Vote and comment juseyo...
.......
Pyur
Brak
Louis mengusap keringat di dahinya, seraya tersenyum puas melihat pisau yang sudah dia aliri mananya berhasil membelah bebatuan yamg tidak jauh berada di depannya.
"Akhirnya kau berhasil" Louis menatap ke arah belakang, di mana Naveen melangkah menghampirinya.
"Iya, semua ini berkat latihan dengan kau selama beberapa bulan ini" Louis tersenyum tipis mengelap keringat di dahinya menggunakan sapu tangan yang diberikan Naveen padanya.
Tidak terasa sudah beberapa bulanpun berlalu, Louis berlatih begitu keras bersama Naveen. Dan tidak hanya itu, banyak penghuni istana yang mulai berpihak padanya, ketika menyadari Louis tidaklah berbahaya seperti yang mereka dengar. Bahkan Louis sudah mulai membuka dirinya dan mulai akrab dengan para penghuni istana itu.
Walaupun tidak keseluruhan, tapi setidaknya, Louis tidak perlu lagi mendengarkan perkataan jelek padanya. Apalagi hubungannya dengan keluarganya semakin dekat.
Louis tersenyum tipis, ketika mengingat beberapa bulan lalu, saat Louis melangkah menuju ruang kerja Kaisar bersama Xavier. Masih banyak yang berbicara buruk tentangnya. Louis berusaha abai, namun tetap saja dia merasa sakit hati dan juga sedih.
Naveen yang ternyata berada tidak jauh darinya, membawa Louis berlatih dengan keras. Walaupun, kesannya memaksa dan juga kasar, tapi ternyata cara Naveen berhasil mengalihkan pikirannya. Walaupun, pada akhirnya Louis dimarahi oleh Kaisar karena terlambat menemuinya.
Setelah memberikan sedikit penjelasan, akhirnya Kaisar memaafkannya dan membicarakan sesuatu bersama.
Tidak banyak yang Louis bahas bersama Kaisar saat itu. Hanya tentang Pavilium tempat tinggallnya yang sudah selesai di renovasi. Louis pikir, dia akan kembali diasingkan ke Pavilium belakang itu. Tapi ternyata Kaisar memberinya pilihan, untuk tetap berada di istana utama, atau kembali ke Pavilium belakang istana tersebut.
"Ini pilihanmu. Kalau kau ingin suasana tenang, kau bisa kembali ke Pavilium itu"
"Aku bisa meminta seseorang mengawasimu, dan memperhatikan kerja kristal yang ada di lehermu itu. Karena sejujurnya, itu masih tahap percobaan. Kita tidak ingin terjadi sesuatu, kalau ternyata kristal itu gagal mengontrol kekuatan ditubuh mu" penjelasan Kaisar, langsung dimengerti oleh Louis.
Yang artinya Kaisar sebenarnya merasa berat membiarkan Louis kembali ke Pavilium belakang tersebut. Ayahnya itu, sedari dulu memang seperti itu. Dia sangat perhatian dengan caranya sendiri, dan Louis baru menyadarinya akhir-akhir ini.
Posisi Gerald yang serba salah antara sebagai pemimpin dan seorang ayah, terkadang membuat Gerald melontarkan perkataan menyakitkan pada Louis. Tapi Louis sadar, selama itu untuk kebaikannya.
Dan Louis tidak membencinya.
Apalagi waktu itu William pernah bercerita, kalau Gerald pernah tidak beristirahat hanya untuk mencari cara mengontrol kekuatan Louis tanpa menggunakan rantai pengekang itu, disaat Louis sudah merasa tidak nyaman.
Sampai akhirnya mereka menemukan kristal suci ini. Bahkan Gerald meminta bawahannya untuk menemukan keberadaan kristal suci ini di seluruh negeri.
Louis merasa terharu saat mendengar hal tersebut. Makanya, tanpa pikir panjang, Louis memilih berada di dalam istana, supaya Gerald lebih mudah mengawasinya. Dia tidak ingin merepotkan ayahnya itu lagi.
Untuk omongan orang-orang itu, Louis mengatasinya dengan berlatih bersama Naveen. Dan itu berhasil.
Louis juga sudah merasa nyaman berada di istana ini. Louis berharap, dia bisa menjadi semakin kuat dan bisa melindungi keluarganya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Become a Cursed Prince
Roman pour AdolescentsMenjadi Pangeran terkutuk dan diasingkan? Memangnya siapa yang ingin menjadi seorang pangeran yang diperlakukan seperti seorang tahanan dan seseorang yang harus dihindari di kerajaannya sendiri? Dianggap malapetaka, diasingkan dari dunia luar. Bahka...
