Vote and comment juseyo..
..
Duduk dengan tenang tanpa beban pikiran, dan menikmati sensasi ketenangan alam sangat membantu dalam mengontrol mana miliknya. Terbukti setelah dua bulan lamanya, semua latihan yang dilakukan oleh Louis dapat terbayar.
Dia bahkan bisa menggunakan seluruh mana miliknya dengan terkendali dan bahkan dengan mudah menggabungkannya.
Walaupun awalnya terasa sulit, tapi berkat dukungan dari Flynn dan juga Xavier, Louis jadi tidak mudah menyerah.
Belum lagi, Kaisar dan Putra mahkota yang tidak pernah berhenti melatihnya. Baik dalam penanganan mana miliknya ataupun kekuatan fisiknya.
Walaupun belum sehebat kakak-kakaknya, tapi menurut Louis ini lebih dari cukup. Setidaknya dia tidak perlu lagi terkekang karena rantai mana itu terus- menerus.
Louis membuka matanya, kemudian menghela nafasnya pelan. Menatap ke arah William yang berada tidak jauh darinya. Tatapannya yang selalu datar itu, entah kenapa akhir-akhir ini terlihat berbeda.
Louis sadar, beberapa waktu terakhir ini, William selalu menatapnya seakan ada sesuatu yang dia pikirkan tentang dirinya. Entah apa itu, karena setiap Louis bertanya, jawabannya selalu sama. Tidak ada. Dan itu membuat Louis jadi enggan bertanya kembali.
Walaupun dalam lubuk hatinya, dia juga amat penasaran.
"Apa tidurmu nyenyak malam tadi?" Tanya William membuka pembicaraan dan mendekatinya.
Pertanyaan yang selalu William tanyakan padanya, semenjak William mengetahui mimpi aneh yang pernah dia alami satu bulan yang lalu. Mimpi itu bahkan menghantui Louis selama 3 minggu lamanya. Seakan memaksanya untuk benar-benar mengingat mimpi itu dan tidak melupakannya.
"Semenjak pikiran saya tenang karena latihan ini, saya sudah tidak bermimpi aneh lagi" ujar Louis dan diangguki oleh William. Dapat Louis lihat, kakak pertamanya itu menarik nafas lega, walaupun tidak terlalu tertera.
"Baguslah" ujar William dan kembali menatap Intens ke arah Louis. "Kamu tau kan, perasaan sangat penting dalam pengontrolan mana?"
Louis mengangguk
"Jadi tetap tenang, dan jangan membuang perasaan berlebihan, terlebih amarah mu"
"Untuk saat ini kamu sudah bisa mengendalikan 5 elemen mana yang kamu miliki. Air, Api, Tanah, Petir dan juga angin"
"Kamu bisa melatihnya kembali hingga menjadi kuat" William menarik nafasnya sejenak, dan mengangkat tangannya mengelus lembut rambut Louis. Louis terpaku sejenak menatap mata William, sampai akhirnya dia memalingkan wajahnya dengan ekspresi masam.
Namun entah kenapa, dalam hatinya dia merasa amat senang.
"Aku tau" William tersenyum kecil dan kembali mengelus rambut Louis.
"Tetaplah seperti ini, kakak senang mendengar kamu berbicara tidak terlalu formal seperti ini" Louis tersadar dan hanya berdehem sebagai jawaban, kemudian dia menghindar sehingga jauh dari jangkauan William. Sedangkan William hanya tersenyum tipis melihat hal itu. Dia harap, dia bisa semakin dekat dengan adiknya itu.
"Hmm A-aku ingin berlatih menggunakan senjata" Louis merutuki dirinya sendiri karena merasa bodoh dengan tindakannya sendiri "Sial, kenapa harus gugup segala sih?" Gerutunya, kemudian menatap ke arah William yang tampak ingin tertawa. Sehingga membuat wajah Louis semakin terlihat merah.
"Hmm Senjata?" Tanya William dan diangguki oleh Louis yang masih memalingkan wajahnya.
"Boleh juga, kakak punya guru yang pas untuk itu" ujar William sehingga membuat Louis menatapnya berbinar.
KAMU SEDANG MEMBACA
Become a Cursed Prince
Dla nastolatkówMenjadi Pangeran terkutuk dan diasingkan? Memangnya siapa yang ingin menjadi seorang pangeran yang diperlakukan seperti seorang tahanan dan seseorang yang harus dihindari di kerajaannya sendiri? Dianggap malapetaka, diasingkan dari dunia luar. Bahka...
