Vote and comment juseyo...
...
Tangan Louis sedari tadi terkepal erat, karena Xavier sedari tadi hanya pasrah dan meminta maaf atas kesalahan yang tidak dia perbuat.
Setelah William, lebih tepatnya pangeran mahkota memanggil Xavier dengan suara lantang, William langsung menjatuhi hukuman begitu saja pada Xavier.
Padahal William sudah mendengarkan penjelasan dari pelayannya itu.
Tapi sepertinya William tidak peduli. Apalagi, karena Louis tadi hampir melukai adek kesayangannya itu.
Tapi kenapa William malah menghukum Xavier?
Yang salah di sini dirinya.
Tidak lebih tepatnya yang salah bisa saja penjaga taman ini. Karena bagimanapun, Kaisar sudah mengizinkannya menggunakan taman ini.
Dan seharusnya para penjaga itu bisa mencegah Flynn masuk dan bertemu dengannya.
"Lepaskan pelayan ku!" Ujar Louis kembali berteriak tanpa arah yang jelas, membuat penjaga yang akan membawa Xavier menerima hukuman menatap William menunggu perintah.
Sedangkan Xavier dibuat terkejut melihat kemarahan dari mata pangerannya itu.
"Setiap yang salah pantas menerima hukumannya" ujar William dengan datar.
"Ini bukan salah Xavier!" Ujar Louis tak kalah tajam.
"Benar, tapi ini semua karena kelalaiannya, aku bertindak karena sadar kondisi kamu saat ini"
"Aku anggap, kamu melakukan itu sebagai bentuk melindungi diri kamu"
"Tapi masalahnya, kamu hampir melukai anggota kerajaan dengan kesengajaan, dan itu merupakan kejahatan yang berat"
"Dan kejadian ini adalah tanggung jawab pelayan kamu"
"Beda cerita kalau kamu dalam keadaan baik-baik saja, mungkin hal ini bisa dianggap rencana pembunuhan"
"Jadi beruntunglah, kalau kamu dalam keadaan buta saat ini" ujar William dengan nada begitu menjengkelkan menurut Louis.
"Dia sedang mengejek gue, sialan?" Tangan Louis kenbali terkepal erat, padahal tadinya dia pikir dia akan tertekan berhadapan dengan William. Tapi ternyata dia bisa menahan dirinya.
"Terus bagaimana dengan penjaga yang ada di taman ini, apa ini juga bukan salah mereka?"
"Apa maksud mu?" Ujar Xavier. Louis menghela nafasnya pelan, dan menampilkan sorot mata lebih tenang.
"Seharian ini aku memiliki hak menggunakan taman ini karena sudah mendapatkan izin dari kaisar, seharusnya mereka sudah mendengar hal ini"
"Tapi kenapa mereka membiarkan pangeran ke empat memasuki taman ini?"
"Dan itu artinya ini semua karena kelalaian mereka, karena membiarkan Pangeran ke empat mendekati bahaya" ujar Louis dengan seringaian kecil.
"Bahaya?" Gumam William tapi masih bisa di dengar oleh Louis. Mungkin karena saat ini dia dalam keadaan buta, membuat indranya yang lain lebih peka dari biasanya.
"Yah bahaya, karena itulah aku.. siapapun yang ada dekat ku bukannya akan mengalami malapetaka, dan mereka tau itu semua" ujar Louis dengan nada tegas, sehingga membuat William terdiam sejenak dan menatap kedua penjaga yang tampak gugup menahan tangan Xavier.
Sedangkan Xavier sedari tadi hanya diam, mendengar setiap perkataan Louis yang seakan membelanya.
"Maafkan kelalaian kami pangeran mahkota" ujar penjaga tersebut membuat Louis tersenyum puas.
KAMU SEDANG MEMBACA
Become a Cursed Prince
Ficção AdolescenteMenjadi Pangeran terkutuk dan diasingkan? Memangnya siapa yang ingin menjadi seorang pangeran yang diperlakukan seperti seorang tahanan dan seseorang yang harus dihindari di kerajaannya sendiri? Dianggap malapetaka, diasingkan dari dunia luar. Bahka...
