43. Bayangan Pengkhianatan

6.5K 344 34
                                        

selamat membaca semua dan semoga suka❤️

FOLLOW DULU BOSSS!

RAMEIN KOMEN KALIAN SEBANYAK-BANYAKNYA DI TIAP PARAGRAF🔥

JANGAN LUPA VOTE🔥

───

HAPPY READING

───

43. Bayangan Pengkhianatan

•••

Kamar itu terasa dingin, bukan hanya karena pendingin ruangan, tapi juga atmosfer yang menyelimuti di setiap sudutnya. Deretan peralatan teknologi canggih berdiri kuat, layar-layar yang memantulkan cahaya, menciptakan siluet bayangan yang bergerak seakan tengah mengawasi. Suara halus mesin berdengung seperti napas ruangan itu sendiri, mengiringi keheningan yang terasa menusuk. Di tengah kamar itu, Pandawa berdiri tegap, menggenggam sebuah kotak hitam dengan ukuran sedang, bentuknya sederhana namun mengintimidasi.

Kotak itu seperti menyimpan rahasia yang mampu mengubah segalanya. Mata Pandawa yang tajam memindai sekeliling, memastikan bahwa apa yang ia bawa bukanlah sesuatu yang bisa di anggap enteng.

Sementara itu, Raja dan Ratu duduk berdampingan. Posisi mereka saling berdekatan, tetapi sorot mata mereka tak mencerminkan kehangatan. Raja menopang dagu dengan satu tangan, namun matanya tidak bisa berpaling dari kotak hitam di tangan Pandawa.
Ada kilatan tajam, campuran antara ingin tahu dan kewaspadaan, seolah ia mencoba menebak isi kotak itu.

Sedangkan Ratu duduk dengan tubuh sedikit condong ke depan. Tangannya bertumpu pada lututnya. Wajahnya dingin, seperti patung porselen yang rapuh namun mematikan. Ia tidak berkata sepatah kata, memusatkan seluruh perhatiannya pada kotak itu, seolah menanti momen besar.

"Gue langsung bahas ke intinya aja tentang apa yang gue temuin waktu gue ngebobol rumah Permata," kata Pandawa dengan suaranya rendah, nyaris seperti bisikan rahasia.

"Kotak hitam?" tanya Ratu bingung di suaranya. Matanya menyipit menatap benda itu, mencoba membaca misteri di baliknya.

Pandawa mengangguk, tatapannya tak teralih dari kotak tersebut. "Tapi, sebelum gue buka kotak ini, gue mau nanya dulu ke kalian. Apa kalian siap buat liat isi kotaknya?" Nada suaranya menyiratkan bahaya, seolah isi kotak itu mampu mengubah segalanya.

Pertanyaan itu menyerap kehangatan di ruangan. Mata Ratu menyiratkan keraguan yang kentara nyata. "Is it really that scary?" bisik Ratu takut membangunkan sesuatu yang sedang tidur di dalam kotak itu.

Pandawa menarik napas panjang. "It's way scarier than you think. Ini hal gila pertama kali yang gue temuin," tekan Pandawa yang membuat jantungnya semakin berdebar tak karuan.

"Buka aja," desak Ratu mantap, tetapi ada sedikit getaran yang tidak bisa ia sembunyikan. Pandangan matanya terpaku pada kotak hitam itu.

Pandawa melirik Raja sekilas, seolah meminta persetujuan terakhir. Raja mengangguk menjadi isyarat yang cukup. Meskipun tangannya terlihat mengepal, jari-jemarinya bergetar samar, seperti berusaha menahan ketakutan yang merayap tanpa henti.

Dengan gerakan hati-hati, Pandawa membuka kotak itu. Bunyi kecil dari tutup kotak yang terbuka bergema di ruangan, terasa seperti suara ledakan di tengah keheningan. Bagi mereka, suara itu lebih keras daripada petir seperti sinyal bahwa sesuatu akan segera terungkap.

THE SIXTH [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang