Part:20

7.8K 797 16
                                        

Vote and comment juseyo..
...

Tempat yang terlihat begitu asing, di sebuah hutan kelilingi kabut yang begitu tebal, Louis terus melangkah dengan raut wajah bingung yang tertera di wajahnya. 'Dimana dirinya berada?' Itulah yang sedari tadi terus menjadi pertanyaannya.

Langkah demi langkah yang dia lalui, tapi tetap saja dirinya kembali di tempatnya semula.

"Sial, sebenarnya apa yang terjadi?" Monolognya mulai prustasi. Seingatnya terakhir kali, dia berada di dalam kamarnya setelah melakukan makan malam bersama anggota kerajaan.

Tapi begitu dia menutup matanya sebentar hanya untuk menenangkan pikirannya yang seharian ini sedang kacau, dia malah berada di tempat yang tidak dia kenali ini. Sehingga membuatnya semakin merasa pusing.

"Hey... Siapapun itu yang membawaku ke sini. Keluarlah!"

"Aku tidak punya waktu untuk bermain!" Teriak Louis pada akhirnya. Dia yakin bahwa ada seseorang dibalik semua ini. Karena tidak mungkin rasanya kalau ini mimpi, mengingat dia masih bisa merasakan sakit ketika mencubit pipinya sendiri tadinya.

Dan benar saja, tak berselang lama Louis mendengar suara tawa yang sedikit mengerikan. Dia mengambil posisi siaga, sambil pandangannya mengawasi area sekitar. Walaupun terasa percuma, karena yang dia lihat hanyalah kabut tebal yang menutupi pandangannya.

"Siapa kau?" Ujar Louis dengan begitu lantang. Matanya memicing tajam, dengan posisi yang masih siaga siap menyerang, ketika melihat sebuah bayangan yang datang mendekatinya.

"Hahaha, sudah lama tidak bertemu Louis" Bola mata Louis seketika membulat ketika melihat sosok pria di hadapannya. Wajahnya terbilang tampan dengan badan atletis. Tapi yang membuat Louis kaget, terdapat 2 tanduk di kepalanya..

"I-iblis" lirih Louis menatap tak percaya makhluk di hadapannya, yang bahkan saat ini tersenyum lembut padanya.

"K-kenapa ada iblis di sini?" Louis melompat ke belakang, membentangkan jarak antaranya dengan iblis tersebut.

"Hey, kau juga seorang iblis. Yahh walaupun cuma setengah dari dirimu. Tapi tetap saja kita sama" ujarnya dengan cengirannya.

"Aku tidak sama denganmu!" Teriak Louis. "Kau tau, karena kalian inilah, hidupku menderita. Dijauhkan oleh orang-orang seperti malapetaka, padahal aku tidak pernah berniat menyakiti mereka"

"Tapi hanya karena aku berbeda. Hanya karena aku memiliki darah iblis, mereka menjauhiku, memperlakukan aku seperti sebuah wabah yang harus dihindari"

"Aku benci iblis!" Mata Louis memerah menahan amarah. Entah kenapa, perasaannya saat ini terasa begitu sakit. Padahal baru beberapa bulan lamanya, dia menjalani hidup sebagai Louis.

Tapi kenapa dirinya sangat emosional seperti ini?

Pria dihadapan Louis tersenyum kecil. Dia mendekati Louis dan mengelus rambut Louis dengan lembut. Membuat Louis mengangkat wajahnya, dan menampilkan ekspresi kaget karena tindakan pria tersebut.

"Aku tau. Maafkan aku" ujarnya penuh sesal.

"Apa maksudmu, kenapa kau meminta maaf?" Louis benar-benar tidak habis pikir saat ini. Seorang Iblis meminta maaf padanya? Bukannya Iblis itu makhluk sombong, tamak dan merasa paling tinggi?

Tapi kenapa iblis di hadapannya ini berbeda? Dia bahkan sedari tadi berbicara santai padanya, seakan dia sudah benar-benar mengenalnya.

"Ini salahku. Aku tau apa yang kau rasakan, bahkan keturunan lain selain dirimu"

"Aku benar-benar meminta maaf, karena sudah menyulitkan kalian"

Louis benar-benar tidak paham. Tapi yang Louis tau, ekspresi iblis tersebut tidaklah bohong. Dia benar-benar terlihat menyesal akan sesuatu.

Become a Cursed PrinceTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang