selamat membaca semua dan semoga suka❤️
FOLLOW DULU BOSSS!
RAMEIN KOMEN KALIAN SEBANYAK-BANYAKNYA DI TIAP PARAGRAF🔥
JANGAN LUPA VOTE🔥
───
HAPPY READING
───
14. Dramaturgi Kelas A+
•••
Setiap tahun, SMA Garuda Bangsa mengadakan sebuah acara perayaan yang tidak terlupakan. Sebuah tradisi yang menggabungkan kegembiraan dan kebersamaan di antara siswa dari berbagai angkatan. Acara ini bukan hanya sekadar seremonial, namun juga menjadi simbol dari ikatan yang terjalin erat di dalam tembok sekolah. Untuk satu malam, sekolah yang selalu terkesan serius ini berubah menjadi sebuah panggung megah penuh tawa, harapan, dan persaingan.
Acara ini bersifat tertutup, hanya mereka yang terdaftar sebagai warga sekolah yang bisa hadir. Kartu tanda pengenal untuk seluruh siswa-siswi akan di bagikan untuk memastikan tidak ada yang tidak berhak masuk. Namun, di balik segala kemeriahan dan aturan ketat itu, ada perdebatan yang tidak terhindarkan yaitu pilihan warna untuk dresscode kelas yang akan membuat kelas mereka tampil seragam.
"Kira-kira kita mau pakai warna apa? Ada yang punya ide?" tanya Mahesa sebagai ketua kelas A+ membuka rapat dengan nada yang tenang namun memancarkan kewibawaan.
Mahesa yang di kenal dengan sifatnya yang adil dan tidak memihak adalah pilihan terbaik untuk memimpin kelas ini. Walaupun awalnya banyak yang mengusulkan Sadewa sebagai ketua, karena dengan otaknya yang jenius, Sadewa bisa memajukan kelas dan membawa kelas tersebut berada di puncak paling tinggi. Kelas A+ akan menjadi kelas yang sangat hebat jika Sadewa adalah pemimpinnya. Namun, beberapa ada yang tidak setuju.
Sadewa hanya berpihak pada SIXTH. Dia tidak akan mendengarkan saran orang lain, kecuali SIXTH. Dia juga orang yang jarang berbicara dan tidak bisa mengutarakan sesuatu dengan bahasa yang baik. Tentu akan sulit untuk bersosialisasi di kelasnya.
Mereka mempertimbangkan kembali dan akhirnya Mahesa yang terpilih menjadi ketua kelas.
"PINK!" seru seorang gadis dengan rambut panjang yang di hiasi aksen warna cerah, melemparkan usulan dengan penuh semangat. Namanya Anya Azalea Gemintang. Semua mata langsung tertuju padanya, terkejut dengan keberaniannya.
"Nggak!" tolak seorang laki-laki yang sering kali menjadi penghalang bagi Anya dalam hal apapun. "Lo mau cowok-cowok pake warna pink?"
"Iya, kenapa emangnya?" tanya Anya dengan wajah angkuh.
"Gue nggak setuju. Terlalu feminim. Kayak bencong, tau nggak?!" sentak laki-laki itu dengan wajah yang memancarkan ketidaksukaan.
"Jaman sekarang warna pink nggak cuma buat cewek doang, tapi buat cowok juga bisa," balas Anya dengan suara berapi-api, tidak mau kalah.
"Merah aja deh. Netral," usul yang lain, berharap bisa mengakhiri perdebatan.
"Dih, lo mau di seruduk banteng?" Anya mendengus, menatap rendah pada yang mengusulkan merah. "Warna pink itu udah yang paling bener!" teriaknya seolah memaksa.
Seketika suasana menjadi tegang, tapi Mahesa tetap tenang, "Sebentar dulu ya, Anya. Kita liat ada yang mau kasih saran lagi atau nggak. Kalau misalkan nggak ada, kita bisa langsung vote warna pink atau warna merah sebagai pilihan warna dresscode kelas kita," jelas Mahesa dengan lembut.
KAMU SEDANG MEMBACA
THE SIXTH [END]
Teen Fiction#THE SIXTH SERIES BOOK 1 Kisah ini menceritakan tentang murid-murid genius yang memiliki privilege di sekolah : 1. Sadewa Bagaskara, peringkat pertama. Sang pemilik nilai sempurna. Dingin, tidak tersentuh, misterius dan jenius. Jangan meragukan IQ s...
![THE SIXTH [END]](https://img.wattpad.com/cover/344461477-64-k92143.jpg)