Bertemu sobat lama

1.1K 141 15
                                        

Hallo semuanya !!!

Kembali lagi sama aku Fresya

kayanya enak buat up dadakan

Ciee yang nungguin wp ini Update

Semoga kalian suka dengan chapter ini!!!

Jangan lupa vote dan komen ya!!!

Selamat membaca!!!

***

Kini, semua pria dari gerombolan itu terkapar, tidak ada satu pun yang tersisa untuk melawan atau kabur. Mereka semua dikalahkan oleh Shani dan Chika, yang tetap berdiri tegap tanpa terluka sedikit pun.

Shani merapikan rambutnya dengan tenang, lalu menoleh ke arah Chika yang juga baru saja selesai. "Bagus, nak. Mama tahu kamu bisa mengurus mereka," ucap Shani dengan senyum puas.

Chika hanya mengangguk sambil menghela napas pelan, meski dalam hati, dia masih terkejut melihat betapa mudahnya ibunya menghadapi situasi itu. "Terima kasih, Ma. Tapi, ini benar-benar lebih dari yang kukira," jawab Chika sambil menatap pria-pria yang tergeletak tak berdaya.

Shani hanya tersenyum tipis. "Kadang kita harus sedikit tegas, terutama kalau sudah menyangkut keselamatan keluarga."

Beberapa menit kemudian, suara sirine polisi terdengar dari kejauhan, diikuti oleh tim keamanan dari perusahaan Natio yang datang untuk mengamankan situasi. Semua gerombolan pencuri itu diborgol satu per satu dan dibawa pergi, tanpa ada yang berhasil kabur dari tangan Shani dan Chika.

*Flashback Off*

Setelah mendengar apa yang diceritakan oleh Chika, Freya sempat terdiam.

"Mama nggak apa-apa, Fre. Cuman seperti yang kamu lihat di sekitar..." Chika melirik pria-pria yang terkapar di lantai, beberapa dari mereka merintih kesakitan.

"Mereka semua dikalahin sama Mama."

Freya menelan ludah, sadar betapa luar biasanya kekuatan ibunya.

Ia sudah tahu bahwa Shani adalah seorang ahli bela diri, tetapi setiap kali menyaksikannya, rasanya tetap mengejutkan dan menyeramkan.

Tatapan Freya menajam, namun ia juga sedikit merasa lega.

"Mama memang luar biasa, gw aja nggak pernah sampe segininya" gumam Freya, lebih pada dirinya sendiri.

Freya kemudian melemparkan pria yang dibawanya ke arah yang acak.

BRAK!

Pria itu jatuh ke tanah, tak sadarkan diri.

Setelah itu, Freya menghampiri Shani yang sedang berbincang dengan pengelola pasar, ditemani oleh beberapa tim keamanan dari perusahaan Natio dan beberapa polisi. Wajah Shani tetap tenang dan penuh kendali, meskipun suasana pasar kacau.

Shani berbicara dengan nada yang tegas namun sopan.

"Saya akan bertanggung jawab atas semua kerugian yang terjadi di pasar ini" ucap Shani pada pengelola pasar yang tampak sedikit gugup.

"Tim keamanan dari Natio yang akan menangani urusan ganti rugi dan segala kerusakan yang terjadi."

Pengelola pasar mengangguk cepat.

Dia tahu siapa Shani sebenarnya, Shani adalah seorang istri dari pemilik perusahaan Natio, salah satu perusahaan terkaya di Indonesia bahkan di dunia saat ini.

"Baik, Bu Shani. Kami percaya dengan penanganan dari pihak Natio," jawabnya dengan nada hormat.

Setelah memastikan semuanya beres, Shani menoleh ke arah Freya dan Chika, lalu berkata dengan lembut,

When We First Met (Fresha)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang