selamat membaca semua dan semoga suka❤️
FOLLOW DULU BOSSS!
RAMEIN KOMEN KALIAN SEBANYAK-BANYAKNYA DI TIAP PARAGRAF🔥
JANGAN LUPA VOTE🔥
───
HAPPY READING
───
27. Gema yang Memudar
•••
Lima malam berturut-turut Pandawa begadang di depan layar laptopnya. Cahaya redup dari monitor menjadi satu-satunya penerangan di kamar yang di selimuti keheningan malam. Pandangan matanya tajam, penuh tekad, sementara jemarinya menari di atas keyboard dengan kecepatan yang menandingi denyut nadinya. Ia bukan sekadar mengetik, melainkan sedang menggali, menembus lapisan demi lapisan pengamanan digital yang di buat untuk satu tujuan yaitu menyembunyikan kebenaran.
Kasus hilangnya tiga siswa kelas A+ bukan sekadar berita biasa. Binar, Damares, dan Aksara. Mereka adalah pilar kebanggaan, ikon keberhasilan, dan simbol kesempurnaan yang selalu di agung-agungkan oleh sekolah. Tapi, mereka semua lenyap tanpa jejak, dan semua orang yang mengenal mereka memilih diam. Tidak ada protes, tidak ada pencarian besar-besaran. Hanya ada laporan singkat yang menyebut mereka hilang karena alasan pribadi.
Segala cara telah Pandawa lakukan, mulai dari yang sederhana hingga yang melibatkan risiko tinggi, seperti menembus server pemerintah, meski tahu konsekuensinya sangat besar. Menyusup ke forum gelap, bahkan mencoba menyusun ulang data-data yang telah di hapus menggunakan algoritma pemulihan canggih yang ia kembangkan sendiri. Namun, semua itu tidak menghasilkan apa-apa.
Setiap jalan yang dia tempuh selalu buntu. Jejak digital dari kasus-kasus itu seolah dilenyapkan dengan tingkat presisi yang mustahil di lakukan oleh orang biasa. Sistem keamanan yang ia hadapi terasa seperti tembok raksasa yang tak bisa di tembus, seakan-akan ada kekuatan besar yang bekerja di balik layar untuk memastikan bahwa kebenaran tetap terkubur.
"Ketemu nggak?" Sadewa yang sedang membaca buku mengalihkan mata. Suaranya memecah keheningan.
Pandawa berdecak kesal, "Aneh, gue nggak nemu informasi apa-apa yang bersangkutan sama kasus hilang itu," jawab Pandawa frustasi. Jemarinya yang sibuk mengetik kini terhenti.
Sadewa menutup novel di tangannya, melepas kacamata yang bertengger di hidungnya, dan menaruhnya di atas nakas. "Berarti kemampuan IT pihak sekolah ada yang lebih hebat di atas lo. Mereka berhasil menghapus semua jejak digital secara permanen."
Pandawa memutar kursinya hingga posisinya kini menghadap Sadewa. Tatapannya tajam. "Ini bukan soal kemampuan. Tapi, ini soal kenapa kasus ini sengaja di sembunyikan. Emangnya lo nggak penasaran?"
Sadewa menggeleng, mengalihkan pandangannya seolah ingin menutup pembahasan. "Itu cuma buang-buang waktu gue," ujar Sadewa tanpa emosi. "Mending lo fokus belajar buat naikin peringkat lo."
Pandawa mendengus, menahan tawa yang terdengar seperti ejekan. "Itu mah urusan gampang. Gue bisa curi kunci jawaban nanti," tukas Pandawa menaik-turunkan kedua alis dengan nada menggoda.
KAMU SEDANG MEMBACA
THE SIXTH [END]
Novela Juvenil#THE SIXTH SERIES BOOK 1 Kisah ini menceritakan tentang murid-murid genius yang memiliki privilege di sekolah : 1. Sadewa Bagaskara, peringkat pertama. Sang pemilik nilai sempurna. Dingin, tidak tersentuh, misterius dan jenius. Jangan meragukan IQ s...
![THE SIXTH [END]](https://img.wattpad.com/cover/344461477-64-k92143.jpg)