Vote and comment juseyo
.....
Seminggu waktu berlalu dan itu terasa begitu lama bagi Louis. Itu disebabkan karena tidak banyak aktifitas yang bisa dia lakukan untuk menemani waktu luangnya di istana ini.
Bagaimana tidak, itu salahnya sendiri karena semenjak dia ditempatkan di Istana utama itu, Louis tidak pernah melangkah keluar dari kamar itu sedikitpun.
Bahkan disaat seseorang memanggilnya untuk melakukan makan malam bersama Kaisar dan yang lainnya, Louis dengan sopan menolak. Sehingga orang-orang mengira kalau dirinya malu keluar karena rantai ditangannya itu..
Sedangkan yang ada dipikiran Louis sendiri. Dirinya hanya ingin hidup tenang dan nyaman. Dan kalau dirinya keluar dari kamarnya ini, pasti dia hanya akan mendengarkan perkataan merepotkan nantinya.
Anggota kerajaan juga tidak seorangpun datang menghampirinya setelah dirinya berada disini. Terakhir hanya William. Dan setelah seminggu ini, dia juga tak datang menemuinya lagi.
"Vier, berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan sebuah bangunan?" Ujar Louis dengan memangku tangannya menatap pemandangan malam taman istana.
Vier yang sedang menyiapkan baju tidur untuk Louispun segera menoleh pada Louis "Biasanya membutuhkan waktu 2 bulan Pangeran"
"2 bulan ya" gumam Louis menatap bulan di atas sana. Ternyata lebih cepat dari yang dia kira.
Mungkin karena di dunia ini terdapat sihir sehingga membuat pembangunan jadi lebih cepat dari yang semestinya, pikirnya.
"Pangeran sekarang anda harus istirahat, angin malam tidak terlalu baik untuk kesehatan, anda bisa kembali sakit kalau berada terlalu lama diluar sana" ujar Xavier dan dibalas deheman oleh Louis.
Dia masuk dan mendekati Xavier, membiarkan Xavier membuka rantai ditangannya, kemudian segera mengganti pakaiannya.
"Keluarlah" perintah Louis dan diangguki mengerti oleh Xavier setelah memastikan rantai borgol itu terpasang lagi ditangan Louis.
Setelah Xavier keluar, terjadi keheningan di dalam kamar Louis. Ruangan di kamar Louis sudah gelap karena lampu sudah dipadamkan, sedangkan sang pemilik ruangan belum menutup matanya sama sekali.
"Kayaknya gue harus ketemu kaisar lagi, untuk bicarain soal latihan"
"Selama seminggu ini nggak ada yang datang ngabarin tentang itu, padahal gue selalu menunggu" ujar Louis menghela nafas lelah dan menutup matanya sejenak dengan lengannya.
Sampai beberapa menit kemudian dia kembali membukanya karena mendengar suara pintu kamarnya terbuka.
"Kakak"
Louis menatap heran melihat Flynn yang masuk ke kamarnya. Dan jangan lupakan sekarang dirinya berdiri kikuk seakan kalau aksinya sedang kepergok.
"Pangeran Flynn ada apa?" Ujar Louis menghampiri Flynn, dan mengajaknya untuk duduk di sofa.
"Duduk lah, aku akan memanggil Xavier menyiapkan camilan" ujar Louis hendak berdiri.
"Tidak usah kak, jangan" ucap Flynn tampak gugup dan khawatir sehingga membuat Louis semakin merasa heran karena itu.
"Maaf kak, aku mengunjungi kakak malam-malam seperti ini, karena hanya dengan cara seperti ini supaya aku bisa menemui kakak" ujar Flynn dengan penuh sesal.
Sejak tau kalau Louis tinggal di istana utama, Flynn sangat merasa bahagia. Banyak rencana yang ingin dia lakukan dengan kakaknya itu.
Tapi Louis tidak pernah sedikitpun keluar dari kamarnya. Sedangkan dirinya, dilarang untuk mengunjungi Louis dengan dalih keselamatannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Become a Cursed Prince
Ficção AdolescenteMenjadi Pangeran terkutuk dan diasingkan? Memangnya siapa yang ingin menjadi seorang pangeran yang diperlakukan seperti seorang tahanan dan seseorang yang harus dihindari di kerajaannya sendiri? Dianggap malapetaka, diasingkan dari dunia luar. Bahka...
