First Day

960 76 17
                                    

Pagi ini sebelum berangkat ke kantor Nathan sengaja mampir ke rumah Diandra. Tidak ada orang disana. Lino pasti sudah berangkat ke kantor. Ia melihat bunga-bunga yang ia tanam bersama Diandra, kemudian tersenyum saat melihat rekahnya yang indah. Dan kaktus-kaktus itu yang bahkan Diandra saja tidak tahu mengapa ia membelinya, begitu ungkapnya dulu pada Nathan. Mata Nathan nanar membayangkan Diandra kala itu. Dalam bayangannya sekarang, bahkan ia bisa melihat Diandra sedang duduk di teras sambil membaca Angel & Demon bersama dengan secangkir peach tea kesukaannya.

Seandainya sekarang saja Diandra hadir, keinginan Nathan hanya menculiknya. Membawanya ke luar kota. Membeli perlengkapan untuk liburan selama sebulan. Ia akan menuruti kemanapun Diandra ingin pergi.

Urusan kantor atau di telpon Shin Tae Yong tak akan menghalangi niatnya. Karena ia akan menyiapkan 1000 alasan untuk tetap pergi.
Namun itu hanyalah khayalannya. Yang sebenarnya terjadi adalah bahwa selama beberapa hari ini bahkan pesannya saja tak pernah terbalas. Aromanya pun Nathan sudah lupa. Tapi sungguh ia tak menyerah. Nathan bahkan menelpon kurir hari ini untuk mengantar sebuket bunga kepada wanita itu ke tempat kerjanya.

Ia kemudian teringat membawa sesuatu yang harusnya ia berikan pada Diandra. Ia mengeluarkan sesuatu. Sebuah kalung indah bermata berlian itu terus saja di pandangi Nathan. Benda itu harusnya sudah menghiasi leher jenjang Diandra. Kemarin lagi-lagi Diandra membatalkan janjinya pada Nathan yang mengajaknya makan malam. Seharusnya kemarin dengan segenap rencananya Nathan ingin mengungkapkan perasaan kepada wanita pujaannya itu.

Hari ini begitu mendung. Sebelum kembali ke kantor. Nathan yang masih membawa kunci cadangan, berniat memindahkan 3 pot kaktus agar tidak terkena hujan. Namun sial baginya, tangannya malah terluka terkena duri kaktus. Meninggalkan luka gores yang cukup terlihat .

***

Dua buket bunga diantarkan ke meja Diandra. Mata Diandra melirik salah satunya, ada nama Thom Haye disitu. Baru saja ia ingin melirik buket yang satunya, sepasang mata dari pintu ruangannya mengawasi. Ada Thom disitu berdiri dengan siap menjemput. Mereka sudah janjian untuk makan siang bersama. Diandra begitu bahagia melihat Thom datang lebih cepat, ia segera mengambil tas dan syal nya tanpa sadar tangannya mengenai salah buket bunga. Bunga itu terjatuh ke lantai tanpa sempat Diandra sadari. Ada nama Nathan disitu.

"Kenapa ngirim bunga segala sih, kan kita mau ketemu? "
Ucap Diandra manja.

"Emang ngga boleh? Suka-suka aku dong"
Balas Thom sembari membukakan pintu mobilnya untuk Diandra.

***

Ramai suasana para staff saat makan siang. Di salah satu meja, Nathan berhadapan dengan Justin yang sudah selesai dari tadi. Sementara Nathan bahkan tidak menyentuh makanannya sama sekali. Ia tak berselera bahkan untuk spagetti favoritnya.

"Lo ngga makan? "
Tanya Justin.

"Ngga selera, mau ngopi aja"
Jawab Nathan yang bangkit dari posisi duduknya untuk menuju cafe diikuti Justin.

Seorang perempuan yang membawa nampan berisi makan siangnya kebingungan saat mencari tempat duduk yang kosong. Hingga ia menemukan meja yang kosong tepat setelah dua orang laki-laki bergegas pergi dari meja itu.

Dia adalah Diva, karyawan magang. Hari ini adalah hari pertamanya bekerja. Ia akan menggantikan Kesha yang baru saja resign. Setelah makan siangnya ini ia akan langsung masuk ke dalam Timnya. Setelah sebelumnya ia melakukan training pengenalan.

Diva adalah perempuan yang energic, berwajah baby face dengan tubuh yang tidak terlalu tinggi. Berambut pendek, dengan mata bulat.

MinefielsTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang