Part:29

10.7K 797 126
                                        

Vote and comment juseyo...

.....

Louis tersenyum kecil, mengikuti arus pesta debutantenya yang berjalan dengan sangat damai menurutnya. Walaupun sebenarnya dirinya masih merasa bingung, akan respon putra putri bangsawan yang sangat tidak pernah dibayangkan olehnya sebelumnya.

Walaupun tidak keseluruhan, tapi sebagian dari mereka seakan antusias menyambutnya. Menanyakan tentang sisi iblis yang ada didalam dirinya dengan begitu santai, namun tidak meninggalkan kata-kata sopan santun saat berbicara dengannya.

Ini sungguh aneh. Dalam hati, Louis bahkan bertanya pada dirinya sendiri. Apakah mereka memang antusias karena dirinya berbeda dengan orang lain? Menganggap dirinya istimewa karena perbedaan itu? Atau hanya ingin mencari informasi darinya dengan cara mendekatinya seperti ini?

Karena yang sedari tadi mereka tanyakan hanyalah masalah rumor tentang dirinya yang memiliki jiwa sebagin iblis, dan bahkan memintanya untuk menunjukkan sosok iblisnya itu, seakan mereka memang sangat penasaran karena hal itu.

Dan karena tidak ingin membuat keributan di acara itu, akhirnya Louis hanya tersenyum sebagai tanggapan, dan mengatakan kalau dirinya tidak bisa sembarangan membicarakan dan menunjukkan sosok iblisnya itu pada mereka.

Ekspresi mereka tampak kecewa karena hal itu, dan Louispun hanya kembali tersenyum menanggapinya.

"Mereka hanya ingin mencari sebuah cerita untuk dibicarakan pada orang-orang. Bukan berarti mereka memang antusias ingin mengenal ku"

"Kalau kau mengeluarkanku, pasti mereka juga akan ketakutan"  ujar Adelar merasa tidak suka dirinya dijadikan bahan pembicaraan.

Apalagi ketika melihat cara mereka mendekati Louis untuk mencari tau tentangnya. Sungguh membuat Adelar merasa muak.

"Aku tau" gumam Louis menghela nafas pelan dan pamit pada putra-putri bangsawan itu karena ingin mencari keberadaan keluarganya.

"Apa kakak sudah mendapatkan seorang teman?' Ujar Flynn tersenyum ketika Louis sudah berada di dekatnya.

"Mencari teman tidak semudah itu Flynn" ujar Louis dengan kekehan kecilnya.

"Tidak perlu khawatir, sebagai seorang Pangeran memang sulit mencari teman yang benar-benar tulus. Kebanyakan dari mereka mendekati kita hanya untuk pencitraan ataupun mencari muka"

"Itu jugalah alasanku sangat tidak menyukai acara-acara seperti ini, karena harus menghadapi orang-orang seperti itu"

"Kau tau, itu sangat melelahkan" ujar Naveen membuat Louis tertawa pelan menyetujui perkataan saudaranya itu. Bahkan Adelar sedari tadi juga sudah mengeluh bosan, dan meminta Louis untuk pergi saja dari acara ini.

"Tapi kakak menikmati acara ini kan?" Ujar Flynn menatap antusias saudaranya itu.

"Yah. Tidak terlalu buruk. Hanya saja aku sedikit tidak terbiasa menghadapi respon mereka yang berbeda dalam bayanganku"

"Padahal aku sudah menyiapkan diri kalau saja aku akan dihujat dan dicaci oleh mereka" ujar Louis dengan santainya.

"Kakak" ujar Flynn menatap sedih pada Louis, tapi berbeda dengan Naveen yang berdecak kecil mendengar hal itu

"Mereka tidak akan berani mencacimu secara langsung. Apalagi acara tahun ini  khusus disiapkan di istana atas perintah ayah langsung"

"Mereka juga akan berpikir dua kali untuk melakukan hal itu padamu, kalau tidak ingin membuat ayah marah" ujar Naveen menatap Louis.

"Jadi Louis, aku tau kau senang melihat mereka menerimamu. Tapi ku peringatkan kau sebagai saudaramu, jangan mudah terbuai dan bahkan sampai bersikap bodoh karena perlakuan mereka padamu"

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jan 10, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Become a Cursed PrinceTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang