Part:25

7.1K 792 19
                                        

Vote and comment juseyo
...

Louis menenangkan dirinya, dengan memejamkan mata, dia menstabilkan mana dalam dirinya. Diliriknya kedua rantai yang mengikat tangannya, dan kembali melirik ke arah sosok iblisnya yang saat ini terlihat prustasi, karena selalu gagal menghancurkan rantai yang membelenggu tangannya, dan malah membuatnya menderita.

"Bagus. Kekuatanku sudah pulih. Hanya dengan sekali hentakan, aku yakin bisa menghancurkan rantai ini dan mengambil kesadaranku kembali" batin Louis masih menatap sosok iblisnya dalam diam.

Sosok dirinya yang berbeda. Sosok yang begitu sombong dan angkuh, tapi terkadang juga terlihat rapuh.

Louis tau. Seperti yang dikatakan oleh sosoknya waktu itu, kalau mereka itu sama. Maka karena itu, Louis menyadari kalau sosoknya itu juga mengalami luka yang sama dengannya. Rasa muak karena selalu dijadikan senjata, dan juga muak akan rasa kesepian.

Mereka hanya berbeda dalam sudut pandang dalam menyelesaikan masalah tersebut.

Ingin rasanya berdamai dengan sosoknya yang lain. Saling mengerti dan ada satu sama lain. Tapi belum sekarang, karena rasa benci yang tersimpan di dalam sosoknya yang lain begitu besar. Louis tidak yakin, bisa mengajaknya berbicara dengan santai dan sosok tersebut dengan senang hati menurutinya.

"Hey. Apa kau bosan terkurung di sini?"

"Apa kau ingin bebas?" Ujar Louis membuat sosok tersebut menghentikan aksinya.

"Apa yang ingin kau bicarakan?" Ujar sosok tersebut dan seketika terkejut ketika melihat Louis sudah terbebas dari rantai yang mengikatnya.

"Ternyata tenagamu, pulih lebih cepat? Apa kau akan menyegelku seperti dulu?" Ujarnya membuat Louis diam. Rencana awalnya memang seperti itu.

Di kehidupan pertamanya, Louis berhasil menyegel sosok iblis dalam dirinya setelah diajari oleh Lucifer, saat dirinya menjadi tahanan di dunia iblis. Karena hal tersebutlah, yang membuat Leviathan marah dan langsung membunuhnya. Karena percaya Louis tidak akan pernah berpihak pada mereka.

Jadi, untuk kembali menyegel sosok iblis dalam dirinya seperti dulu, bukanlah hal yang sulit bagi Louis. Tapi entah kenapa, dirinya sekarang malah ragu untuk melakukannya.

Kalau sosok iblisnya disegel, itu artinya sosoknya benar-benar akan terkurung dan akan sendirian dalam dimensi yang begitu gelap. Dan dia yakin, sosok iblisnya itu tidak ingin mengalami hal yang sama kembali.

"Aku tidak akan mengambil alih kesadaran. Aku ingin lihat, seberapa besar kau berusaha untuk bisa bebas" ujar Louis terdengar seperti ejekan sehingga membuat sosok lainnya menggeram marah.

"Cih jangan berlagak sok keren seperti itu. Cepat segel saja aku. Aku tidak akan melawanmu seperti dulu, karena aku tau, aku tidak akan menang melawanku" ujar Sosok iblis menatap datar Louis.

"Tidak ku sangka kau sampai putus asa seperti itu. Kemana perginya keangkuhan dan sifat sombongmu itu" ujar Louis terkekeh pelan. Sosok itu hanya diam, menghela nafas pelan dan memejamkan matanya.

Melihat hal tersebut. Louis pun diam sejenak dan seketika mengarahkan tangannya pada sosok tersebut.

"Hey Adelar" ujar Louis membuat sosok tersebut membuka matanya. Dan seketika kaget ketika menyadari dirinya masih berada di dalam tubuh Louis, dengan posisi terkurung di jeruji besi.

"Aku terkadang bingung harus memanggilmu seperti apa. Apa aku boleh memanggilmu Adelar?" Ujar Louis tersenyum dan melangkah mendekati sosoknya yang lain.

"Apa yang kau lakukan Louis. Kenapa kau mengurungku di sini? Dan apa-apaan itu, A-adelar? Ujarnya menatap tajam Louis.

"Entahlah. Yang ku tau, aku hanya tidak ingin membiarkanmu sendirian kalau aku menyegelmu kembali ke dimensi itu"

Become a Cursed PrinceTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang