Zoro Crypto

1.2K 121 12
                                        

Hallo semuanya !!!

Kembali lagi sama aku Fresya

kayanya enak buat up dadakan

Ciee yang nungguin wp ini Update

Semoga kalian suka dengan chapter ini!!!

Jangan lupa vote dan komen ya!!!

Selamat membaca!!!

***

Setelah serangkaian permainan yang dimenangkan oleh Freya, Marsha tampaknya masih belum menyerah. 

Dengan semangat yang masih membara, Marsha mendekati Freya dan berkata, 

"Fre, gimana kalo kita buat tantangan buat game terakhir kita ini? Tapi kali ini yang menang boleh minta sesuatu dari yang kalah."

Freya, yang sudah yakin akan kemampuannya, langsung setuju. 

"Oke boleh, tantangan apa aja. Aku siap sih."

Marsha tersenyum penuh misteri, seolah sudah merencanakan sesuatu. 

Dia berjalan ke sebuah permainan di sudut ruangan, sebuah mesin claw crane yang terkenal sulit untuk dimenangkan. 

Freya sedikit terkejut melihat pilihan Marsha

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Freya sedikit terkejut melihat pilihan Marsha. 

"Kamu yakin? Itu susah, lho sha."

Marsha hanya tersenyum penuh percaya diri. 

"Aku yakin sih, kali ini aku bakal menang dari kamu, fre!"

Permainan pun dimulai. Freya berdiri di samping, mengamati dengan tenang. Marsha mulai memanipulasi tuas dengan fokus, menargetkan boneka kecil berwarna pink yang ada di dalam kotak kaca itu. Setelah beberapa detik menyesuaikan posisi cakar, dia menekan tombol untuk menjatuhkannya.

Claw crane itu perlahan turun, mencengkeram boneka itu dengan hati-hati. Marsha menahan napas saat cakar itu terangkat kembali, membawa boneka tersebut menuju pintu keluaran. Tanpa diduga, cengkeraman itu kuat, dan boneka tersebut terjatuh dengan sempurna ke dalam kotak hadiah.

"Yes! Aku menang fre!" Marsha melompat kegirangan. 

Freya tertegun, kaget bahwa Marsha berhasil menang di permainan yang terkenal sulit itu. Marsha langsung memungut boneka itu dengan bangga dan berbalik menghadap Freya. 

"Fre, kamu harus pegang janji kamu. Kamu kalah, kan?"

Freya, yang meski terkejut tapi tetap memegang kata-katanya, tersenyum kecil. 

"Iya, aku kalah. Jadi, apa yang kamu mau,sha?"

Marsha tidak menjawab secara langsung. Dia malah menggenggam tangan Freya dengan lembut dan menariknya ke suatu tempat. Freya sedikit bingung tapi mengikuti saja, bertanya-tanya apa yang ada di benak Marsha. 

When We First Met (Fresha)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang