selamat membaca semua dan semoga suka❤️
FOLLOW DULU BOSSS!
RAMEIN KOMEN KALIAN SEBANYAK-BANYAKNYA DI TIAP PARAGRAF🔥
JANGAN LUPA VOTE🔥
───
HAPPY READING
───
19. Lavender Flower
•••
Sebuah hari yang seperti titik terang setelah lorong panjang yang penuh bayangan gelap. Setelah melalui berbagai prosedur medis yang terasa menyesakkan, akhirnya pihak rumah sakit memberikan izin untuk Rana pulang ke rumah. Resep obat telah di siapkan, tanda tangan dokter telah membebaskannya dari jeratan ruangan bernomor 201. Kamar itu hanya meninggalkan peralatan rumah sakit yang dingin dan sunyi.
Semua barang milik Rana sudah di pindahkan oleh Elvano ke mobil terlebih dahulu dan menyisakan keheningan yang nyaris menelan tempat itu.
Rana keluar dengan langkah ringan dari kamar, meski tubuhnya belum sepenuhnya pulih. Wajahnya pucat pasi masih di hiasi oleh ruam merah samar. Rambutnya yang di potong pendek dengan potongan tidak rapi, tidak mengurangi pesona dirinya. Ada sesuatu yang membangun kekuatan.
Sepanjang perjalanan pulang, suara Ivory yang bergema melalui telepon menjadi pelengkap perjalanan Rana yang sepi. Ivory menceritakan dengan penuh gairah tentang drama yang melibatkan Victoria. Suara Ivory melambung-lambung, penuh rasa kesal namun juga jenaka, seperti warna-warni pelangi setelah hujan.
"Lo tau nggak sih, Na? Victoria and the geng itu ngeselin banget! Lebih ngeselin dari Samudera. Rasanya pengen gue jambak muka si nenek lampir!"
Ivory memulai dengan nada tinggi.
Rana hanya terkekeh kecil mendengar celotehan Ivory. Victoria memang telah membuat hidupnya kacau, tetapi Ivory dan Samudera tetap berada di sisinya, mencoba untuk membantu meskipun hasilnya nihil.
"Gue udah bilang nggak usah ikut campur masalah gue," ujar Rana memelankan suara agar Elvano dan Camilla yang duduk di kursi depan tidak dapat mendengar.
Namun, rupanya Ivory nampak tidak peduli.
"Tapi, gara-gara gue berantem sama Victoria, gue jadi ketemu cowok yang ganteng banget. Asli, kali ini gue nggak bohong!"
"Kebiasaan lo nggak bisa lihat cowok ganteng. Dasar jelalatan!" balas Rana dengan tawa kecil.
"Gue serius, Na. Ya, walaupun dia nggak seganteng Sadewa, tapi dia punya pesona yang beda."
Rana memutarkan bola mata jengah, merasa Ivory terlalu hiperbola dalam mengulas sesuatu. "Emangnya siapa?"
"Tadi gue sempet nanya ke dia. Namanya A─"
Namun, sebelum Ivory selesai, suara Elvano memotong pembicaraan. "Na, kamu udah nggak apa-apa? Masih ada yang sakit?" Suara ayahnya terdengar penuh kekhawatiran, mencerminkan kasih sayang yang tidak bertepi.
Rana menoleh dengan senyuman menenangkan. "Rana udah nggak apa-apa, Yah. Tenang aja."
Elvano mengangguk, tetapi tatapan matanya tetap menyelidik. "Ngobrol sama siapa itu di telepon?"
"Sama Ivory, Yah. Temen baru Rana," jawab Rana cepat, sebelum akhirnya berpamitan pada Ivory. "Iv, gue tutup dulu, ya. Nanti gue telepon lagi kalau udah sampai rumah."
KAMU SEDANG MEMBACA
THE SIXTH [END]
Teen Fiction#THE SIXTH SERIES BOOK 1 Kisah ini menceritakan tentang murid-murid genius yang memiliki privilege di sekolah : 1. Sadewa Bagaskara, peringkat pertama. Sang pemilik nilai sempurna. Dingin, tidak tersentuh, misterius dan jenius. Jangan meragukan IQ s...
![THE SIXTH [END]](https://img.wattpad.com/cover/344461477-64-k92143.jpg)