Part:24

6.5K 778 19
                                        

Vote and comment juseyo..
...

AGHHHH

"EGHH, AGHHHHH"

Naveen menatap prihatin dengan keadaan Louis dibalik jeruji besi, tempat Louis berada saat ini. Di sampingnya, juga terdapat Gerald yang juga hanya diam memperhatikan.

Louis benar-benar tampak tersiksa saat ini, bahkan sedari tadi dia terus memegang dadanya sambil berteriak kesakitan.

Belum lagi tatapannya yang menajam dan memerah, seperti binatang buas yang kehilangan arah dan siap memangsa siapapun.

"Ayah, apa kau tidak bisa menahan kekuatannya, seperti waktu itu?" Ujar Naveen pada Gerald.

"Louis saat ini benar-benar kehilangan kendali dirinya. Akan sangat berbahaya bagi kita untuk mendekatinya" jelas Gerald

"Tapi yah. Kita harus tetap mencobanya. Dia benar-benar terlihat tersiksa dan kesakitan"

"Pasti ada alasan bagi Louis, memintamu untuk mengurungnya di sini, tanpa orang lain mendekatinya"

"Jadi saat ini, kita percayakan saja pada Louis. Aku yakin dia bisa mengatasinya" Naveen akhirnya diam. Kembali menatap Louis, yang masih saja menggeram.

Tak berselang lama, mereka dikagetkan dengan perubahan Louis yang tiba-tiba. Dari netra biru gelapnya yang seketika berubah menjadi merah darah, kuku-kukunya yang tiba-tiba memanjang, belum lagi, satu tanduk yang tiba-tiba muncul di kepalanya.

"Louis" lirih Naveen tidak percaya, melihat wujud Louis yang seperti iblis itu.

Tatapan Louis menatap tajam ke arah Naveen, dia bahkan berlari menuju pintu, dan mengeluarkan tangannya dari celah pintu jeruji besi itu seperti ingin menyerang Naveen.

Sehingga membuat Naveen dan Gerald semakin kaget dan refleks mundur ke belakang.

"Eghhhh" Louis terus menjulurkan tangannya, mengarahkan kuku tajamnya di udara, dan berusaha keluar dari penjara tersebut.

"Kendalikan dirimu Louis" ujar Gerald tapi diabaikan oleh Louis, dengan menatap mereka seperti musuh.

"Kau sudah berjanji padaku untuk baik-baik saja. Jadi, jangan hancurkan kepercayaanku padamu Louis"

"Kau pasti bisa mengendalikan dirimu, aku percaya padamu" timpal Naveen memberikan semangat.

"Eghhh"

Louis masih menggeram, tatapannya begitu tajam dan penuh permusuhan. Namun tak berselang lama, dia kembali berteriak kesakitan dan memegang kepalanya sambil menjauh dari pintu.

"Louis!" teriak Naveen kembali mendekat ke pintu. Dapat dilihatnya, Louis yang meringkuk di lantai sambil kedua tangannya mencengkram erat rambutnya.

"Louis" gumam Naveen sendu.

"Aghhhh"

"Pergilah brengsek" ujar Louis terus berusaha melawan dirinya sendiri. Hingga tak berselang lama, netra biru gelap itu kembali membuat Naveen menghela nafas lega.

Tapi tak berselang lama, dirinya dibuat panik ketika Louis kehilangan kesadarannya. Dengan cepat, dia membuka pintu ruangan tersebut dan melangkah mendekati Louis, begitu juga dengan Gerald.

Namun...

Bruk

"Aghh" Naveen terhempas dengan sangat keras akibat dorongan dari Louis.

"Kena kau" ujar Louis menyeringai. Melihat tatapan Louis yang kembali memerah, dengan cepat Gerald menahan gerakan Louis dengan cengkraman mana miliknya.

Become a Cursed PrinceTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang