Pencari masalah

2.9K 225 41
                                        

Hallo semuanya !!!

Kembali lagi sama aku Fresya

kayanya enak buat up dadakan

Maaf baru up karena banyak kesibukkan dadakan yang harus aku kerjain

Semoga kalian suka dengan chapter ini!!!

Jangan lupa vote dan komen ya!!!

Selamat membaca!!!

***

Kembali ke Anak-anak kelompok Jepang yang sedang berjalan kembali ke kelasnya untuk mengikuti kegiatan selanjutnya.

Anak-anak kelompok Jepang melangkah dengan riang di lorong kelas menuju ruang kelas mereka.

Suasana riang memenuhi lorong saat mereka bercengkrama satu sama lain.

Chris, dengan ekspresi bersemangat, berbincang-bincang dengan Muthe.

Sementara itu, Freya dengan penuh kehati-hatian menggendong Zee yang tertidur lelap di punggungnya.

Namun, semangatnya tetap membara karena Marsha setia menemani di sampingnya.

"Maaf ya sha, kamu jadi liat hal yang aneh hari ini" ucap freya

"gak apa apa ko, justru aku suka sama kelakuan kamu menurutku itu lucu dan gemesin" ucap marsha sembari tersenyum

Perkataan marsha membuat freya semakin semangat dan ia membalas senyuman itu dengan senyuman khas karamelnya yang jarang terjadi di depan orang lain.

Saat mereka melewati lorong kelas 11, tempat Gita dan Eril biasanya berada.

Seseorang perempuan cantik misterius menyita perhatian mereka.

Perempuan itu tampak terpesona melihat mereka , terutama pada Freya yang menggendong Zee.

Dengan senyuman misterius, perempuan itu berkata dalam hatinya

"Imut sekali, laki-laki itu. Pokoknya kamu harus menjadi milikku." batin perempuan itu sembari tersenyum.

Anak-anak kelompok Jepang melanjutkan perjalanannya, namun mereka dihadang oleh beberapa kakak kelas laki-laki yang berniat memberikan perkeloncoan kepada murid baru.

Untungnya, campur tangan dari anggota OSIS yang melihat hal tersebut segera menghentikan situasi tersebut sebelum menjadi lebih buruk.

"Makasih banyak ya kak" ucap ella menghela napas lega.

"Kalau nggak ditolong, bisa-bisa jadi gawat nih." ucap yori

"Ya, bener juga," sahut kathrin sambil mengangguk setuju.

Freya, dengan sedikit keringat di dahinya, menatap anggota OSIS dengan senyum.

Begitu pula dengan Chris dan Muthe yang juga ikut tersenyum.

sementara Olla, Onel dan Lulu berkata

"Terima kasih banyak kak!" ucap mereka secara bersamaan

Anggota OSIS itu tersenyum ramah.

"Sama-sama. aku di sini untuk membantu kalian semua agar aman di sekolah ini. Semoga tidak ada masalah lagi di kemudian hari ya." ucap dirinya sembari tersenyum

Setelah peristiwa itu, anak-anak kelompok Jepang akhirnya tiba di ruang kelas mereka.

Mereka duduk di tempat masing-masing, masih bersemangat dan ceria meskipun kejadian tadi sempat membuat mereka terganggu.

Mereka saling berbincang dan menunggu kedatangan Gita dan Eril, bersyukur bahwa mereka telah lolos dari masalah yang lebih besar.

Kelas dipenuhi dengan suara gemuruh anak-anak kelompok Jepang yang sedang asyik berbincang.

When We First Met (Fresha)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang