selamat membaca semua dan semoga suka❤️
FOLLOW DULU BOSSS!
RAMEIN KOMEN KALIAN SEBANYAK-BANYAKNYA DI TIAP PARAGRAF🔥
JANGAN LUPA VOTE🔥
───
HAPPY READING
───
21. Rantai Manipulasi
•••
Langit kelabu yang menggantung rendah, suara langkah kaki Rana bertubrukan di lantai di sepanjang koridor. Jendela-jendela yang tinggi memantulkan bayangan dirinya yang tergesa-gesa, seolah mencerminkan keresahan hatinya. Sebuah lunch bag bergoyang di genggamannya, seakan mewakili perjuangan yang sejak pagi tadi ia bawa dalam diam. Matanya berkilat, meski ada bayang-bayang keraguan yang enggan pergi.
"RAJA, TUNGGU!" teriak Rana membelah kesunyian.
Raja yang sedang berjalan keluar dari perpustakaan, berhenti melangkah. Laki-laki itu berbalik, menatap gadis itu dengan ekspresi datar. Sosok Rana yang terengah-engah, dengan peluh kecil membasahi pelipisnya, menarik perhatiannya. Raja mengangkat alis, menunggu gadis itu mendekat.
"Kenapa?"
Rana mengatur napasnya, berusaha mengumpulkan keberanian sebelum mengulurkan lunch bag yang gadis itu genggam erat. "Ini buat lo," kata Rana dengan suara bergetar. "Gue nggak tau makanan kesukaan lo apa. Jadi, gue bikin ini sesuai rekomendasi yang gue lihat di video."
Raja menatap itu dengan pandangan penuh tanya, "Dalam rangka apa lo kasih gue kayak gini?" tanya lelaki itu dengan nadanya dingin dan datar.
"Selama ini lo selalu bantuin gue. Gue cuma pengen balas budi. Gue nggak tau gimana caranya selain ini," jawab Rana menahan kegugupannya. "Lo udah punya segalanya, jadi gue pikir ini hal kecil yang bisa gue lakuin."
Raja menyelipkan kedua tangannya ke kantong celana, pandangannya lurus ke arah gadis itu. "Bukannya gue nggak mau nerima, tapi gue nggak bisa makan masakan orang lain," ucap Raja berkata jujur, tanpa ragu.
Rana terdiam, ucapan Raja baru saja menjatuhkan harapannya. Tangannya yang tadi terulur perlahan menurun. "Jadi, usaha gue bangun jam tiga pagi, masak, dan hampir telat sekolah cuma sia-sia?" tanya Rana pelan, seperti bisikan.
Raja mengangkat bahu tanpa rasa bersalah. "Gue nggak nyuruh lo masak buat di kasih ke gue."
Mata Rana menatapnya tak percaya. Rasa kecewa perlahan menggulung dirinya, seperti ombak yang menyeret ke dalam laut. "Padahal gue sampai luka waktu motong bahan. Dan lo nggak bisa sedikit pun hargain itu?" Rana menunjukkan jarinya yang terbalut plester kecil.
Raja menghela napas, netra cokelat itu menatap Rana dengan sorot yang sulit terbaca. "Terus lo nyalahin gue sekarang?" tanya Raja datar.
Rana menggeleng seraya berdecak, "Bukan gitu maksudnya. Tapi, kalau emang lo nggak mau, gue nggak bisa maksa," kata Rana pelan, menahan kekecewaan yang mulai menguar di dadanya. Rana memutar badan, hendak melangkah pergi dengan langkah berat.
Namun, langkahnya terhenti tiba-tiba. Sentuhan lembut di pergelangan tangannya menghentikan semua pergerakannya.
Raja telah meraihnya, memaksanya untuk berbalik badan. "Oke, gue terima," suara Raja menggema, suaranya dalam dan serius.
KAMU SEDANG MEMBACA
THE SIXTH [END]
Novela Juvenil#THE SIXTH SERIES BOOK 1 Kisah ini menceritakan tentang murid-murid genius yang memiliki privilege di sekolah : 1. Sadewa Bagaskara, peringkat pertama. Sang pemilik nilai sempurna. Dingin, tidak tersentuh, misterius dan jenius. Jangan meragukan IQ s...
![THE SIXTH [END]](https://img.wattpad.com/cover/344461477-64-k92143.jpg)