Hallo semuanya !!!
Kembali lagi sama aku Fresya
kayanya enak buat up dadakan
Ciee yang nungguin wp ini Update
Semoga kalian suka dengan chapter ini!!!
Jangan lupa vote dan komen ya!!!
Selamat membaca!!!
***
Malam telah berganti menjadi pagi. Setelah begadang hingga larut bermain game bersama Adel, Lulu, Zee, dan Chris, Freya akhirnya bisa menikmati beberapa jam tidur yang sangat dibutuhkannya.
Namun, seperti biasanya, rutinitas pagi tidak pernah menunggu, dan dia pun terbangun dengan perasaan sedikit lelah namun puas.
Freya menguap lebar sambil menggeliat di atas kasurnya. Matanya masih berat, namun dia tahu bahwa ada tugas yang menunggunya di bawah.
Dengan cepat, dia bangkit dari tempat tidurnya, merapikan diri, dan segera menuju dapur untuk membantu Shani, ibu mereka, menyiapkan sarapan bagi keluarga Natio.
Freya turun ke dapur dengan cepat untuk membantu Shani mempersiapkan sarapan bagi keluarga mereka. Aktivitas pagi ini selalu menjadi momen yang ia nikmati membantu ibunya di dapur sambil menikmati kehangatan keluarga.
Di dapur, aroma kopi dan roti panggang menyambutnya. Shani sudah bangun lebih awal, seperti biasa, dan sedang sibuk menyiapkan bahan-bahan untuk sarapan. Wajahnya memancarkan kehangatan seorang ibu yang selalu siap merawat keluarganya.
"Selamat pagi, Mah" sapa Freya dengan suara serak.
"Selamat pagi, nak. Bagaimana tidurmu tadi malam?" tanya Shani sambil memberikan senyum lembut.
"Capek, tapi lumayan nyenyak mah. Kita semalam main game sampai pagi, jadi agak telat tidur hehehe" jawab Freya sambil mulai membantu mengatur meja makan.
Shani hanya menggelengkan kepala sambil tersenyum.
"Kalian ini, selalu saja begadang kalo mau weekend tuh. Tapi syukurlah kamu masih bisa bangun tepat waktu buat bantu mamah."
Freya tertawa kecil dan melanjutkan tugasnya.
Satu per satu makanan diletakkan di atas meja, mulai dari roti panggang, telur orak-arik, sosis, hingga jus jeruk segar.
Sarapan sederhana namun penuh kasih sayang dari Shani selalu menjadi favorit keluarga.
Setelah semuanya siap, Freya tahu bahwa saatnya untuk menjalankan tugas selanjutnya.
Yaitu membangunkan saudara-saudaranya. Dia mulai dengan kamar Chika, kakak perempuannya yang paling tua. Dengan langkah ringan, Freya berjalan menuju kamar Chika dan mengetuk pintu sebelum membukanya.
"Kak Chika, udah pagi. Ayo bangun kak" sapa Freya sambil mengintip ke dalam kamar.
Namun, alih-alih menemukan Chika yang masih tertidur, Freya terkejut melihat kakaknya itu sudah rapi dan siap turun ke bawah.
"Eh, Kak Chika, udah bangun?" tanya Freya sedikit kaget.
Chika tersenyum dan mengangguk.
"Udah, Fre. Aku malah udah siap turun. Oh yaa kamu bangunin dek Michie sama dek Lily aja ya. Zee sama Chris biar urusan kakak" jawab Chika sambil mengedipkan mata.
Freya tertawa kecil dan mengangguk, lalu melangkah ke kamar adik-adiknya yang lain, Michie dan Lily.
Pertama, Freya menuju kamar Lily, adik bungsu yang selalu manja padanya. Dia mengetuk pintu dengan lembut dan membukanya perlahan.
KAMU SEDANG MEMBACA
When We First Met (Fresha)
RomanceDi kebun teh yang megah, di antara barisan hijau yang tak berujung, sebuah pertemuan tak terduga terjadi. Seorang lelaki muda, dengan matanya yang dipenuhi oleh keingintahuan dan hatinya yang dipenuhi oleh mimpi-mimpi, tersesat di antara pohon-pohon...
