selamat membaca semua dan semoga suka❤️
FOLLOW DULU BOSSS!
RAMEIN KOMEN KALIAN SEBANYAK-BANYAKNYA DI TIAP PARAGRAF🔥
JANGAN LUPA VOTE🔥
───
HAPPY READING
───
O5. Tekanan dan Firasat
•••
Hari Senin datang sekedipan mata.
Udara pagi yang segar terasa kontras dengan ketegangan yang merambat di sepanjang koridor SMA Garuda Bangsa. Suasana terasa lebih berat dan lebih serius. Para siswa tampak bergerombol, tenggelam dalam dunia masing-masing. Beberapa sibuk membolak-balik buku catatan lusuh, yang lain mendiskusikan kemungkinan soal ujian dengan teman-teman mereka.
Namun, di antara semua itu, ada sosok Rana yang berjalan dengan langkah malas, matanya mencari-cari tulisan Laboratorium Komputer. Sekolah ini terlalu besar, denahnya bahkan tidak membantu.
Rana menarik napas, membiarkan udara dingin menusuk paru-parunya. Tiga hari terakhir adalah neraka kecil. Ia telah belajar mati-matian, meski sebenarnya ia tidak yakin apakah semua itu cukup. Satu-satunya yang ia inginkan sekarang hanyalah melewati hari ini tanpa ada drama.
"Rana!" Suara ceria terdengar dari belakang. Rana berhenti melangkah dan berbalik, untuk melihat Ivory sedang berlari kecil menghampirinya. Senyum lebar Ivory sudah seperti obat penenang, meski kadang mengganggu. "Lo sesi berapa?" tanya Ivory, begitu berhasil meraih lengan Rana.
"Sesi pertama," jawab Rana sembari terus menatap sekitar mencari ruangannya.
"Yah, beda sesi dong," keluh Ivory. Ia mengerucutkan bibir, lalu menepuk bahu Rana pelan. "Gue sesi kedua nanti jam sepuluh."
"Nanti juga ketemu lagi," balas Rana ringan, menduduki bokongnya di kursi dekat ruangan laboratorium, kemudian membuka buku catatan, meski pikirannya sudah terlalu penuh untuk menyerap materi apapun.
"Tau gitu gue harusnya dateng siang aja! Kenapa harus di samain, sih?" gerutu Ivory mencebikkan bibir kesal sambil duduk dan bersandar sambil memainkan ujung rambutnya.
"Biar lo nggak males," tukas Rana mengejek. "Emangnya lo nggak mau belajar dulu?" tanya Rana melirik Ivory yang terlihat santai.
Ivory hanya mengangkat bahu. "Gue udah pusing duluan liat lo buka buku," Setelah memberi jeda singkat, suara Ivory berubah jahil. "By the way, Samudera nggak ganggu lo lagi, Na?"
Rana langsung memutar mata ketika Ivory mengalihkan ke topik yang dia hindari. "Nggak. Dan semoga nggak bakal pernah lagi," jawab Rana ketus, memusatkan matanya pada buku.
"Padahal kalian tuh cocok tau kalau jadi pasangan," Ivory mulai terkikik, jelas menikmati ekspresi kesal Rana.
Rana mendadak pura-pura muntah. "No! It will never happen!" tolak Rana mendelikkan matanya kesal. "Stop berkhayal tentang gue dan Samudera."
Ivory tertawa terbahak, menikmati ekspresi kesal temannya. Namun, sebelum Ivory bisa menggoda lebih jauh, sebuah bisik-bisik mulai terdengar dari arah kerumunan di koridor.
"Itu bukannya SIXTH?"
"Iya, itu SIXTH."
"Jadi, mereka dapet sesi pagi juga?"
KAMU SEDANG MEMBACA
THE SIXTH [END]
Teen Fiction#THE SIXTH SERIES BOOK 1 Kisah ini menceritakan tentang murid-murid genius yang memiliki privilege di sekolah : 1. Sadewa Bagaskara, peringkat pertama. Sang pemilik nilai sempurna. Dingin, tidak tersentuh, misterius dan jenius. Jangan meragukan IQ s...
![THE SIXTH [END]](https://img.wattpad.com/cover/344461477-64-k92143.jpg)