Part:27

6.4K 686 23
                                        

Vote and comment juseyo..
...

Louis duduk di kasurnya sambil memeluk kedua lututnya. Kepalanya tertunduk, kembali memikirkan kejadian yang terjadi di ruang rapat kerajaan tadi.

Louis benar-benar tak habis pikir, padahal dia sudah menceritakan semuanya pada mereka, tapi kenapa tidak ada seseorangpun yang mempercayainya.

Apakah dirinya benar-benar tidak berguna?

Apakah dirinya akan gagal lagi seperti dikehidupan pertamanya?

Apakah memang tidak ada sesuatupun yang bisa dia lakukan?

Jadi, untuk apa dirinya kembali hidup kalau dia tetap tidak bisa melakukan apapun saat ini?

Louis terjebak dengan pilihan sulit. Dia bisa dikurung atau bahkan mati ditangan kekaisaran kalau dia memberontak. Tapi bagaimana dengan pangeran Lucifer yang sudah percaya padanya?

"Sial" ujar Louis menghela nafas kasar, merebahkan tubuhnya menatap dinding-dinding di penjara tempat biasanya dia dikurung.

Louis memang memilih untuk menurut saat rapat tadi, karena hanya itulah salah satu pilihan Louis saat ini. Dia tidak mungkin membantah dan malah merugikan dirinya sendiri.

Namun, ketika para petinggi meninggalkan Istana, Louis langsung mengajukan protes pada Gerald dan William, tentang mengapa mereka melakukan hal itu padanya.

Menghilangkan suaranya sehingga dia tidak bisa menjelaskan apapun pada para petinggi itu.

Louis merasa tidak adil, dia terus bersikeras kalau dia bisa, dan berakhir membuat William marah dan mengurung Louis dengan rantai pemgekang yang memborgol kedua tangannya lagi.

"Sial, sial" umpat Louis dengan tangan terkepal. Dia benar-benar tidak berdaya.

Flashback...

Louis melihat ke arah beberapa pedang yang saat ini mengarah pada lehernya. Kemudian dia kembali menatap Gerald dan William.

"Jadi apa pilihan mu Louis?" Ujar Gerald dengan tatapan datar.

"Tidakkah anda mau mendengarkan penjelasanku dulu yang mulia?" Ujar Louis menatap datar Gerald.

"Penjelasanmu sudah sangat jelas. Dan satu-satunya menghentikan perang ini memang tidak membiarkanmu pergi ke dunia iblis itu" ujar Gerald dengan tegas.

"Tapi aku sudah..." Louis menatap tajam Gerald dan William, karena lagi-lagi suaranya terasa tercekat dan tidak keluar.

"Perlu kau ketahui, aku tidak mempercayaimu Louis!" Ujar Gerald dengan tegas, membuat mata Louis kembali bergetar.

Rasanya sungguh menyakitkan ketika seseorang tidak mempercayainya. Apakah mereka tidak melihat kesungguhannya selama ini?

Dia berusaha latihan begitu keras, untuk mencapai tujuannya ini? Bukan hanya untuk menepati janji dengan Pangeran Lucifer, tapi Louis benar-benar ingin berguna untuk kekaisaran ini agar semua orang bisa mengakuinya.

Tapi kenapa mereka tidak bisa mendukungnya dan mempercayainya?

"Kami juga tidak mempercayai masalah besar ini padamu Pangeran Louis. Kami tidak ingin apa yang terjadi di masa pemerintahan Kaisar ke-17 terulang lagi. Tidak ada jaminan kau bisa menyelesaikan masalah disana. Dan malah menjadi sekutu mereka" ujar salah satu petinggi, dan diangguki setuju oleh yang lainnya.

Sedangkan tangan Louis semakin terkepal erat, karena suaranya masih belum keluar.

"Untuk sekarang satu-satunya jalan keluar demi keamanan kekaisaran ini memang kau tetap berada di kekaisaran ini" ujar yang lainnya.

Become a Cursed PrinceTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang