Sorry

1.4K 102 3
                                    

Lino masuk ke kamar Nathan yang telah bersiap berangkat ke kantor. Pagi itu mereka akan berangkat bersama. Nathan menggunakan kemeja putih oversize santai berlengan pendek, dengan celana warna khaki. Kantor tempat Nathan dan Lino bekerja memang tidak mengharuskan para staff nya untuk berpakaian formal.
Nathan dan Lino memang bekerja di kantor yang sama namun mereka tergabung dalam tim yang berbeda.

"Sarapan dulu, sekalian lo mau gue kenalin sama kakak gue"
Ajak Lino sembari bercermin untuk menata rambutnya yang berpotongan mohawk.

"Udah ketemu kok kemarin malam, pas aku ambil minum. I met your sister and her husband"
Ucap Nathan yang bahasa Indonesianya masih terdengar aneh dan bicaranya masih di selingi kalimat berbahasa Inggris.

"Husband? Dia belum nikah"

Ada kelegaan dalam hati Nathan ketika mendengar jawaban Lino yang baru saja ia dengar, ia jadi ingin menggali lebih dalam tentang Diandra yang begitu menyita pikirannya tadi malam.

"Boyfriend? "
Tanya Nathan makin penasaran.

Lino menghela nafas panjang seolah sudah paham tabiat sang kakak, dia hanya menggeleng dan tak menjawab pertanyaan Nathan. Mereka kemudian turun untuk sarapan.

Di meja makan sudah tersedia nasi goreng, telur mata sapi, roti dan beberapa potong buah. Di tengah kesibukannya dalam bekerja Diandra memang selalu menyempatkan untuk memasak dan makan sarapan bersama adiknya. Karena di waktu pagi lah kesempatannya untuk banyak mengobrol dengan sang adik. Sebab siangnya mereka bekerja dan malam hari mereka sering punya urusan masing-masing.

"Morning boys"
Sapa Diandra yang tengah berlari di treadmill nya, dengan wajah basah dengan keringat.

Nathan dan Lino duduk dan mengambil menu sarapannya masing-masing. Wajah masam Lino tak bisa ia sembunyikan, Diandra segera menyadari hal itu. Ia mengakhiri larinya dan menyeka keringatnya dengan handuk kecil. Lalu duduk di dekat sang adik yang tengah sibuk menyuap nasi goreng.

"Cowo lo ngga ikut sarapan? "
Tanya Lino ketus.

Kini Diandra tau penyebab adiknya kesal, ia kemudian mengalihkan pandangan ke Nathan.

"Pasti Nathan deh yang kasih tau"
Ucap Diandra dengan mata menyorot ke arah Nathan.

Dan Nathan hanya menunduk dan tidak berani menatap Diandra karena sepertinya percakapan nya tadi bersama Lino membuahkan pertengkaran antara saudara yang sekarang sedang ia saksikan.

"Padahal kakak sendiri yang bikin peraturan, PACAR DILARANG NGINEP"
Kekesalan Lino akhirnya tumpah.

"Dia bukan pacar kakak"
Jawab Diandra tenang yang berbanding terbalik dengan emosi adiknya.

"Ahhh, bodo amat lahh. Kakak ngga pernah mikirin perasaan aku yaa. Aku ngga suka ketemu orang asing yang kakak selalu bawa dan ganti-ganti mulu. Mana dia sekarang? "

"Udah pulang, lagian juga ngga nginep kok"

"Haaassssss!!
Tangan Lino mendorong kursi untuk segera pergi dari tempat duduknya, ia tak menyelesaikan sarapannya karena hatinya sedang kesal pada Diandra.

"Linoooooo"
Panggil Diandra setengah berteriak.

"Marselinoooo Daario Ferdinan"
Langkah Lino acuh dan makin menjauh menuju garasi.

***

"Gue berantem sama Lino tadi pagi, bek"
Diandra memulai curhatnya pada rekan kerjanya Becky, sembari menyeruput kopi.

"Berantem kenapa lagi?

" Gue bawa nginep Theo kerumah"

MinefielsTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang