[26] Pure Vampire

20 4 0
                                        

Tatapan mereka bertemu, antara Sunghoon dan juga Jungwon. Sunghoon berusaha mengendalikan Jungwon namun sama sekali tidak berpengaruh. Jungwon sangat asing dan tidak bisa dia kendalikan. Sunghoon tidak ada pilihan lain, dia berjalan menjauh dari Jungwon. Percuma saja langkah Jungwon lebih cepat daripada Sunghoon. 

Yeji merasakan adanya guncangan saat kakaknya berusaha melarikan diri pun terbangun dari tidurnya. Tidak hanya guncangan saja tapi hawa dingin yang semakin lama menusuk ke tulangnya membuatnya terbangun. Yeji memperhatikan sekelilingnya dan semuanya terasa asing. 

"Kak, kita kemana?"tanya Yeji.

Sunghoon tidak menjawabnya, dia hanya diam dengan mempercepat langkahnya. Sunghoon kembali terdiam saat di depannya sudah ada Jungwon yang menghadangnya. Sunghoon memutuskan untuk menurunkan Yeji, dia akan melawannya untuk kali ini. 

"Yeji, jangan jauh-jauh dari Kakak."

Yeji mengingat ucapan kakaknya, dia hanya diam saja di tempat melihat Sunghoon yang menghampiri Jungwon. Tatapan Jungwon terus tertuju pada Sunghoon. Bahkan setelah dia melepaskan Yeji yang menjadi sasaran tetaplah dirinya. Sunghoon mulai menyadari bahwa tujuan bukanlah untuk mengambil Yeji tapi untuk menghabisinya. 

Jungwon melayangkan pukulan kepada Sunghoon namun masih bisa Sunghoon tahan. Sunghoon membalasnya dengan menendang perut Jungwon. Di mata Sunghoon, yang ada di hadapannya ini bukanlah Jungwon. Mereka saling melayangkan pukulan hingga membuat Sunghoon terjatuh. Hampir saja Jungwon akan melukainya tapi Sunghoon dengan sigap berdiri dan menendang kepala Jungwon membuat Jungwon terjatuh ke belakang. 

Tidak ada senjata, mereka hanya menggunakan tangan kosong. Jungwon berdiri menghampiri Sunghoon walau dia sudah tidak berdaya. Tujuannya sama sekali belum terpenuhi.

Sunghoon melayangkan pukulan dengan sangat keras hingga membuat Jungwon benar-benar terjatuh dan diam. Sunghoon segera berlari ke arah Yeji, beruntungnya Yeji masih ada di sana. Sunghoon membawa Yeji pergi dari tempat itu tanpa memperdulikan Jungwon yang terkapar di tanah.

Sunghoon dan Yeji berlari cukup jauh dari tempat itu, hawa dingin dan juga embun yang membasaki kaki mereka menajdi teman setia bagi mereka. Yeji hampir saja terpeleset jika dia tidak menggenggam tangan kakaknya dengan erat. Sunghoon menggenggam tangan Yeji dengan sangat erat, dia tau ini adalah situasi yang berbahaya dan yang ada di pikirannya sekarang adalah membawa Yeji ke jalan raya dan pulang. Tapi pada kenyataannya mereka berjalan menjauh dari jalan raya. 

Langkah mereka kembali terhenti saat ada seseorang yang sudah menunggu di depan mereka. Seseorang yang tinggi dengan tatapan yang tidak jauh berbeda dari Jungwon. Yeji bersembunyi di belakang Sunghon guna mengubur rasa takutnya, setidaknya masih ada Sunghoon yang akan menjaganya. 

Orang itu adalah Riki, dia memiliki mata yang berwarna jingga sama dengan Jungwon. Tatapan mereka kembali bertemu, tatapan ini membuat Sunghoon sedikit terancam. Sunghoon menyentuh tangan Yeji perlahan. Yeji menatap Sunghoon seakan menanyakan apa maksud dari Sunghoon. 

"Lari, jangan sampe mereka nemuin kamu. Kakak nanti susul kamu."

Tidak ingin banyak bertanya, Yeji langsung berlari meninggalkan Sunghoon. Sementara Sunghoon menghampiri Riki untuk menyelesaikan urusan mereka. Sunghoon memukul Riki telak di perut dan juga kepalanya sementara Riki lebih suka untuk melukai kaki Sunghoon. Entah dari mana datangnya tapi tiba-tiba Riki membawa sebuah kayu dan memukul kaki Sunghoon hingga Sunghoon terjatuh. 

Sunghoon tidak memiliki banyak waktu untuk menikmati rasa sakitnya, dia berdiri dan membalas pukulan du kakinya dengan pukulan di kepala Riki. Tapi tetap saja, Riki akan membalasnya dengan pukulan di kaki Sunghoon. 

Hampir saja Sunghoon tumbangm, tapi di kepalanya dia mengingat Yeji yang harus dia jemput untuk pulang. Sunghoon kembali bangun dengan sebilah kayu di tangannya dan membalas pukulan demu pukulan yang dilayangkan oleh Riki. Sunghoon segera menghindarkan kakinya saat Riki hendak memukulnya, dengan cepat Sunghoon memukul tengkuk Riki hingga Riki jatuh tersungkur. 

Sunghoon memukul kembali kepala Riki hingga tidak ada pergerakan dari Riki. Sunghoon kembali berjalan meski dengan kakinya yang sakit, dia mengikuti langkah kaki Yeji dan berharap Yeji akan baik-baik saja. Tapi harapannya itu sepertinya harus dia urungkan karena kini Jongseong berdiri di hadapannya. 

Bugh

Suara itu adalah pukulan yang Jongseong layangkan telak ke wajah Sunghoon membuat Sunghoon langsung terjatuh dengan sekali pukulan. Sunghoon tidak bisa melawan dengan keadaannya yang seperti ini. Dia merasa pening yang menguasainya, dia tidak bisa menahan matanya yang mukai memberat. 

Yeji, tunggu kakak

Setidaknya dia berusaha, atau tidak sama sekali. 

Sunghoon membuka matanya lebar-lebar, enggan membiarkan matanya tertutup barang sedetik saja. Sunghoon berdiri, dia tidak akan kalah hanya dengan satu pukulan. Sunghoon melayangkan pukulan kepada Jongseong yang langsung ditangkis oleh Jongseong, tidak sampai aitu Sunghoon juga memberikan tendangan yang membuat Jongseong mundur beberapa langkah. Jongseong dengan mata jingga nya tidak akan pernah terima jika dirinya kalah, dia akan terus menyerang Sunghoon. 

Sudah lama Sunghoon menahan berbagai serangan yang diberikan oleh Jongseong. Dia benar-benar sudah tidak bisa menahan dirinya sendiir ini sudah berada di luar batasnya. Sunghoon bisa melihat dengan kedua matanya Jongseong yang menatapnya dengan bengis dan juga dua orang yang berdiri di belakang Jongseong. 

"Jae?"ucap Sunghoon sebelum akhirnya dia kehilangan kesadarannya. 

Jongseong memastikan kalau Sunghoon sudah benar-benar tidak sadar danmeminta Heeseung dan Jaeyun untuk membawanya. Mereka pun akhirnya membawa Sunghoon kembali ke rumah itu. Rumah yang sudah berusaha dijauhi oleh Sunghoon. 

Kedua mata Sunghoon terbuka, dia bisa melihat ada Heeseung dan juga Jaeyun yang ada di hadapannya. Sunghoon tidak bisa melakukan banyak pergerakan karena dia diikat di sebuah tiang yang ada di dalam rumah itu. Sunghoon menatap mata Jaeyun, sama saja matanya jingga dan Sunghoon tidak bisa mengambil alih mereka. 

Aku ini benar vampir murni atau bukan?

Pertanyaan itu selalu muncul di kepala Sunghoon hingga membuatnya pusing. Sunghoon bisa merasakan kedinginan di ruangan ini karena tidak ada apapun yang terjadi mereka semua diam seperti patung. Pandangan Sunghoon justru tertuju pada pintu yang baru saja terbuka. Itu adalah Sunoo yang membuka pintunya, dengan wajahnya yang penuh kesenangan dan juga wajah yang menghina Sunghoon. 

"Lo pikir lo bisa kalahin gue? Ayolah, masa vampir murni gini aja udah nyerah,"ucap Sunoo membuat Sunghoon semakin geram. 

"Lo ngga usah lakuin apapun. Diem aja, lagiangue ngga bakal macem-macem sama adik lo."

"Apa yang lo mau dari adik gue?"tanya Sunghoon membuat Sunoo tertawa dengan begitu keras. 

"Gue?" Sunoo nampak berpikir dan mendekatkan wajahnya kepada Sunghoon. "Gue mau hatinya,"jawab Sunoo membuat Sunghoon semakin ingin mencekiknya. 

"Lo ngga usah repot-repot bawa dia pergi dari gue, nanti juga balik ke gue." Sunoo menatap Jaeyun dan juga Heeseung. "Habisin dia di sini, gue muak liat dia."

Sunoo tersenyum melihat Sunghoon sebelum akhirnya dia pergi meninggalkan ruangan itu. Sunghoon menatap Sunoo dengan tatapan dendam dan juga penuh amarah. 

"Yak. jangan berani-beraninya lo deketin dia. YAK!!"

7VampiresTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang