selamat membaca semua dan semoga suka❤️
FOLLOW DULU BOSSS!
RAMEIN KOMEN KALIAN SEBANYAK-BANYAKNYA DI TIAP PARAGRAF🔥
JANGAN LUPA VOTE🔥
───
HAPPY READING
───
15. Selamat Datang di Neraka
•••
⚠️WARNING⚠️
PART INI MENGANDUNG
ADEGAN KEKERASAN DAN
SADIS!
Suasana di toilet lantai empat terasa suram. Lampu yang berkedip-kedip menciptakan bayangan menakutkan di sepanjang dinding yang berjamur. Aroma lembap bercampur bau tidak sedap membuat ruangan itu semakin mencekam. Tidak ada suara selain gemericik air dari keran yang bocor. Tempat ini sudah lama terlupakan oleh para siswa, tempat yang sempurna untuk melakukan sesuatu yang tidak boleh di ketahui orang lain.
Victoria Freeza berdiri di tengah ruangan dengan tangan terlipat di dada. Name tag di dada kanannya berkilau samar di bawah cahaya redup. Wajahnya dingin, matanya menatap penuh kebencian ke arah Rana yang tergeletak tidak sadarkan diri di lantai dingin. Tubuh mungil Rana terlihat rapuh, seragamnya kotor dan kusut, rambutnya terurai berantakan di sekitar wajahnya yang pucat.
Victoria merogoh saku roknya dan mengeluarkan setumpuk selembar kertas kecil berisi tulisan tangan yang manis dan penuh perhatian dari Raja kepada Rana. Dia membaca beberapa kalimat dengan rahang yang kian mengeras, matanya menyala penuh amarah. Kata-kata itu terasa seperti duri yang menusuk harga dirinya.
"Berani-beraninya lo.." desis Victoria dengan suara rendah yang bergetar oleh kemarahan.
Victoria mengeluarkan korek api dari saku seragamnya. Dengan satu klik, api kecil muncul, menari-nari seperti cerminan amarah yang membara dalam dirinya. Kertas kecil itu pun terbakar dalam sekejap menjadi abu yang beterbangan di udara. Tidak cukup puas, Victoria meraih kotak makanan yang juga di berikan Raja untuk Rana dan melemparkannya ke tong sampah sebelum melelehkan api kembali yang membuat ruangan itu semakin pengap.
"Mau sampai kapan kita nunggu dia bangun, Vic?" keluh Florencia dengan nada malas, kakinya mengetuk lantai dengan gelisah. "Gue udah gatel pengen main-main sama dia."
"Tunggu dia bangun," ujar Victoria tanpa menoleh. Memandangi sisa-sisa abu yang berserakan di lantai seperti kenangan yang hancur tanpa ragu dengan mata yang penuh kebencian. "Gue mau liat dia sadar dengan rasa takut di matanya," jawab Victoria dingin.
Amora dengan rambut di ikat rapi, mendecakkan lidah. "Bangunin aja secara paksa!"
Victoria melangkah mendekati Rana yang terlelap. Sepatunya yang berhak menghantam lantai dengan suara ketukan yang bergema di ruangan sunyi itu. Gadis itu mengangkat kaki, lalu menendang tubuh mungil Rana dengan kasar. "Woy, bangun lo!" bentak Victoria menginjak dengan begitu kejam.
Namun, tidak ada respons. Rana tetap terbaring tidak bergerak.
Merasa kesal, Victoria menendang tubuh Rana sekali lagi lebih kuat. "Bangun, anjing!" teriaknya dengan penuh kemarahan. Tapi, Rana tetap terdiam, tubuhnya lemas seperti boneka rusak.
Salah satu temannya selain Florencia dan Amora, melangkah mendekat dengan ekspresi bosan yang semakin kentara. "Kelamaan, Vic. Lo terlalu drama," Dia dengan langkah mantap masuk ke bilik toilet, mengisi gayung penuh air dingin dari keran yang berkarat.
KAMU SEDANG MEMBACA
THE SIXTH [END]
Fiksyen Remaja#THE SIXTH SERIES BOOK 1 Kisah ini menceritakan tentang murid-murid genius yang memiliki privilege di sekolah : 1. Sadewa Bagaskara, peringkat pertama. Sang pemilik nilai sempurna. Dingin, tidak tersentuh, misterius dan jenius. Jangan meragukan IQ s...
![THE SIXTH [END]](https://img.wattpad.com/cover/344461477-64-k92143.jpg)