selamat membaca semua dan semoga suka❤️
FOLLOW DULU BOSSS!
RAMEIN KOMEN KALIAN SEBANYAK-BANYAKNYA DI TIAP PARAGRAF🔥
JANGAN LUPA VOTE🔥
───
HAPPY READING
───
1O. Beneath the Surface
•••
Rooftop.
Tempat sunyi di puncak sekolah, jauh dari segala aktivitas siswa yang sibuk dengan dunia mereka sendiri. Hanya desau angin yang menggoyangkan ujung-ujung rambut hitam legam milik Raja. Tubuhnya berdiri tegap di tepi pembatas, memandang kosong ke arah lapangan olahraga di bawah. Mata laki-laki itu tajam seperti pisau, dingin dan penuh ancaman, seolah siap menebas siapa saja yang berani menentangnya.
Dia bukan tipe yang suka menunggu. Setiap detik bagi Raja adalah sebuah kesempatan yang harus di manfaatkan. Waktu terlalu berharga untuk di buang begitu saja dalam kesia-siaan. Menunggu selalu terasa seperti hukuman, mengabaikan potensi yang ada. Namun, kali ini berbeda. Waktu seolah melambat, membiarkannya terhanyut dalam pikirannya yang penuh perhitungan.
Ada sesuatu yang lebih besar yang tengah berputar di kepalanya. Sebuah rencana yang hampir sempurna, sebuah permainan yang baru saja akan dimulai.
Angin semakin berhembus kencang, menyapu kemeja sekolahnya yang sedikit terbuka di bagian kancing atas. Namun, meski angin berusaha mengganggu ketenangannya, dia berdiri tegak, seperti batu yang tak tergoyahkan. Tangannya terkepal di dalam saku celana, jari-jarinya menekan keras, seolah menahan sesuatu yang berbahaya. Rahangnya mengeras, tanda bahwa dia sedang berjuang untuk tetap tenang.
Setiap detik terasa seperti ujian untuk kesabarannya.
Tiba-tiba suara langkah tergesa-gesa terdengar dari arah tangga luar menuju rooftop. Rana muncul dengan napas yang tersengal, pipinya merona akibat lelah. Beberapa helai rambutnya lepas dari ikatan, membuatnya terlihat sedikit berantakan namun tetap memikat. Dia memegang sekaleng minuman dingin di tangannya.
"Buat lo," Suara lembut itu memecah keheningan yang mencekam. Rana menyodorkan minuman itu dengan ragu, berharap Raja akan menerima.
Raja meliriknya sekilas, tatapannya tetap dingin seperti biasa tanpa emosi, "Nggak usah repot-repot."
"Terima aja," Desakan Rana terdengar lirih. Tangan gadis itu sedikit gemetar karena kelelahan, namun dia berusaha untuk tidak memperlihatkannya. "Gue udah capek-capek turun ke kantin dan naik lagi ke sini."
Raja menghela napas berat, akhirnya menerima kaleng itu meskipun tidak membukanya. "Lo cuma beli satu?" tanya Raja mencurigai niat di balik kebaikan itu.
Rana memutar bola matanya dengan kesal. "Iya, buat lo doang. Gue nggak haus," bohong Rana. Tenggorokannya terasa kering seperti tanah tandus, namun Rana terlalu gengsi untuk mengakuinya.
"Bego," Raja bergumam sangat pelan dengan nada menghina. "Buat lo aja. Gue nggak butuh," Raja mencoba mengembalikan minuman itu, tetapi Rana menepis tangannya.
Kepala Rana menggeleng, "Nggak, ini gue beliin buat lo. Terima aja!" sergah Rana keras kepala.
Raja mendengus sinis, "Yaudah kalau nggak mau, gue buang aja," Langkah Raja mulai menuju tempat sampah di dekat pintu rooftop.
KAMU SEDANG MEMBACA
THE SIXTH [END]
Teen Fiction#THE SIXTH SERIES BOOK 1 Kisah ini menceritakan tentang murid-murid genius yang memiliki privilege di sekolah : 1. Sadewa Bagaskara, peringkat pertama. Sang pemilik nilai sempurna. Dingin, tidak tersentuh, misterius dan jenius. Jangan meragukan IQ s...
![THE SIXTH [END]](https://img.wattpad.com/cover/344461477-64-k92143.jpg)