Seperti tidak ada petunjuk apapun bagi mereka, Jaeyun dan Sunghoon pun mengambil keputusan yang sangat sulit bagi mereka. Mau tidak mau mereka harus bekerja sama dengan Heeseung dan juga Jongseong untuk mencari Sunoo dan juga Yeji. Dalam hatinya, Sunghoon akan segera membawa pergi Yeji setelah mereka menemukannya. Jaeyun yang sudah mengerti dengan sifat Heeseung dan juga Jongseong meyakinkan Sunghoon bahwa semuanya akan baik-baik saja jika dia mengikuti Heeseung dan Jongseong.
Pencarian mulai dilakukan pada pagi hari saat matahari belum sepenuhnya menampakkan dirinya. Heeseung dan Jongseong memutuskan untuk mencari di tempat yang dekat terlebih dahulu, yaitu hutan di dekat rumah mereka karena Sunoo sering berkelana di sana hingga berminggu-minggu.
"Beneran di sini?"tanya Sunghoon meragukan Heeseung dan Jongseong. Tentu saja dia tidak mau menerima resiko lebih banyak jika Heeseung dan Jongseong hanya akan menyesatkan mereka.
"Apa muka gue keliatan kalo bohong?"tanya Heeseung dengan wajahnya yang datar. Dia sudah mendapatkan pertanyaan serupa sudah 50 kali terhitung Sunghoon menanyakannya.
"Emang muka-muka penipu,"gumam Sunghoon.
Jaeyun dan Jongseong hanya diam mengikuti langkah Heeseung, berbeda dengan Sunghoon yang selalu menanyakan di setiap langkah mereka. Takut akan tersesat, tidak menemukan adiknya dan yang paling parah di pikiran Sunghoon adalah dia tidak akan bisa menemukan adiknya. Wajar jika Sunghoon merasakan itu, dia sangat menyayangi Yeji.
"Ngga ada tanda-tanda Sunoo,"ucap Jongseong.
"Tuhkan, pasti salah jalan,"protes Sunghoon.
"Lo bisa diem ngga sih?!" gertak Heeseung.
"Udah, kita jalan aja lagi siapa tau ada di deket sini,"ucap Jaeyun menangahi.
Mereka pun melakukan pencarian sampai malam dan tidak ada apapun yang mereka dapatkan. Mereka terpaksa kembali pulang untuk melihat keadaan Jungwon dan juga Riki. Sunghoon dan juga Jaeyun harus berdiam diri di rumah Heeseung yang sangat asing bagi mereka. Sunghoon bisa melihat ada banyak lilin dan foto Heeseung dari masa ke masa. Bahkan ada foto yang diambil pada tahun 1970.
Sudah berapa lama dia hidup di dunia ini?
"Liatin apa lo?"tanya Heeseung membuat Sunghoon hampir memukulnya karena terkejut.
"Bukan apa-apa,"jawab Sunghoon.
"Buat apa liatin foto-foto gue?"
"Cuma liat."
Heeseung juga tertarik untuk melihat foto-foto lamanya. Diambilnya satu foto yang menampakkan wajah senang dan sangat ceria karena kelulusan nya tapi foto-foto setelahnya hanya ada dirinya yang muram dan tidak ceria. Heeseung meletakkan kembali fotonya.
"Ini waktu gue lulus, tapi cuma itu kenangan yang baik buat gue,"ucap Heeseung.
"Kenapa terakhir?"
Bayangan masa lalu mulai terputar lagi di kepala Heeseung. Bagaimana dia menerima semua kebahagiaan dan juga awal dari kesengsaraan.
"Heeseung-ah, selamat ya.. sebentar lagi bisa jadi mahasiswa Seoul University."
"Terimakasih, kalian juga bakal jadi mahasiswa kan?"
"Pasti dong."
Hari itu sangat menyenangkan dan banyak tawa yang diterdengar dari seorang Heeseung. Tapi saat siang berganti menjadi malam, saat itu acara perpisahan di sekolah sudah selesai. Heeseung yang menjadi panitia utama harus menyelesaikan pekerjaannya hari itu juga dan dia tidak mengenal waktu. Saat dia pulang terlihat di ponselnya bahwa sudah pukul 11 malam. Tidak ada pilihan lain selain dia berjalan kaki ke rumahnya.
Saat dia berjalan seperti ada yang mengikutinya, dia tidak berpikir bahwa itu hantu dan dia tidak terlalu memikirkannya mungkin saja itu temannya yang memang belum pulang dari sekolah sama sepertinya. Tapi saat itu, sebuah angin menyambar dan seseorang menariknya dengan keras dan menjadikan malam itu adalah malam terakhir bagi Heeseung menikmati hidupnya sebagai manusia.
