[27] I'm A Target

37 5 0
                                        

Yeji berlari menjauh dari tempat dimana kakaknya dan juga Riki bertemu. Satu-satunya yang bisa dia andalan hanyalah kakaknya dan sekarang dia hanya sendiri, dia tidak tahu harus pergi kemana dia hanya mengikuti kata hatinya. Tidak tentu arah Yeji berlari, dia melihat jalan yang bercabang dan dia akan selalu mengambil jalan yang lebih mudah dia lewati hanya itu skill yang dia punya untuk bertahan hidup. 

Sejujurnya banyak yang dia pikirkan, apa yang terjadi dengannya, ada apa dengan Sunoo dan bagaimana bisa mereka mengalami hal semacam ini. Dia ingin tahu semuanya, rasanya dia ingin menyerah saja tapi melihat Sunghoon yang sudah susah payah demi menyelamatkannya dia tidak boleh menyerah begitu saja. 

Yeji melihat ke belakang sesekali, dia tidak tahu jika ada yang mengikutinya. Dia selalu waspada jika dia melihat ke depan. Matahari mulai menyinari jalanan, Yeji merasa sedikit tenang karena dia sudah bisa melihat jalanan. Dengan nafasnya yang terengah-engah Yeji melambatkan langkahnya, dia hampir saja kehabisan nafasnya. 

"Kakak ngga keliatan, di mana?"gumam Yeji. 

Terdengar ada suara langkah kaki di belakangnya, sontak Yeji menjadi kembali waspada dan berlari menjauh. Tidak ada tujuan, dia hanya ingin pergi menjauh dari sini. Di tengah pelariannya Yeji merasakan perutnya yang sangat sakit, dia sudah lama tidak makan. Kapan terakhir kali dia makan? 

"Kakak, aku lapar."

Percuma saja dia berbicara jika tidak ada yang mendengarkannya. Yeji segera berjalan mencari tempat yang aman dan juga mencari buah yang bisa dia makan. Benar-benar dia harus mengusahakan semuanya sendiri. Baru kali ini dia tidak bersama kakaknya dan dia benar-benar kesulitan.

"ngga ada apel,"ucap Yeji. 

Entah apa yang bisa dia dapatkan di hutan ini. Bahkan binatang seperti kelinci saja tidak dia temui di sini. Yeji berjalan lebih jauh hingga dia mendengar suara gemericik air yang menumbuhkan harapannya. Yeji berlari ke sumber suara dan dia bisa melihat air terjun dengan sungai yang sangat indah. Dengan perlahan Yeji menghampirinya, berjalan pelan di atas bebatuan yang licin terkikis oleh air. Yeji menadahkan tangannya dan meminum air yang berasal dari air terjun itu, sangat segar. Dia berharap kakaknya juga ada di sini. 

Yeji mencari tangkai di sekitar sungai untuk mencari ikan, setidaknya dia akan makan ikan tidak peduli jika itu mentah sekalipun dia sudah sangat lapar. Yeji merasakan ada sebuah bayangan yang terus mengawasinya, dia melihat sekeliling dan benar saja, di sana ada seseorang yang menatapnya dengan tatapan yang aneh.

Panik, itu yang Yeji rasakan tapi dia tidak boleh gegabah. Yeji lompat ke dalam sungai dan menenggelamkan dirinya. Tidak ada pergerakan dari Yeji sehingga seseorang yang menatapnya dari jauh itu pergi. Air itu terlihat sangat tenang, tidak ada gelembung air dan tidak ada tanda-tanda Yeji akan naik. 

Tapi jauh di belakang air terjun itu Yeji sudah melepas pakaian luarnya, dia berenang dari dasar sungai dan berhenti di air terjun untuk bersembunyi di belakangnya. Yeji nampak kagum melihat di belakang air terjun ada sebuah goa kecil. Yeji mengintip keluar dan mendapati tidak ada siapa-siapa di luar sana. Yeji memilih berdiam di sana sampai kakaknya datang. 

Terpikir di kepala Yeji untuk dia bertahan di sana sementara menunggu kakak nya datang. Detik demi detik berlalu, Yeji melewati setiap detik yang datang dengan menahan kedinginan dan juga kelaparan. Yeji tidak bisa keluar untuk sekedar mencari makanan, dia sangat takut untuk dilihat oleh orang asing itu lagi. Pikirannya sudah sangat kacau, dia hanya menunggu kakaknya yang akan datang. 

Saat senja mulai datang, Yeji masih belum bisa menahan lapar di perutnya, dia terpaksa keluar dari persembunyiannya untuk mencari makanan. Dia tidak ingin berakhir mengenaskan di sini, tubuhnya sudah bergetar karena kedinginan ditambah lagi dia yang kelaparan. Dengan langkahnya yang sempit dia berjalan dengan sangat hati-hati. Hingga kakinya menapak di sebuah tanah dan dia bisa berjalan dengan biasa untuk mencari buah. Dia mengurungkan niatnya untuk memakan ikan mentah karena dia tidak melihat ada ikan di sekitar air terjun. 

Hutan itu mulai menggelap, Yeji masih berusaha mencari makanan. Setelah dia mendapatkan buah apel dan juga beberapa buah persik dia masih merasa kurang dan akan menyisakan beberap untuk kakaknya yang akan datang. Yeji berjalan kembali dengan membawa beberapa buah apel, tapi yang dia lihat sangat mengejutkan. Seseorang dengan menggunakan baju serba hitam membuatnya melangkah mundur, mengurungkan niatnya untuk kembali ke dalam gua itu. 

Yeji berlari ke dalam hutan untuk menghindari orang itu, tapi orang itu berlari layaknya angin yang menyapu dinginnya malam. Yeji tidak mau kalah begitu saja, dia tetap berlari dengan tidak tentu arah untuk mengecoh orang yang mengejarnya. Enth itu hantu atau bukan tapi di pikiran Yeji yang jelas orang itu bukanlah manusia. 

Kakak, tolong aku

Di setiap langkahnya dia memanggil kakaknya namun tidak ada tanda-tanda kakaknya akan datang. Yeji yang sudah ketakutan setengah mati hanya bisa berpasrah jika nanti dia akan tertangkap. Langkah Yeji semakin melambat dan orang yang di belakangnya sudah semakin mendekat, Yeji tidak ada pilihan lain selain menyerah. 

Apel-apel yang dibawanya sudah menghilang semua, Yeji mengabaikannya dan terus melangkah pergi. Kakinya sudah lecet dan penuh luka, dia tidak memperdulikannya bahkan tanah yang dia tapaki kini sudah sangat rapuh tidak pula dia rasakan hingga akhirnya tanah yang dipijaknya amblas dan membawanya terjatuh ke dalam jurang. 

Yeji menjerit sekencangnya dia terkejut dan juga takut, dia tidak bisa merasakan dirinya, sekitarnya sangat kabur. Di dalam hatinya dia hanya berdoa kakaknya akan baik-baik saja tidak peduli dengan dirinya sendiri. Dia tidak bisa merasakan dirinya dan dia piki dia akan mati dalam beberapa menit lagi. 

Kakak, aku menyayangimu

Seketika semuanya gelap, Yeji merasakan berat di kedua matanya. Tidak bisa menahannya lagi, perlahan Yeji mulai kehilangan kesadarannya dan menutup matanya dengan sempurna.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jan 03 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

7VampiresCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang