Siapa dia?

1K 118 4
                                        

Hallo semuanya !!!

Kembali lagi sama aku Fresya

kayanya enak buat up dadakan

Ciee yang nungguin wp ini Update

Semoga kalian suka dengan chapter ini!!!

Jangan lupa vote dan komen ya!!!

Selamat membaca!!!

***

Freya diam sejenak, meskipun dia biasanya tak terlalu peduli soal cinta, entah kenapa ketika berurusan dengan Marsha, ada sesuatu yang membuatnya lebih terbuka dan nyaman. 

"Oke deh" jawabnya setengah ragu tapi menyerah pada dorongan kakaknya.

Ia pun mendekati Marsha dan berkata dengan nada yang lebih lembut, 

"Marsha, mau main di Timezone dulu nggak? Kita bisa nunggu mereka belanja sambil main."

Marsha, yang memang sudah lama menyukai Freya, merasa jantungnya berdebar kencang. Walau Freya biasanya dingin, tapi ketika mereka berdua, Marsha selalu bisa merasakan sisi berbeda dari Freya yang lebih hangat. 

"Boleh banget, Fre," jawabnya dengan senyum lebar, 

"Tapi... aku izin dulu sama Mama ya."

Freya mengangguk, dan Marsha segera meminta izin kepada Indah, 

"Mama, boleh nggak aku main dulu sama Freya di Timezone?"

Indah yang menyadari betapa senangnya Marsha saat bersama Freya, tersenyum lembut. "Boleh, tapi jangan lama-lama ya."

Dengan hati penuh semangat, Marsha kembali menghampiri Freya. 

"Ayo" ajaknya penuh antusias.

Freya, yang melihat Marsha begitu senang, tersenyum tipis lalu menggenggam tangan Marsha. Keduanya pun berjalan menuju Timezone, meninggalkan Chika yang tertawa kecil di belakang mereka.

Shani dan Indah yang melihat kebersamaan anak-anak mereka hanya bisa tersenyum penuh nostalgia. 

"Mereka ngingetin kita dulu, ya?" kata Shani sambil terkekeh kecil.

Indah tertawa pelan, "Iya, mereka persis kayak kita waktu muda."

Di dalam Timezone, Marsha berdiri menunggu Freya yang sedang mengurus kartu permainan di kasir

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Di dalam Timezone, Marsha berdiri menunggu Freya yang sedang mengurus kartu permainan di kasir. 

Suasana ramai dengan suara mesin permainan yang berdering, anak-anak tertawa, dan orang-orang sibuk di berbagai wahana. 

Namun, entah kenapa, Marsha merasa seperti ada yang mengawasinya. Perasaan itu membuatnya gelisah. Ia mencoba melihat sekeliling, mencari siapa atau apa yang membuatnya merasa seperti itu, namun tidak menemukan siapa pun yang mencurigakan.

Ketika Marsha sedang memutar-mutar pandangannya, Freya datang dengan kartu permainan di tangan. 

"Marsha, lagi liatin apa kamu?" tanya Freya sambil mengerutkan dahi, penasaran.

When We First Met (Fresha)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang