Dua hari berlalu, Sunghoon menjadi sangat stress karena dia belum juga menemukan Yeji. Heeseung memutuskan untuk melanjutkan pencarian besok hari karena Jungwon dan Riki belum juga menunjukkan tanda-tanda kalau mereka akan segera sadar. Jaeyun yang seharusnya di pihaknya juga justru menyetujui keputusan Heeseung dan sekarang Sunghoon hanya diam menunggu Jungwon dan Riki terbangun.
Malam ini, tepat saat bulan purnama hampir sempurna di atas langit Jungwon dan Riki pun membuka matanya membuat Sunghoon merasa senang karena mereka akan meneruskan pencarian setelah ini. Di samping itu, Jongseong yang mendengarkan cerita Jungwon sebelum mereka tidak sadarkan diri. Di dalam ingatan Jungwon, pada awalnya mereka baik-baik saja tapi Riki yang terlebih dahulu menyerangnya.
"Jadi kalian yang berantem, ngga ada berantem sama Sunoo?"tanya Jongseong yang dibalas gelengan kepala oleh Jungwon.
"Riki juga cerita kalau Jungwon yang nyerang duluan,"sahut Jaeyun membuat Jongseong semakin kebingungan.
Jongseong keluar dari kamar Jungwon, langkahnya membawa dia ke kamar Heeseung. Sebelum itu, dia mengetuk pintu seolah meminta izin kepada Heeseung untuk memasuki kamarnya. Memang mereka adalah teman tapi Heeseung lebih dulu menjadi Vampir daripada Jongseong maka dari itu Jongseong sangat menghormatinya.
Heeseung yang mengetahui Jongseong ada di luar kamarnya pun berjalan keluar untuk menemui Jongseong, pintu kamar itu kembali tertutup setelah Heeseung berada di luar. Jongseong langsung menceritakan apa yang dia dengar dari Jungwon dan juga Jaeyun. Heeseung cukup terdiam dengan penjelasan dari Jongseong.
Kini mereka ber enam berkumpul untuk menyusun strategi pencarian. Beruntungnya Jungwon sudah bangun, dia bisa membantu untuk menemukan lokasi Sunoo dengan penglihatannya jadi mereka akan dipermudah nantinya.
"Bisa langsung aja ngga?"desak Sunghoon.
"Sabar dong,"jawab Jongseong.
"Lama banget."
"Bisa diem ngga?"tegas Heeseung.
Jungwon yang masih berkonsentrasi untuk mendapatkan lokasi Sunoo berulang kali digagalkan karena Sunghoon yang tidak sabar. "Shh, diem."
Tidak berselang lama Jungwon membuka matanya memberikan sinyal kepada Heeseung kalau dia menemukan lokasi Sunoo. Dia kembali menutup matanya bersamaan dengan itu Heeseung, Jongseong dan juga Riki menutup mata. Jaeyun dan juga Sunghoon hanya saling tatap karena tidak mengerti apa yang mereka lakukan.
"Oke, kita ke sana sekarang."
Mereka hanya butuh bersabar menunggu Jungwon untuk menunjukkan mereka jalan.
.
.
.
Sepasang mata itu terbuka memperlihatkan sepasang mata cantik dan jernih. Yeji terkejut saat dia bukan lagi diikat di sebuah pohon justru dia sekarang sedang berbaring di sebuah ranjang yang sangat nyaman bahkan jika dia sadar kain yang dia tiduri itu terbuat dari sutra.
Yeji tidak bisa merasakan dirinya sendiri, dia seakan membeku di atas ranjang itu. Baru Yeji sadari bahwa dia sedang memakai gaun putih yang sangat cantik, belum pernah dia lihat sebelumnya. Rasa takut pun terus memuncak.
Kakak, tolong aku.
Hanya itu yang bisa dia lakukan, untuk menggerakkan mulutnya saja dia kesusahan. Beberapa kali Yeji menutup matanya berharap bahwa dia sedang bermimpi dan akan kembali lagi seperti semula saat dia membuka matanya nanti. Tapi semua yang dia lakukan tidak ada hasilnya, semuanya sama saja. Dia tetap berada di sana dengan tangan yang diikat.
Kakak..
Di dalam hatinya dia meneriakkan nama sang kakak, berharap bahwa kakaknya ada disekitarnya dan bisa mendengarkan suara hatinya. Walaupun itu mustahil, tapi dia berusaha sebisanya.
Pintu itu terbuka menunjukkan sosok seorang penjahat di matanya. Sunoo menghampiri Yeji dan mulai duduk di samping ranjang, dia membawa benda yang begitu cantik bagi Yeji. Kalung dengan liontin berbentuk hati, membuatnya terlihat sangat romantis, jika dia bertingkah normal dengan tidak mengikat Yeji seperti ini.
Tolong lepasin aku, Kak.. aku mau pulang.
"Buat apa kamu pulang? Ini kan rumah kita."
Setiap katanya, membuat Yeji semakin merinding. Dia tidak tau apa yang harus dilakukan? Apa dia pasrah saja lalu kabur? Atau dia akan kabur secepatnya?
"Jangan berpikir buat kabur dari sini, kamu yakin kamu bisa lari hm?"
Yeji tidak memiliki pemikiran lain, yang ada di pikirannya sekarang adalah bagaimana caranya dia memanggil Kakaknya. Satu-satunya hal yang bisa membuatnya tenang adalah kakaknya. Sunoo mendekati Yeji, memakaikan kalung dengan liontin hati yang sangat indah itu. Yeji tidak memiliki kekuatan untuk menolaknya, dia melihat dengan jelas bahwa kalung itu begitu indah tapi bisa membawa petaka untuknya.
"Udah aku duga, ini cantik buat kamu,"ucap Sunoo dengan seringai di bibirnya.
Perlahan semuanya mulai gelap, Yeji tidak bisa merasakan bahwa udara mulai terhirup lagi, dia hanya bisa merasakan dirinya mati rasa dan gelap seketika. Perlahan mata itu tertutup dan membawa Yeji ke sebuah dunia mimpi yang sangat panjang.
"Aku tau mereka pasti dateng, tapi kamu ngga mau kan liat pembunuhan,"ucap Sunoo sembari melepaskan ikatannya dan mencium tangan Yeji.
Lantas Sunoo berdiri, berjalan meninggalkan Yeji di dalam kamar. Dia sudah memprediksi bahwa mereka akan datang dalam waktu dekat dan seperti yang dia pikirkan, mereka sudah datang. Langkah Sunoo tidak gentar, dia cukup berani untuk berhadapan dengan Heeseung dan juga Jongseong.
Pintu terbuka lebar dengan suara yang sangat keras. Sunghoon dengan wajah penuh amarah berjalan masuk menghampiri Sunoo yang baru saja sampai di bawah tangga. Dengan penuh dendam, Sunghoon mengepalkan tangannya dan suara keras terdengar saat Sunghoon memukul wajah Sunoo.
Sunoo tidak memberikan perlawanan, justru dia menatap Sunghoon dengan tatapan meremehkannya. Sunoo menjauhkan tangan Sunghoon darinya, mengusap perlahan tangannya yang sudah menyentuh Sunghoon.
"Kenapa lo bawa Yeji? Sialan."
"Kenapa? Harusnya gue yang tanya, kenapa lo cari dia?"tanya Sunoo dengan seringainya.
"Dia adik gue! Jangan lo sakitin adik gue!"
"Aduh, telat. Udah terlanjur, gimana dong?"
Tujuan Sunoo bukanlah mempertahankan apa yang sudah dia dapatkan, tapi dia ingin memancing kemarahan Sunghoon. Tapi sepertinya itu tidak dia dapatkan, Sunghoon hanya mengepalkan tangannya dan menahan diri untuk tidak membunuh Sunoo di hadapannya.
"Gue minta Lo bebasin Yeji, apapun itu alasan lo bawa Yeji ke sini."
"Permintaan ditolak."
"Sunoo!"
"Shh, jangan keras-keras nanti Yeji bangun. Lo ngga mau kan Yeji keganggu?"tanya Sunoo.
Sunghoon melihat ke atas, tepat dimana ada kamar yang tertuju langsung dengan tangga. Sunghoon mendorong Sunoo, dia berlari ke arah tangga dan menaikinya. Tidak peduli jika Sunoo tidak mau melepaskannya, Sunghoon akan melepaskannya sendiri.
"Berhenti Park Sunghoon,"ucap Sunoo yang diabaikan oleh Sunghoon. "Atau.."
Sebuah pergerakan menahan Sunghoon, Heeseung dengan pedangnya berdiri di ujung tangga menahan agar Sunghoon tidak naik ke atas. Sunghoon memperhatikan Heeseung, matanya menyala jingga dan penuh dengan kebencian.
"Udah gue duga,"gumam Sunghoon.
Sunghoon menoleh ke belakang bertujuan untuk menatap Sunoo tapi betapa terkejutnya dia saat melihat Jungwon, Riki, Jongseong dan bahkan Jaeyun pun ikut menodongkan pedang ke arahnya.
Sunghoon terdiam sebentar. Mata mereka, Jingga.
•••
KAMU SEDANG MEMBACA
7Vampires
VampirgeschichtenSunghoon yang hidup dalam keluarga bahagia dikejutkan dengan fakta bahwa dia memiliki sepasang taring tajam dan juga matanya akan merah menyala saat dia marah. Dia mencari tahu tentang apa yang terjadi dengannya namun kebenaran lainnya yang dia dapa...
