama ini, masih banyak perbincangan yang tidak mengenakkan tentangnya.

Tapi lagi-lagi Louis merasa hanya perlu diam, selama mereka tidak melewati batasnya. Yang terpenting sekarang, dia harus melangkah cepat menuju taman, di mana adik kesayangannya, Flynn telah menunggunya.

Entah kenapa, walaupun dia tau kalau Flynn tidak punya hubungan apapun dengannya, kecuali Louis asli. Tapi dirinya yang sekarang, benar-benar merasa nyaman dan tenang ketika bersama Flynn. Seakan rasa sayang yang Louis rasakan pada Flynn yang ada di novel benar-benar dia rasakan saat ini.

"Entah ini memang perasaan Louis asli atau apa, tapi rasanya gue nggak pengen lihat dia menangis"

"Gue selalu ingin melindunginya, dan memastikan dia aman dan bahagia" batin Louis tersenyum tipis melihat Flynn yang duduk bersandar di batang pohon, ambil membaca sebuah buku cerita.

Jangan lupakan kekehan kecilnya, yang seakan terasa candu untuk Louis.

"Kamu sedang membaca apa? Sepertinya seru" ujar Louis dengan senyuman kecilnya.

"Kakak! Kakak mengagetkan ku" kaget Flynn menatap horor Louis yang tiba-tiba sudah berada dihadapannya. Louis hanya tertawa kecil dan mengacak-acak rambut Flynn.

Sedangkan Flynn berdengus kecil dan tidak mempermasalahkan hal tersebut. Bahkan saat ini dia dengan nyaman rebahan di tiker yang disediakan, dengan paha Louis sebagai bantalannya.

Sedangkan Louis juga tidak mempermasalahkan hal tersebut, karena memang akhir-akhir ini hubungan mereka sangat dekat, dan tidak canggung, walaupun mereka berdua saudara beda ibu.

Sangat berbeda dengan kedua saudaranya yang lain, William dan Naveen.

William. Walaupun pangeran mahkota itu terang-terangan menunjukkan perubahan sikap pada Louis, tapi entah kenapa Louis masih belum bisa bersikap santai padanya. Apalagi dengan Naveen yang memang jarang bertemu dengannya. Terakhir, setelah dia diminta untuk menangani monster oleu Kaisar sekitar 2 minggu lalu, sampai sekarang, Louis belum melihat keberadaan pangeran kedua itu di istana.

Padahal, dari cerita Flynn, Naveen sudah kembali bersama William. Dan itu artinya tugas mereka sukses kan? Apa dia baik-baik saja?

Louis menggelengkan kepalanya, karena tiba-tiba saja memikirkan saudaranya itu. Lebih baik sekarang dia fokus pada adiknya, yang sejak tadi masih tampak asyik dengan bacaannya.

"Sepertinya ceritanya menarik, sampai kakak diabaikan di sini" ujar Louis sedikit dingin, tentu saja hanya bercanda. Tapi hasilnya, hal itu mampu membuat Flynn langsung duduk dan menutup bukunya.

"Hehe maaf kak, habisnya ceritanya menyenangkan. Aku baru saja melihatnya di perpustakaan tadi waktu belajar" jelas Flynn dengan cengirannya. Louis hanya tersenyum kecil dan mengelus rambut Flynn kembali.

"Benarkah?" Tanya Louis dan diangguki oleh Flynn.

"Benar. Sangat-sangat menyenangkan kak. Ceritanya tentang anak yang memiliki monster ditubuhnya, yang membuat banyak warga desa takut padanya. Tapi anak tersebut tidak pernah putus asa, dia malah menjadi anak yang menyenangkan, dan punya banyak teman yang membantunya. Walaupun dengan dengan sikap konyol dan cerobohnya itu"

"Dia tidak pernah menyerah, bahkan menjadi semakin kuat untuk membuktikan kalau dia bukanlah seorang monster, sampai orang-orang mengakuinya" jelas Flynn bersemangat menceritakannya.

Become a Cursed PrinceTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang