selamat membaca semua dan semoga suka❤️
FOLLOW DULU BOSSS!
RAMEIN KOMEN KALIAN SEBANYAK-BANYAKNYA DI TIAP PARAGRAF🔥
JANGAN LUPA VOTE🔥
───
HAPPY READING
───
O7. Kunci dari Masa Lalu
•••
Langit kelabu menggantung rendah di atas sana, mencerminkan ketegangan yang sedang terjadi di salah satu kantin sekolah. Suara riuh siswa-siswi bercampur dengan tawa keras dan hinaan yang menusuk telinga. Di salah satu sudut kantin, sekelompok anak perempuan dengan penampilan mencolok tampak mengelilingi seorang gadis berkacamata yang duduk diam. Wajahnya menunduk, tubuhnya gemetar, dan tangannya memegang nampan yang hampir terjatuh.
Di meja paling pojok, anggota SIXTH duduk santai sambil menyaksikan kejadian itu. Meski ekspresi mereka tampak santai, ada sorot mata berbeda pada masing-masing dari mereka. Pandawa dan Pangeran tampak menikmati drama yang terjadi, Permata seraya menyesap minumannya, sementara Sadewa duduk diam dengan tatapan kosong.
Pandawa bersandar pada kursi, ekspresi wajahnya seperti seorang penonton teater menikmati adegan klimaks,"Victoria, Victoria," gumam Pandawa setengah berbisik seraya meletakkan gelas di atas meja, "Baru masuk aja udah bikin rusuh."
Sadewa hanya tertawa kecil. Ia mengaduk minuman dinginnya dengan sedotan, mata tertuju pada Victoria yang terus melontarkan kata-kata tajam. "Nggak usah heran kalau dia bully orang. Dari dulu juga image dia sebagai pembully udah banyak orang yang tau," sahutnya santai, seolah itu fakta umum yang tidak perlu diperdebatkan.
Pandawa mengernyit dengan rasa penasarannya terusik. "Lagian dia kok bisa masuk ke sini, ya? Perasaan dia nggak pinter-pinter banget."
"Kuasa," ujar Permata. "Bokap Victoria itu anggota dewan."
"Tapi, kenapa nama dia nggak ada di daftar siswa yang lolos seleksi?" tanya Pandawa.
Pangeran melirik Pandawa dengan mata menyipit. "Dia bayar sekolah, makanya nama dia nggak ada di daftar," ungkapnya berbicara tanpa beban, seolah informasi itu hanyalah gosip ringan yang kebetulan ia dengar dari percakapan orang tuanya.
"Gue juga heran, kenapa dia nggak milih buat pake jalur prestasi?" tanya Permata menyandarkan dagunya di tangan. "Dia kan penari internasional. Harusnya cukup buat bikin dia masuk tanpa bayar mahal."
Pangeran mendengus kecil, mengulas senyum sarkasme. "Mungkin biar dia makin keliatan berkuasa. Duit plus prestasi, kombo sempurna buat jadi ratu sosial."
"Emangnya dia berani geser posisi Ratu?" Pandawa menatap Pangeran dengan alis terangkat, rasa ingin tahunya semakin memuncak.
Pangeran hanya mengangkat bahu, kembali menyesap minumannya. "Kalau itu gue nggak tau," jawabnya singkat, tetapi jelas nada bicaranya menunjukkan ketertarikan akan kemungkinan tersebut.
Mereka berempat akhirnya kembali mengarahkan perhatian ke Victoria. Memperhatikan setiap detail yang terjadi, seperti sedang merekam dalam pikirannya, menganalisis situasi tanpa berkomentar.
Gadis bernama lengkap Victoria Freeza berdiri dengan gaya arogan yang sudah menjadi ciri khasnya, berdiri seperti seorang pemimpin yang sedang menghukum bawahannya. Matanya yang tajam memandangi gadis itu dengan tatapan merendahkan seolah ingin menembus ke dasar jiwanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
THE SIXTH [END]
Teen Fiction#THE SIXTH SERIES BOOK 1 Kisah ini menceritakan tentang murid-murid genius yang memiliki privilege di sekolah : 1. Sadewa Bagaskara, peringkat pertama. Sang pemilik nilai sempurna. Dingin, tidak tersentuh, misterius dan jenius. Jangan meragukan IQ s...
![THE SIXTH [END]](https://img.wattpad.com/cover/344461477-64-k92143.jpg)