22. Pembalasan

6.6K 431 177
                                        

↷✦; w e l c o m e ❞

Pagi hari ini bukannya tenang, malah disuguhi ulah Taufan yang terus menjahili buntut-buntutnya. Tidak mau diam, dan tidak berhenti mengganggu mereka. Contohnya seperti—

✮⋆˙ 1

"Ibunda, apakah Supra boleh minum ini?" Tanya Supra kepada Taufan yang sedang asik menonton televisi. Tangannya menggenggam sebotol air putih. "Punya Ibunda, kan?"

Taufan mengangguk. "Boleh, minum aja," jawabnya singkat. Seringai sekilas tersungging di wajahnya.

"Oke."

Baru saja botol itu ingin menyentuh bibir Supra, gerakannya langsung terhenti. Wajahnya membeku ketika Taufan tiba-tiba meremas bagian tengah botol hingga air muncrat dan mengenai mukanya.

Pelakunya, tentu saja Taufan, segera bangkit dari tempat duduk lalu kabur sambil tertawa keras, tawanya bergema di ruangan.

Supra mengerutkan kening. "Tunggu— Ap–?! Ibundaa!!"

✮⋆˙ 2

"Cari apa?" Tanya Taufan ketika melihat Sori sibuk mengobrak-abrik laci mainannya saat ia masuk ke kamar anak-anak.

Sori menoleh. "Ainan Ri di Ana? Kok nda ada mua? (Mainan Sori di mana? Kok gak ada semua?)"

Taufan mengidikkan bahu. "Memang terakhir taro di mana?"

"Ini! (Sini!)" Jawab Sori sambil menunjuk ke arah laci.

Taufan mendengus kecil. "Yakin taro di situ?"

Sori mengangguk cepat.

"Tapi kok gak ada semua?"

"Ndak tau.. (Gak tau..)" Sori menunduk sendu.

Taufan tersenyum kecil, mengulurkan tangan untuk mengusap puncak kepala Sori lalu mengecupnya singkat. "Kalau begitu mau makan dulu? Dicarinya nanti aja. Yang lain udah nunggu," ujarnya.

Sori mengangguk kecil. Ia mengulurkan kedua tangannya ke atas, dan Taufan langsung mengangkatnya ke gendongan.

"Jangan sedih-sedih. Nanti kita cari, ya?" Ucap Taufan yang segera di-angguki oleh Sori.

Beberapa hari kemudian, bahkan sampai lima hari lamanya Sori masih sibuk mencari mainannya, sampai kakak-kakaknya ikut turun tangan membantu.

Hingga suatu saat, saat Sori ingin mencari Taufan di kamar belakang atau ruangan khusus pekerja di mansion itu ia malah terdiam. Pandangannya membeku ketika melihat seisi mainan yang selama ini ia cari ternyata ada di sana, di kamar milik Taufan.

Atau mungkin sudah menjadi tempat jahit Taufan, mengingat sang Ibunda telah pindah ke kamar bersama Ayah nya.

Dan pantas saja Taufan pernah berkata, "Mainannya gak bakal rusak. Lagian, dijaga terus kok."

Maksudnya, mainan itu tak akan hilang maupun rusak, mengingat Sori yang sering ceroboh sampai apa pun yang ia pegang bisa lenyap begitu saja.

Tetapi tetap saja, Sori tidak suka. Wajahnya mengeras, lalu ia berdesis lantang, "AMMAAAA!!"

✮⋆˙ ✓

Makannya Jangan Menduda! Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang