Hallo semuanya !!!
Kembali lagi sama aku Fresya
kayanya enak buat up dadakan
Ciee yang nungguin wp ini Update
Semoga kalian suka dengan chapter ini!!!
Jangan lupa vote dan komen ya!!!
Selamat membaca!!!
***
Mereka semua tertawa, tetapi Zee dan Lulu tahu bahwa mereka harus menerima hukuman atas kekalahan mereka.
Dengan semangat, Adel dan Chris mengambil spidol dan mulai menggambar coretan-coretan lucu di wajah Zee dan Lulu.
Zee mendapatkan kumis melengkung dan bintang-bintang di pipinya, sementara Lulu dihiasi dengan kumis tipis dan kacamata bulat besar.
"Kalian berdua sekarang resmi jadi maskot kita!" canda Adel, sambil menunjukkan wajah Zee dan Lulu yang penuh coretan.
Zee hanya bisa tertawa kecil,
"Oke, oke. Tunggu aja, lain kali gw bakal balas dendam!"
Adel lanjut menggoda Lulu,
"Muka lu mirip badut ancol gini lu!" ujar Adel sambil tertawa.
"Siap-siap kalian dapat balasan dari gw, ya!" ancam Lulu dengan nada main-main, sambil melihat wajahnya yang penuh coretan di cermin.
Setelah pertarungan sengit antara Zee dan Adel yang berakhir dengan kemenangan Adel, suasana di ruang game lantai empat semakin memanas.
Lulu dan Zee, yang wajahnya kini dipenuhi coretan spidol, hanya bisa tertawa kecil sambil duduk di sofa. Namun, mereka tahu bahwa pertandingan yang paling dinantikan baru akan dimulai.
Final antara Chris dan Adel.
Chris, yang terkenal jago dalam berbagai permainan, memasang senyum percaya diri. Dia tahu bahwa Adel adalah lawan yang kuat, tetapi Chris tidak pernah gentar menghadapi tantangan apa pun.
Sementara itu, Adel tampak lebih serius daripada sebelumnya. Meskipun dia telah mengalahkan Zee dalam pertandingan yang sangat ketat, dia tahu bahwa Chris adalah lawan yang berbeda, lebih tangguh dan lebih berpengalaman.
"Jadi ini dia ya, finalnya guys!" kata Chris sambil mengambil kontroler PS5 dan memutar lehernya, seolah-olah sedang bersiap untuk pertandingan besar di dunia nyata.
Adel mengangguk sambil tersenyum.
"Jangan kira gw bakal kasih lu menang dengan mudah, Chris. Gw udah siap buat ngalahin lu."
"Baiklah, kita lihat aja del" jawab Chris dengan nada menantang.
Mereka berdua memilih tim mereka dengan hati-hati. Chris memilih tim dengan pemain-pemain yang memiliki kecepatan tinggi dan taktik menyerang, sementara Adel memilih tim dengan pertahanan yang kuat dan kiper yang tangguh.
Setelah semua persiapan selesai, pertandingan final pun dimulai.
Ketika peluit virtual dibunyikan, kedua tim langsung menyerang dengan penuh semangat.
Chris mengambil inisiatif pertama, melakukan serangan kilat melalui sayap. Dia mengoper bola dengan cepat di antara pemain-pemainnya, berusaha membongkar pertahanan Adel.
Tapi Adel tidak tinggal diam. Dia dengan cepat merespons, menutup setiap celah yang coba dimanfaatkan Chris.
Pada menit ke-10, Chris mendapatkan peluang emas pertama. Melalui sebuah umpan silang yang indah, salah satu penyerangnya berhasil lolos dari penjagaan bek Adel dan melakukan sundulan ke arah gawang.
KAMU SEDANG MEMBACA
When We First Met (Fresha)
RomansaDi kebun teh yang megah, di antara barisan hijau yang tak berujung, sebuah pertemuan tak terduga terjadi. Seorang lelaki muda, dengan matanya yang dipenuhi oleh keingintahuan dan hatinya yang dipenuhi oleh mimpi-mimpi, tersesat di antara pohon-pohon...
