[4] Who's The Vampire?

447 34 8
                                        

"Maaf kak."

"Udah ngga papa, makan dulu."

Kini Sunghoon sedang menyuapi adik kecilnya itu. Setelah dia kembali dari perkemahan dia segera memeriksa keadaan Yeji, demamnya sangat tinggi membuat Sunghoon khawatir.

"Kamu kenapa bisa kaya gini? Kangen kakak ya kan?"

"Bukan."

"Eum?"

Yeji belum bisa memberitahukan apa yang sebenarnya terjadi kepada Ibunya. Dia tidak ingin membuat semua orang khawatir, mungkin itu hanya orang iseng.

Sampai sekarangpun dia masih menyimpan rahasia itu sendirian. Dia tidak akan memberitahukan siapa-siapa.

"Iya kangen kakak."

"Emang kakak ngangenin,"ucap Sunghoon.

Yeji terkekeh geli mendengar penuturan Sunghoon yang terkesan sebagai pemaksaan baginya. Dia hanya membiarkan saja kakaknya ini terus mengoceh, menasehatinya karena dia teledor menjaga kesehatannya sendiri.

"Kak, udah."

"Sedikit lagi, ngga mau minum obat ha?"

"Kakak juga makan."

"Kakak udah makan."

"Bohong."

"Beneran."

"Bilangin Mama."

"Udah makan Yeji, udah ah. Kakak ke bawah dulu. Diminum obatnya, tidur."

Sunghoon membawa piringnya keluar dari kamar Yeji dan membawanya ke dapur. Sedangkan Yeji memperhatikan Sunghoon yang menghilang di belakang pintu.

Yeji merasakan ada yang aneh dari Sunghoon.

"Kakak makin pucet aja, tangannya tadi juga dingin banget."

Sunghoon menata kembali piring yang sudah dia cuci. Membasuh tangannya perlahan, dia mulai membalikkan tubuhnya untuk kembali ke kamar. Tapi dirinya dikejutkan dengan berita di tv yang sedang ditonton oleh Mama nya itu.

Ada pembunuhan lagi?

Sunghoon tidak habis pikir, bagaimana bisa ada kasus yang sama dan polisi tidak bisa memecahkan kasus itu walau sudah banyak kasus terjadi. Seharusnya polisi bisa menyelesaikannya dengan benar.

Mengingat kejadian itu ada di berbagai daerah dan juga dilakukan penyelidikan oleh polisi setempat, seharusnya sudah lama kasus ini terpecahkan.

Tapi jawaban yang diberikan polisi itu sama saja. Ini semua ulah 'vampir'.

Tidak masuk akal.

Sunghoon kembali ke kamarnya untuk merebahkan tubuhnya yang mulai lemas. Dia tidak tau lagi harus berbuat apa kecuali kembali menahan haus yang amat sangat.

"Mereka mati karena tuduhan digigit vampir, terus Jaeyun yang digigit sama vampir ngga sampe dikabarin mati. Bahkan dia bisa hidup jadi vampir. Kenapa aneh?"

Banyak pertanyaan yang muncul dibenak Sunghoon. Tapi semuanya sia-sia, dia tidak memiliki tempat dimana dia harus bertanya.

"Kak, Mama mau keluar dulu, titip adek ya."

"Iya."

.
.
.

"Kak, takut."

"Kakak kenapa?! Kak!"

"Kakak jangan kaya gini kak please!"

7VampiresTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang