Sunghoon tidak memiliki celah untuk bergerak. Sunoo berjalan ke atas, menghampiri Sunghoon. Seketika Jungwon, Riki, Jongseong dan Jaeyun pun berjalan menjauh dari mereka berdua. Sunoo mendorong Sunghoon dari tangga, dengan langkahnya yang penuh ambisi Sunoo menghampiri Sunghoon dan menendangnya.
Sunghoon yang masih belum memahami keadaan merasakan sakitnya terjatuh dan juga sakit di perutnya karena tendangan itu. Sunoo menarik rambut Sunghoon, memberikannya pukulan telak di wajah Sunghoon.
"Enak dipukul?"tanya Sunoo.
Sunoo melepaskan Sunghoon, berjalan naik ke tangga yang sudah dijaga oleh Heeseung tapi sayangnya Sunghoon tidak mudah menyerah. Dengan sekali tarikan, Sunoo terhuyung ke belakang dan terjatuh. Sunghoon tidak menyia-nyiakan kesempatannya, dia memukuli Sunoo bahkan menginjak Sunoo. Tapi seketika badannya kaku, dia tidak bisa merasakan tubuhnya. Sunoo berdiri sembari membersihkan bajunya. Dengan seringai yang menyeramkan itu, Sunoo menatap mata Sunghoon.
Hei Park Sunghoon, cekik lah dirimu sendiri.
Tanpa ada celah, Sunghoon mencekik dirinya sendiri seakan-akan dia dikendalikan oleh Sunoo. Hal itu membuat Sunoo tertawa keras hingga bergema di seluruh penjuru rumah. Sunghoon yang menyadari itu berusaha menarik tangannya sendiri tapi cekikan itu justru makin keras.
"Lo tau ngga sih? Mereka vampir bisa dikendalikan sama vampir yang dulu gigit dia,"ucap Sunoo berjalan menghampiri Sunghoon.
"Tapi ada juga yang bisa ngendaliin orang lain, tapi itu vampir kelas atas,"lanjut Sunoo.
"Dan lo tau apa? Lo itu vampir yang gue gigit, dan gue juga vampir kelas atas." Seringai itu semakin jelas terlihat, membuat Sunghoon tidak bisa berkutik. Tidak ada yang bisa dia lakukan dia benar-benar membeku.
"Mau tau siapa yang gue gigit? Ah, ngga usah lah ya lo udah tau siapa haha. Lo harusnya nurut sama gue, kaya Jongseong nurut sama Heeseung.."
Sialan gila.
"Terimakasih."
Tatapan mata Sunghoon sangatlah tajam, dia memberikan tatapan kebencian yang sangat menusuk untuk siapapun, tapi tidak dengan Sunoo. Itu justru terlihat seperti seekor anjing kecil yang manis. Dengan senyumannya itu, Sunoo meninggalkan kekacauan di bawah, berjalan menuju kamar dan memasuki kamar yang ditempati oleh Yeji.
Sunghoon menutup matanya keras merasakan cekikan di lehernya mulai mengeras. Dengan perlahan dia memenangkan dirinya untuk tidak panik dan mulai mengendalikan dirinya sendiri. Tetap saja dia tidak bisa melepaskan dirinya sendiri, dia masih terperangkap oleh dirinya sendiri.
Kakak..
Suara itu, sangat familiar untuk Sunghoon. Yeji membutuhkan bantuannya. Entah apa yang akan dilakukan Sunoo di atas sana, dia harus menyelamatkan Yeji secepatnya. Dengan tekatnya yang kuat, dia bisa melepaskan cekikan di lehernya. Tapi kini kakinya yang masih terasa kaku tidak bisa dia kendalikan. Semakin dia berusaha dia semakin terpaku di sana.
Sunghoon menatap sekitarnya, Jaeyun sama sekali tidak mau membantunya. Lebih tepatnya dia tidak bisa melakukan apapun, seakan dia tidak sadar. Heeseung masih memperhatikan Sunghoon dari atas, seakan siap menyerang Sunghoon kapanpun dia akan bergerak. Sudah tidak ada cara lain untuk Sunghoon, dia benar-benar terperangkap, dia tidak akan bisa bebas dari sini.
Aku hanya ingin menyelamatkan adikku, tolong bantu aku..
Tidak ada yang bisa membantunya.
Suara gemuruh terdengar dari kamar atas, pintu terbuka dengan keras menampakkan Yeji berlari dengan gaunnya itu. Sunghoon terdiam sejenak memastikan itu benar adiknya atau bukan. Yeji berlari menghindari Sunoo tapi sayangnya Heeseung ikut menahannya.
"Yeji!"
"Kakak! Tolong aku!"
Terlihat Sunoo yang mengeluarkan kedua taringnya, Sunghoon tidak akan membiarkan Yeji dimangsa oleh orang itu. Dengan tekatnya yang semakin keras, dengan sekali tarikan keras kakinya bisa terangkat dan tubuhnya seketika melemas tidak sekaku tadi. Sunghoon berlari saat Jongseong hendak menahannya.
Sunghoon berlari ke atas, melewati Heeseung dan meraih Yeji. Sunghoon melindungi Yeji di belakangnya. Genggaman erat di tangan Sunghoon membuat Sunghoon merasakan ketakutan yang Yeji rasakan. Sunghoon menatap Sunoo telak, dia sudah membuat adiknya ketakutan bahkan membawa adiknya pergi.
Sunoo terkekeh pelan, "kasih dia ke gue, sekarang."
"Siapa lo?"
Park Sunghoon, kasih dia ke gue..
"Gue ngga takut sama lo,"jawab Sunghoon membuat Sunoo menggertakkan giginya.
"Oke, lo mau cara yang kasar? Boleh."
Heeseung menghampiri Sunghoon, memukul wajah Sunghoon dengan keras membuat Sunghoon sedikit oleng. Yeji menahan tubuh Sunghoon agar tidak terjatuh. Sunghoon menatap Heeseung.
"Mundur,"bisik Sunghoon kepada Yeji.
Yeji berlari mundur, memperhatikan kakaknya yang sedang menyerang Heeseung. Dengan hitungan detik, Riki dan Jungwon pun sampai di atas membantu menyerang Sunghoon. Sungguh tidak adil, satu lawan tiga? Yeji khawatir dengan kakaknya, tapi sepertinya kakaknya baik-baik saja dengan itu.
Sunghoon terus melawan setiap serangan hingga akhirnya dia terjatuh karena seseorang memukul dadanya, entah Heeseung, Riki atau Jungwon. Mereka menyerang secara membabi buta mengingat ada celah untuk mengalahkan Sunghoon.
"Yak! Menjauh dari kakak!"teriak Yeji mengalihkan perhatian Sunoo.
Sunoo yang awalnya menikmati pertunjukkan itu justru berjalan meninggalkan tontonannya dan menghampiri Yeji. Sudah tidak ada jalan lagi untuk Yeji berlari, dia hanya bisa diam di sana. Sunghoon berusaha melepaskan dirinya dari serangan ketiga orang yang sedang kalap itu tapi tetap tidak bisa.
Kak Jae tolong aku..
"Dia ngga bisa nolong kamu.. liat, karena kamu ngga mau nurut kakak kamu mati kan,"ucap Sunoo dengan nada sedihnya.
"Jaga mulut kamu!"
"Kenapa? Bener kok dia ma-"
Belum sempat Sunoo menyelesaikan ucapannya, dia terjatuh karena Jaeyun menendang punggungnya. Jaeyun mencekik Sunoo dengan keras sampai Sunoo mencengkram tangan Jaeyun. Seakan-akan dia memiliki dendam yang sangat besar, Jaeyun mencekik Sunoo dengan sangat keras. Tapi semua itu tidak bertahan lama saat Jongseong menarik Jaeyun menjauhi Sunoo.
Jaeyun memberikan perlawanan saat Jongseong mengganggunya. Dia memberikan Jongseong pukulan keras di wajahnya dan dibalas dengan pukulan juga. Pertengkaran tidak bisa dielakkan. Sunoo yang sudah bebas itu berdiri, menghampiri Yeji.
"Kamu ngga bisa lari dari aku."
"Aku benci kamu."
"Aku juga cinta kamu."
Sunoo terhuyung saat sebuah tangan menariknya dengan begitu keras. Sunghoon terkekeh melihat Sunoo yang kebingungan. Sunoo memberikan perintah kepada yang lain dan tidak ada satupun diantara mereka yang mendengarkannya.
"Kalian kenapa?! Bantuin gue!"
"Yak, Lo lupa ada vampir bawah sama vampir atas, dan lo lupa dia atas vampir atas masih ada vampir murni,"ucap Sunghoon dengan senyumannya.
Jauhin dia dari adik gue.. buang dia jauh-jauh
Heeseung menarik Sunoo, mendorongnya masuk ke dalam pintu kamar dan menutup pintunya dengan keras. Jongseong mengunci pintunya setelahnya mereka menatap Sunghoon dengan tatapan yang tidak bisa diartikan, mereka seakan menunggu instruksi darinya.
Sunghoon menghilangkan pengaruhnya, mereka semua kembali normal. Sunghoon tersenyum memeluk Yeji dengan begitu erat. Seandainya sejak lama dia tidak takut dan ingin mengakuinya, dia adalah yang terkuat di sini. Dia bisa melakukannya, bukan hanya vampir kelas atas itu saja.
"Kakak."
"Ngga papa, kakak di sini."
•••
KAMU SEDANG MEMBACA
7Vampires
VampirosSunghoon yang hidup dalam keluarga bahagia dikejutkan dengan fakta bahwa dia memiliki sepasang taring tajam dan juga matanya akan merah menyala saat dia marah. Dia mencari tahu tentang apa yang terjadi dengannya namun kebenaran lainnya yang dia dapa...
