Vote and comment juseyo..
...
Louis memusatkan mana nya di telapak kaki, membuat langkahnya menjadi ringan, sehingga dia bisa berlari dengan sangat cepat.
Bruk
Dengan sekali serangan, monster yang akan memakan salah satu prajurit yang terluka parah, terhempas begitu saja. Prajurit lain yang melihat kejadian yang begitu cepat itu terheran, dan semakin kaget ketika melihat keberadaan Louis tak lama setelah itu.
"P-pangeran Louis" ujar salah satu Prajurit terbata. Louis menghiraukannya, membawa Prajurit yang terluka menjauh dan memberikannya pada Prajurit lainnya.
"Bawa dia ke pihak medis. Nyawanya masih bisa diselamatkan" ujar Louis dan diangguki oleh Prajurit tersebut. Walaupun, merasa merasa sedikit ngeri karena keberadaan Louis di sekitar mereka.
"Sial.."
Louis kembali menyerang dengan menggunakan mana petirnya ketika melihat monster tersebut kembali bergerak. Tapi dengan cepat Monster tersebut menghindar, dan berbalik menyerang Louis.
Louis terus menghindari serangan. Matanya fokus mengambil kesempatan untuk menyerang. Dan tak berselang lama ketika dia melihat celah, Louis mengikat kedua kaki monster itu dengan mana miliknya, sehingga membuat Monster itu ambruk seketika.
"Berhenti!" Peringat Louis ketika melihat para Prajurit hendak menyerang.
"Kita harus segera membunuhnya pangeran, sebelum dia melepaskan diri" ujar salah satu Prajurit.
Louis tetap diam, menatap mata merah yang menggeram marah padanya. "Tenanglah, aku akan membebaskanmu" ujar Louis, mengarahkan tangannya pada Monster tersebut, kemudian menyerap mana gelap yang tertanam sehingga membuat Monster itu tenang seketika.
Louis menghela nafas lega dan kemudian melepaskan ikatannya pada kaki monster tersebut, sehingga membuat para Prajurit itu kaget menatapnya.
"Ada apa denganku?" Ujar Monster yang berbentuk Gorila tersebut.
"Kau tadi dalam kendali Iblis. Tapi tak perlu khawatir, kau bebas sekarang" ujar Louis tersenyum kecil, Gorila tersebut menatap Louis dan mengangguk mengerti.
"Terima kasih, aku tidak akan melupakan kebaikan mu" ujar Gorila tersebut dan segera pergi menjauh.
"Pangeran, apa yang kau lakukan? Kau membebaskannya" protes salah satu Prajurit.
"Kita tak perlu membunuhnya, mereka tak bersalah. Mereka hanya dimanfaatkan oleh para iblis untuk menyerang manusia" ujar Louis menatap para prajurit dengan tatapan datar.
"Tugas kalian, cukup membuat mereka tidak bisa bergerak. Setelah itu, serahkan padaku. Katakan pada yang lainnya juga"
"Tapi..."
"Pergilah, sebelum banyak korban yang berjatuhan" ujar Louis dan diangguki mengerti oleh para prajurit tersebut. Setelah para prajurit menjauh, Louis memegang dadanya yang terasa sesak.
"Aghh, sial. Padahal baru dua monster. Tapi rasanya sangat sakit" lirih Louis, memejamkan matanya sejenak untuk meminimalisir rasa sakit di dadanya. Setelah dirasa tenang, Louis melanjutkan perjalanannya, sambil memperhatikan area sekitar, untuk menemukan petunjuk.
Tapi tetap saja, hasilnya nihil. Louis tidak menemukan apapun. Dan selama, perjalanan, Louis juga sudah berhasil membebaskan beberapa monster yang sudah dilumpuhkan oleh para prajurit.
"Louis!" Teriak Naveen panik, ketika melihat Louis hampir terjatuh sambil memegang dadanya.
"Bertahanlah" Naveen mencoba mengeluarkan kekuatan cahayanya, berharap hal tersebut bisa membantu Louis.
KAMU SEDANG MEMBACA
Become a Cursed Prince
Teen FictionMenjadi Pangeran terkutuk dan diasingkan? Memangnya siapa yang ingin menjadi seorang pangeran yang diperlakukan seperti seorang tahanan dan seseorang yang harus dihindari di kerajaannya sendiri? Dianggap malapetaka, diasingkan dari dunia luar. Bahka...
