Hallo semuanya !!!
Kembali lagi sama aku Fresya
Maaf banget aku baru bisa up chapter terbaru di hari ini.
Karena aku ada banyak urusan yang perlu aku beresin dulu
Jadi sebagai permintaan maafku,
aku hari ini up 3 chapter
Ini up yang ke 2 ya
semoga kalian suka dan selalu dukung aku ya!!!
Selamat membaca!!!
*Ingat ini hanya cerita fiksi*
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Setelah mereka berjalan meninggalkan pedagang itu,
Freya dan Marsha menikmati udara segar di sekitar mereka.
Mata mereka terpesona oleh keindahan kebun teh yang terbentang luas di samping jalan yang mereka lalui.
Marsha, dengan semangatnya yang tak terbendung, mengajak Freya untuk menjelajahi desa yang mereka lewati.
"Freya, gimana kalo kita berkeliling desa ini? Aku yakin kita bakal nemuin banyak hal menarik!" ucap Marsha, matanya berbinar-binar.
Freya tersenyum, terbawa semangat Marsha.
"Tentu, itu bakal jadi pengalaman yang menyenangkan. Apa yang ingin kita lihat pertama kali?" ucap freya
Marsha menunjuk ke arah sungai yang mengalir di tengah desa.
"lihat kesana fre! Anak-anak desa kayanya lagi berkumpul di sungai itu. Sepertinya mereka lagi bermain sesuatu disana" ucap marsha
"ayo kesana fre" ajak marsha sambil menarik tangan freya
Freya tersenyum lebar.
"Itu terdengar menyenangkan. ayo kita pergi melihat mereka." jawab freya
Mereka berdua berjalan menuju sungai, melalui jalan-jalan desa yang ramai.
Ketika mereka tiba di tepi sungai, mereka melihat anak-anak desa yang bersemangat bermain di air yang jernih.
Terdengar tawa riang mereka yang mengisi udara.
Freya menatap pemandangan itu dengan senyum mengembang di wajahnya.
"Ini sangat damai. Terima kasih udah ajak aku ke sini, Marsha."
Marsha tersenyum puas.
"Sama-sama Freya. Aku senang sekali bisa berbagi pengalaman ini denganmu freya." jawab marsha ddengan penuh senyum terpancar di mukanya
Mereka berdua kemudian duduk di tepi sungai, menikmati momen damai itu bersama, sambil mengamati kebahagiaan anak-anak desa yang tak terbatas.
Saat mereka duduk di tepi sungai,
KAMU SEDANG MEMBACA
When We First Met (Fresha)
RomanceDi kebun teh yang megah, di antara barisan hijau yang tak berujung, sebuah pertemuan tak terduga terjadi. Seorang lelaki muda, dengan matanya yang dipenuhi oleh keingintahuan dan hatinya yang dipenuhi oleh mimpi-mimpi, tersesat di antara pohon-pohon...
