Hallo semuanya !!!
Kembali lagi sama aku Fresya
kayanya enak buat up dadakan
Ciee yang nungguin wp ini Update
Semoga kalian suka dengan chapter ini!!!
Jangan lupa vote dan komen ya!!!
Selamat membaca!!!
***
Pagi di rumah keluarga Natio selalu dimulai dengan kehangatan dan keceriaan. Namun, kejadian pagi ini membawa Freya pada momen yang akan Freya kenang sepanjang hidupnya.
Meskipun kejadian itu adalah hal yang sangat menegangkan bagi dirinya.
---
Ketika pelayan tersebut sudah menjauh, Freya lalu teringat bagaimana ia bisa menaruh pakaian itu ke dalam kamar tersebut.
Sementara sebelumnya, ia sudah diingatkan oleh Marsha agar tidak masuk ke dalam kamar saat dirinya sedang siap-siap.
Freya bingung dengan apa yang akan ia lakukan saat ini. Ia berusaha memikirkan cara agar bisa menaruh pakaian tersebut tanpa ketahuan oleh Marsha.Freya dengan berani membuka pintu kamar tersebut dengan pelan agar tidak terdengar oleh Marsha.
Saat pintu itu terbuka sedikit, ia mendengar suara nyanyian dari dalam kamar mandi. Ia tahu kalau Marsha saat ini sedang sibuk dengan mandinya, lalu dengan cepat ia membuka pintu dan berjalan dengan hati-hati agar tidak ketahuan.
Ia berjalan pelan sambil melihat ke bawah agar tidak menyebabkan bunyi yang tidak diinginkan, dan sesekali juga ia melihat ke arah pintu kamar mandi yang tertutup memastikan kalau Marsha belum keluar dari sana.
Akhirnya, Freya sampai di dekat kasur dan menaruh pakaian seragam tersebut di atas kasur. Saat pakaian tersebut ditaruh, terdengar pintu kamar mandi yang akan terbuka. Freya dengan reflek yang cepat langsung pergi ke bawah kasur agar tidak ketahuan oleh Marsha.
Saat ia berada di bawah kasur, ia melihat ke arah pintu keluar yang lupa ia tutup.
"Bodoh banget gw, mana tuh pintu belum ditutup sama gw" batin Freya.
Marsha berjalan keluar dari kamar mandi dengan memakai handuk yang diikatkan di tubuh dan kepalanya.
Marsha sedikit terkejut melihat pintu kamar yang sudah terbuka.
"Loh, pintunya kok kebuka?" heran Marsha.
Ia lantas melihat sekeliling kamar, dan melihat ada seragam miliknya tergeletak di atas kasur.
Ia pun berpikir kalau ada pelayan yang membawa pakaiannya ke sini, dan lupa tidak menutup pintu tersebut.
Marsha lantas berjalan menuju pintu dan menutupnya, lalu berjalan kembali ke arah kasur.
Freya yang melihat satu-satunya jalan keluarnya itu ditutup, mencoba tetap diam sambil berpikir cara untuk keluar tanpa ketahuan oleh Marsha.
"Sial banget gw pagi nii, mana pintunya yang buat jalan keluar gw sekarang udah ditutup sama Marsha" batinnya.
Freya berusaha tetap diam tanpa menyebabkan bunyi apapun di bawah kasur. Marsha yang sudah berdiri dekat kasur langsung melepas handuk yang ada pada tubuhnya.
Handuk itu jatuh ke lantai tepat di samping Freya.
"Duh, semoga gue nggak ketahuan" batin Freya.
Freya yang sedang berada di bawah kasur itu tidak sengaja melihat tubuh indah Marsha dari pantulan cermin yang berada di kamar tersebut dan ia langsung mencoba untuk tidak melihatnya dengan menutup matanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
When We First Met (Fresha)
RomanceDi kebun teh yang megah, di antara barisan hijau yang tak berujung, sebuah pertemuan tak terduga terjadi. Seorang lelaki muda, dengan matanya yang dipenuhi oleh keingintahuan dan hatinya yang dipenuhi oleh mimpi-mimpi, tersesat di antara pohon-pohon...
