selamat membaca semua dan semoga suka❤️
FOLLOW DULU BOSSS!
RAMEIN KOMEN KALIAN SEBANYAK-BANYAKNYA DI TIAP PARAGRAF🔥
JANGAN LUPA VOTE🔥
───
HAPPY READING
───
13. Dua Sisi Pertarungan
•••
Suara langkah kaki Raja bergema di lorong-lorong sekolah yang sepi. Setiap hentakan sepatunya memantul di dinding, menciptakan irama yang terdengar tegas dan berwibawa. Dia berjalan dengan tubuh tegap, namun sedikit tergesa, menggendong tubuh lemah Rana dalam dekapannya. Gadis itu tampak seperti boneka porselen yang kehilangan nyawanya, begitu rapuh hingga seolah akan pecah hanya dengan sentuhan yang terlalu keras.
Dalam kelas-kelas yang di lewatinya, para siswa-siswi memalingkan mata dari papan tulis. Mereka menolehkan kepala keluar jendela dengan tertegun melihat pemandangan yang tidak biasa. Raja yang terkenal dingin dan tidak tersentuh menggendong seorang gadis dengan ekspresi yang sulit di tebak. Bisik-bisik langsung memenuhi ruangan.
Namun, Raja tidak peduli. Tatapan penuh rasa penasaran itu sudah menjadi bagian dari kesehariannya. Dia terbiasa menjadi pusat perhatian. Di sanjung dan di waspadai. Semua itu tampak sama saja baginya. Kosong dan tidak berarti. Tidak ada yang benar-benar melihat siapa dirinya di balik semua itu.
Pintu kaca ruang UKS sudah terlihat di ujung lorong. Raja melangkah dengan bahunya yang tegang. Dengan satu dorongan, pintu itu terbuka yang menghasilkan suara gesekan kaca yang tajam seolah melambangkan batas antara dunia luar yang penuh penghakiman dan dunia dalam yang sunyi. Udara dingin AC langsung menyambut kedatangannya.
Kakinya melangkah menuju salah satu ranjang di sudut ruangan. Raja menurunkan tubuh Rana dan merebahkan di atas kasur putih yang terasa begitu kontras dengan kulit pucat gadis itu dengan hati-hati yang tidak biasa. Untuk sesaat Raja hanya memandang wajah Rana. Wajahnya yang begitu pucat, di hiasi memar kecil di dahinya. Luka yang seharusnya biasa saja, tapi entah kenapa terasa seperti tamparan yang menusuk.
TING!
Suara nyaring dering ponsel memecah keheningan. Raja merogoh saku celana olahraganya dan melihat layar ponsel yang berkedip. Pesan singkat muncul dari seseorang yang tidak asing.
Ratu
Keluar.
Gue ada di depan.
Raja
Oke.
Raja menghela napas panjang sejenak. Tangannya mengepal erat, berusaha mengusir rasa jengah yang tiba-tiba muncul. Raja melangkah keluar dari ruang UKS, meninggalkan Rana yang masih terbaring dalam keheningan. Di luar, Ratu sudah menunggu, bersandar santai di dinding. Paper bag berwarna cokelat tergantung di tangannya.
Senyuman Ratu yang tipis dan penuh perhitungan, seperti bidak catur yang baru saja di gerakkan sesuai rencana. "Nih, kasih ke dia," kata Ratu sembari menyodorkan paper bag itu.
Raja menatap benda itu dengan datar. "Buat apa?"
"Sebagai tanda perhatian lo ke dia," jawab Ratu ringan, suaranya licin seperti sutra seakan ini hanyalah permainan kecil.
Raja hanya mendengus, menatap Ratu dengan pandangan curiga. "Kenapa sih lo repot-repot ngurusin ini?"
"Biar dia cepet baper sama lo," Ratu menarik tangan Raja dengan lembut namun memaksa, memindahkan paper bag ke genggaman Raja, "Di dalam sini ada catetan kecil. Kasih itu ke dia. Abis itu lo harus pergi sebelum dia bangun," lanjut gadis itu melirik penuh arti.
KAMU SEDANG MEMBACA
THE SIXTH [END]
Ficção Adolescente#THE SIXTH SERIES BOOK 1 Kisah ini menceritakan tentang murid-murid genius yang memiliki privilege di sekolah : 1. Sadewa Bagaskara, peringkat pertama. Sang pemilik nilai sempurna. Dingin, tidak tersentuh, misterius dan jenius. Jangan meragukan IQ s...
![THE SIXTH [END]](https://img.wattpad.com/cover/344461477-64-k92143.jpg)