"Because I'm not dating my brother's friend"
Ucap Diandra segera membuang pandangan untuk menghindari tenggelam dalam tatapan Nathan yang begitu dalam.
Namun Nathan tak tinggal diam, ia meraih tangan Diandra untuk untuk tetap dalam kendalinya. Tubuh...
Wajah puas Nathan tergambar ketika bunga-bunga cantik itu sudah tertanam dengan baik. Ia mengeluarkan ponselnya untuk memotret hasil kerjanya. Sementara beberapa kaktus masih bingung untuk di letakan dimana. Diandra datang setelah mencuci tangannya dan membawa sebotol air mineral yang sudah ia minum. Ketika tiba-tiba Nathan merebut air mineral yang ia bawa dan langsung meminumnya.
"Jangan, itu udah aku minum" Ucap Diandra menunjuk botol yang di minum Nathan.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Tapi Nathan cuek saja tak menjawab. Ia dengan senyumnya hanya mengangkat kedua pundaknya seolah itu bukan masalah. Padahal baru kemarin ia mendapat sebotol air mineral utuh dari seorang wanita cantik. Tapi tak menjadi spesial ketika bukan Diandra yang memberinya.
"Where do you want to put the cactus?" Tanya Nathan memandangi beberapa kaktus yang belum di tata.
"Emmhhhh, tadi kata penjualnya harus di tempat yang banyak kena sinar matahari. Tapi ngga boleh kena hujan nanti akarnya cepet busuk"
"Disini aja yaa, I don't think it's raining today" Ucap Nathan sambil menunjuk satu sudut yang cukup terbuka untuk mendapat sinar matahari.
"Okay" Diandra mengangguk.
***
Dalam lamunannya, Kesha masih memikirkan kejadian yang dilihatnya tadi. Saat Nathan bercanda mesra dengan seorang wanita. Bahkan dalam candaan mereka Nathan sempat mendekap wanita itu. Ia terus bertanya-tanya siapa sebenarnya seseorang yang dapat membuat Nathan begitu bahagia. Karena terlalu terlarut pada lamunannya. Kesha tak menyadari bahwa mobil yang di kendarainya tiba-tiba menabrak pemotor yang sedang menyebrang.
BBRRAAAAKKKKK
Pengendara motor itupun terjatuh bersamaan dengan motor yang di kendarainya. Syukurlah ia hanya mengalami luka ringan. Tapi apes bagi Kesha, saat itu sedang ada polisi yang berpatroli. Dan harus membawanya ke kantor polisi. Karena sebenarnya masalah ini bisa segera ia selesaikan bila ia menawarkan uang ganti rugi untuk pemotor yang ia tabrak. Namun karena kejadian itu di saksikan polisi maka ia tetap harus di periksa.
Yang terbersit dalam pikiran Kesha sekarang hanya Lino. Dia lah seseorang yang bisa ia andalkan saat ini. Ia segera memberi tahu keadaannya sekarang, yang sedang berada di kantor polisi. Tentu saja tanpa berpikir panjang Lino segera menuju kantor polisi yang di maksud Kesha.
***
Tangan Diandra jahil menggangu Nathan yang tengah membuas saus untuk steak. Ia berulangkali menyenggol tangan Nathan yang tengah menuang cooking cream. Helaan nafas Nathan menyiratkan kesabarannya yang tanpa batas menghadapi Diandra yang usil. Akhirnya saus itu pun benar-benar gagal, alias terlalu encer .