Hallo semuanya !!!
Kembali lagi sama aku Fresya
kayanya enak buat up dadakan
Ciee yang nungguin wp ini Update
Semoga kalian suka dengan chapter ini!!!
Jangan lupa vote dan komen ya!!!
Selamat membaca!!!
***
Masa orientasi siswa (MOS) di SMA 48 International School selalu penuh dengan kejutan dan kenangan.
Para murid baru menjalani serangkaian kegiatan yang tak hanya memperkenalkan mereka pada lingkungan sekolah, tapi juga membentuk hubungan yang erat di antara mereka.
Tahun ini, Kelompok Jepang berhasil menjadi juara umum, mengalahkan kelompok lainnya dalam berbagai lomba yang diadakan selama MOS.
Meski kemenangan dirayakan dengan suka cita, beberapa anggota kelompok ini, Freya, Zee, dan Chris, harus menghadapi teguran dari Chika, kakak mereka yang juga merupakan anggota OSIS.
Teguran itu membuat mereka sedikit tertekan, namun mereka memutuskan untuk tetap merayakan kemenangan dengan karaokean.
Setelah acara penutupan MOS, mereka berencana pergi ke tempat karaoke untuk melepas penat dan bersenang-senang.
Namun, perjalanan mereka menuju tempat karaoke ini tidak berjalan mulus.
Konflik tak terduga terjadi saat mereka tiba di tempat karaoke dan harus menghadapi petugas yang meragukan kemampuan mereka untuk membayar ruangan VIP.
Ketegangan meningkat, namun keberanian Chika dan kejutan dari manager tempat karaoke tersebut membawa mereka pada pengalaman yang tak terlupakan.
*Di tempat karaoke, setelah acara penutupan MOS*
Petugas melihat Chika dan anak-anak yang lain dengan skeptis
"Maaf kak, untuk VIP ada di harga yang mahal, bagaimana saya kasih ruangan biasa saja."
Chika dengan nada tegas
"Maksudnya gimana ya, mas! Saya pesan ruangan yang VIP, tapi kok malah dikasih yang biasa?"
Petugas menjadi agak kasar dengan membesarkan volume suaranya
"Kalian emangnya punya duit buat pesan ruangan VIP? Masih pelajar aja udah belagu."
Chika berbicara dengan kondisi marah dan nada yang begitu tegas.
Disaat Chika sedang berbicara dengan petugas tersebut, yang lainnya asyik menunggu di ruang tunggu
"Ehh fre, bukannya ini tempat pu.."
Mulut Adel dengan sigap ditutup oleh tangan Freya
"Lu mending diem del, gw nggak mau yang lain tau"
"Tau apa fre?" tanya Marsha yang sedari tadi penasaran dengan topik pembicaraan Adel dan Freya
"E..ehh ini sha, tau kalo si lulu tadi abis cepirit di celanannya." jawab Freya
"Loh ko g.."
Dengan sigap Adel menutup mulut lulu dan berkata
"Nah bener tuh kata Freya, anak ini tadi abis cepirit gara - gara makan yang pedes"
"Ohh gitu ya.."
"Marsha sini...." panggil Muthe dari jauh
"Iyaa sebentar Muthe"
KAMU SEDANG MEMBACA
When We First Met (Fresha)
RomantikDi kebun teh yang megah, di antara barisan hijau yang tak berujung, sebuah pertemuan tak terduga terjadi. Seorang lelaki muda, dengan matanya yang dipenuhi oleh keingintahuan dan hatinya yang dipenuhi oleh mimpi-mimpi, tersesat di antara pohon-pohon...