"Dan besoknya gue bangun di tempat ini sendirian, gue ngga tau di mana orang tua gue dan gue berkelana nyari mereka, malah ketemu Sunoo yang posisinya sama gue. Gue pikir cuma gue doang vampir di sana ternyata ada Sunoo,"jelas Heeseung.
"Terus temen-temen lo itu?"
"Gue yang gigit Jongseong sama Jaeyun. Kalo Jungwon sama Riki gue ngga tau, Sunoo yang nemu mereka."
"Apa ada pegaruhnya siapa yang gigit siapa?"
"Lo bisa aja nurut sama orang yang gigit lo sebelumnya. Kalo lo digigit vampir turunan lo bisa aja mati."
"Gue ngga digigit."
Heeseung menatap Sunghoon, seseorang yang menjadi vampir tanpa digigit adalah vampir murni.
.
.
.
"Kenapa ngga dimakan? ngga suka hm?"
Yeji terus menolak tawaran Sunoo untuk memakan sepiring makanan yang sudah disediakan oleh Sunoo. Dia bahkan tidak bisa makan sendiri dan harus disuapi karena masih diikat di sebatang pohon yang mulai mati.
"Nanti sakit loh, kalo kamu sakit nanti susah loh. Gerhana bulan nya sebentar lagi loh,"ucap Sunoo.
Yeji masih menangis dengan menggelengkan kepalanya menolak tawaran Sunoo. Mata Sunoo mulai merah karena sejak tadi menahan amarah. Sunoo melempar piringnya dan menatap mata Yeji tajam.
"Lagian kamu juga ngga bakal butuh itu."
"Kak lepasin aku,"ucap Yeji kepada Sunoo pelan.
"Iya nunggu gerhana bulan dulu ya,"ucap Sunoo diakhiri dengan tawanya yang menggelegar.
Sunoo berjalan pergi meninggalkan Yeji yang masih menangis. Langkahnya membawa Sunoo ke sebuah ruangan yang sangat gelap hanya diterangi oleh beberapa lilin. Sebuah buku yang sudah terbuka di atas meja itu menampilkan sebuah gambar gerhana bulan yang begitu jelas. Ada tulisan yang sangat jelas yang menjadi tujuan Sunoo.
Menjadikannya abadi bersamaku
"Setelah sekian lama akhirnya gue dapetin dia juga, mereka semua bodoh, haha."
Sunoo merasa sangat bangga dengan dirinya pun tertaawa menikmati kemenangannya yang sebentar lagi akan dia dapatkan. Gerhana bulan akan terjadi minggu depan dan itu akan menjadi masanya dia mendapatkan semua yang dia nantikan selama ini.
"Kita akan selalu bersama selamanya."
Langit hitam yang menjadi saksi dimana hatinya pernah dihancurkan oleh seseorang dan dia akan mendapatkan gantinya sekarang. Semua yang sudah dia rasakan selama ini harus mendapatkan balasan yang setimpal.
"Aku tidak akan pernah mencintai mu dan tidak akan pernah menerima mu."
Suara yang sangat dia kagumi itu mengucapkan hal yang sama sekali tidak ingin dia dengar. Hatinya bagaikan dilempar dari gunung ke sebuah lembah yang sangat curam, hancur tanpa bentuk. Ingatan dan juga rasa sakit yang dia rasakan begitu nyata, semua yang dia alami bersama orang yang dia kagumi hilang begitu saja, tapi rasa itu tidak akan pernah hilang.
Jauh berbeda keadaan Sunoo dengan Yeji. Sunoo yang senang menunggu hari-hari berganti tapi tidak dengan Yeji yang berharap dia akan segera pergi dari tempat ini. Sunoo yang dia kenal sebagai seorang kakak yang baik kini justru menyeramkan baginya. Seperti ada obsesi yang sangat besar di mata Sunoo. Seseorang yang menjadi teman baiknya itu ternyata seorang monster baginya.
Semakin hari dia semakin ingin mengeluarkan dirinya dari keadaan ini tapi seakan tidak ada jalan keluar dia malah semakin terikat di tempat ini bersama Sunoo. Tidak ada hari yang dia habiskan dengan rasa tenang, dia hanya akan menangis dan memanggil nama kakaknya. Namun dari sekian banyak tangisannya, Sunoo tidak menghiraukannya sama sekali.
"Kakak, aku takut," gumam Yeji.
Berharap Sunghoon akan datang menyelamatkannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
7Vampires
VampireSunghoon yang hidup dalam keluarga bahagia dikejutkan dengan fakta bahwa dia memiliki sepasang taring tajam dan juga matanya akan merah menyala saat dia marah. Dia mencari tahu tentang apa yang terjadi dengannya namun kebenaran lainnya yang dia dapa...
