selamat membaca semua dan semoga suka❤️
FOLLOW DULU BOSSS!
RAMEIN KOMEN KALIAN SEBANYAK-BANYAKNYA DI TIAP PARAGRAF🔥
JANGAN LUPA VOTE🔥
───
HAPPY READING
───
38. Satu Luka
•••
Kabar mengenai Raja menyebar lebih cepat daripada cahaya di sekolah itu. Setiap penjuru di penuhi bisik-bisik yang tidak henti menyebut namanya. Raja kini kembali muncul semenjak insiden yang menimpanya. Lebih dari itu, kondisinya dengan kepala yang terbalut perban putih tebal, tubuhnya memancarkan aura dingin, tetapi langkahnya tetap mantap menembus tatapan ratusan pasang mata yang mengamati. Tidak peduli dokter telah memperingatkannya untuk istirahat total, Raja memilih kembali.
Pilihan yang seperti keputusan nekat, tetapi mungkin hanya dirinya yang tahu alasan sebenarnya.
Di sisi lain, Rana sedang duduk diam di bangku taman dekat gedung IPA. Tangannya mencengkeram erat tepi kursi, seperti mencari pegangan agar tubuhnya tidak goyah. Kabar tentang Raja tak hanya membuat heboh satu sekolah, tetapi juga menghantamnya seperti pukulan keras di dada. Ia tahu hari ini adalah hari yang telah lama ia tunggu sekaligus takutkan.
Hari di mana ia akan berdiri di depan pihak sekolah untuk mengungkapkan kebenaran. Namun, keberanian yang ia kumpulkan perlahan mencair, di gantikan oleh rasa takut dan cemas yang menghantui pikirannya.
Rana menghela napas panjang, tetapi tetap terasa berat. Ketika pikirannya tenggelam dalam rasa kekhawatiran, sebuah tepukan tiba-tiba mendarat di bahunya. Rana tersentak, tubuhnya sedikit terlonjak sebelum ia menoleh ke belakang dengan cepat.
"Ngagetin aja lo berdua!" seru Rana mendengus sebal, mendapati Arion dan Samudera yang tiba-tiba muncul di belakangnya. Wajahnya memerah sebab kegelisahan yang menggerogoti pikirannya. Ia menatap kedua lelaki itu dengan alis mengerut, mencoba menyembunyikan kegundahannya.
Samudera yang lebih peka di antara segera menangkap kegelisahan itu. Ia melangkah maju dan menepuk bahu Rana dengan lembut. "Lo baik-baik aja, Na?" tanyanya penuh perhatian. "Gue tau ini berat, tapi lo harus tetap fokus. Kemungkinan Ratu sama Raja bakal hadir. Kita nggak tau drama apa lagi yang bakal Ratu bikin buat ngebela diri. Apapun yang terjadi, gue mau lo tetap tenang. Jangan kepancing emosi, oke?" tanya Samudera.
Rana terdiam sejenak. Sorot matanya tak mampu menyembunyikan gelisah yang tergambar dari cara ia menggigit bibir bawah, hingga sudut bibirnya terluka. Cairan merah mulai muncul, meninggalkan rasa amis yang samar.
Arion menyilangkan tangan di dada, menatap Rana dengan tatapan yang lebih serius dari biasanya. "Lo nggak usah takut, Na. Lo harus berani lawan Ratu nanti," tukas Arion tegas. "Lo korban di sini. Pihak sekolah bakal percaya sama lo. Lo nggak sendirian."
Rana mengangkat wajahnya, menatap kedua laki-laki itu dengan mata yang memerah. "Jujur, gue nggak takut buat lawan Ratu. Tapi, gue lebih takut dia bakal ngelakuin sesuatu lagi, yang lebih buruk..." lirih Rana pelan.
"Percaya sama gue, Na. Everything will be fine," Arion berusaha meyakinkan Rana, meskipun nada lembutnya tak sepenuhnya bisa menenangkan Rana yang sedang di banjiri kegelisahan.
KAMU SEDANG MEMBACA
THE SIXTH [END]
Teen Fiction#THE SIXTH SERIES BOOK 1 Kisah ini menceritakan tentang murid-murid genius yang memiliki privilege di sekolah : 1. Sadewa Bagaskara, peringkat pertama. Sang pemilik nilai sempurna. Dingin, tidak tersentuh, misterius dan jenius. Jangan meragukan IQ s...
![THE SIXTH [END]](https://img.wattpad.com/cover/344461477-64-k92143.jpg)