Hallo semuanya !!!
Kembali lagi sama aku Fresya
kayanya enak buat up dadakan
Ciee yang nungguin wp ini Update
Semoga kalian suka dengan chapter ini!!!
Jangan lupa vote dan komen ya!!!
Selamat membaca!!!
***
Sorakan "lagi... lagi..." terdengar dari seluruh ruangan, terutama dari Chika dan Zee yang baru saja masuk.
Namun, sebelum Freya atau Flora bisa merespons, Marsha dengan antusias berdiri dan berkata,
"Gimana kalau sekarang aku nyanyi bareng Flora?"
Ketika Marsha menyarankan untuk bernyanyi bersama Flora, semua mata di ruangan VVIP tertuju pada mereka berdua.
Suasana yang semula ceria mendadak berubah menjadi lebih tegang dan penuh harapan. Semua orang tahu bahwa Marsha dan Flora punya hubungan yang rumit—mereka berdua sama-sama menyukai Freya, dan malam itu, mereka seolah-olah sedang bersaing untuk mendapatkan hatinya.
Flora menatap Marsha, matanya penuh tantangan, namun ada juga sedikit rasa gentar yang tersembunyi di balik senyumnya. Marsha, di sisi lain, tetap tenang dan percaya diri.
Di dalam ruang VVIP yang penuh dengan tawa dan canda, suasana mendadak berubah ketika Flora dan Marsha saling menatap dengan intens.
Mata Flora bersinar dengan rasa percaya diri yang tertantang, namun ada sedikit keraguan yang terselip di balik senyum manisnya. Marsha, di sisi lain, tetap tenang dan dingin, menunjukkan keyakinan diri yang luar biasa.
Mereka berdiri berhadapan, hanya beberapa langkah terpisah, dan ketegangan di antara mereka mulai dirasakan oleh teman-teman yang lain.
Lulu, yang menyadari perubahan atmosfer di dalam ruangan, segera bangkit dari tempat duduknya dan melangkah mendekati kedua temannya itu.
"Heii, heii, tenang dulu, dong," kata Lulu sambil berdiri di antara Flora dan Marsha, mencoba mencairkan suasana.
"Ini kan acara buat kita senang-senang, nggak usah tegang gitu."
Flora menoleh ke Lulu, sedikit malu karena menyadari bahwa emosinya mulai terlihat.
Ia berusaha tersenyum lebih santai, namun sorot matanya tetap terfokus pada Marsha. Marsha, meskipun tetap tenang, perlahan melonggarkan bahunya, menandakan bahwa ia pun mulai menyadari bahwa mereka terlalu larut dalam persaingan yang tidak perlu.
Untuk sesaat, keheningan mendominasi ruangan, hingga Lulu kembali memecah suasana dengan gaya khasnya.
"Udah, daripada tegang begini, mending perut gw aja yang tegang gara-gara mules nih" keluh Lulu sambil memegang perutnya dengan wajah meringis.
Flora dan Marsha, yang semula tegang, akhirnya tertawa kecil mendengar keluhan Lulu yang kocak.
Suasana pun mulai mencair, dan ketegangan di antara keduanya sedikit mereda.
"Oh, ternyata cerita Freya sama Adel tentang kamu yang tadi itu bener? Kirain aku cuman candaan aja" goda Marsha sambil tersenyum.
Lulu membuka mulutnya untuk menjawab, tetapi sebelum sempat berkata apa-apa, Adel tiba-tiba muncul dan menutup mulut Lulu dengan tangannya.
"Iya, Marsha, perut dia dah kambuh lagi nih. Kalau gitu, kita berdua ke toilet dulu ya. Kalian berdua lanjut aja" kata Adel cepat-cepat, sambil menarik Lulu keluar dari ruangan sebelum situasi menjadi lebih kacau.
KAMU SEDANG MEMBACA
When We First Met (Fresha)
عاطفيّةDi kebun teh yang megah, di antara barisan hijau yang tak berujung, sebuah pertemuan tak terduga terjadi. Seorang lelaki muda, dengan matanya yang dipenuhi oleh keingintahuan dan hatinya yang dipenuhi oleh mimpi-mimpi, tersesat di antara pohon-pohon...
