⚠️ FOLLOW SEBELUM DIBACA ⚠️
________
Azzam pernah mengira kalau semua cinta yang ia punya telah habis pada orang di masa lalunya. Mengubur kisah itu sedalam mungkin membuatnya lupa bagaimana rasanya membuka hati. Ia pikir, luka yang dipendam akan se...
(Allahumma sholli ala sayyidina muhammad wa ala ali sayyidina muhammad)
🦋🦋🦋🦋
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Sekarang sudah pukul tujuh lewat empat puluh lima menit. Biasanya, jam segini Azzam sudah sampai di rumah. Namun, malam ini laki-laki itu belum juga menunjukkan tanda-tanda akan pulang. Azzam bahkan tidak memberitahunya lewat pesan singkat bahwa malam ini ia akan lembur kalau memang ia lembur ataupun pergi ke suatu tempat. Tidak ada kabar apapun dari laki-laki itu.
Sepuluh menit kemudian, terdengar suara mobil dari arah luar. Meera yang saat itu tengah duduk di ruang televisi langsung bangkit dari duduknya, lalu berjalan mendekati jendela untuk sekadar mengintip. Sebuah mobil memasuki garasi rumah. Meera sudah bisa memastikan siapa pemiliknya.
Meera menghembuskan napas lega. Entah mengapa ia merasa cemas melihat Azzam pulang telat tanpa mengabarinya terlebih dahulu seperti ini, Biasanya, laki-laki itu selalu menyempatkan diri untuk memberi kabar.
Perempuan itu kembali duduk, menunggu beberapa saat hingga akhirnya terdengar suara pintu rumah dibuka. Tak lama kemudian, Azzam muncul dari arah ruang depan dengan wajah yang terlihat cukup lelah.
"Kamu dari mana?" tanya Meera. "Kok nggak bilang kalau pulangnya bakal malam?"
Azzam tak langsung menjawab. Lelaki itu memilih untuk melonggarkan dasinya terlebih dahulu sebelum menjawab pertanyaan Meera. "Saya tadi sempat ke rumah sakit dulu. Maaf saya nggak bilang kamu dan bikin kamu khawatir."
Rumah sakit.
"Rumah sakit? Menjenguk siapa?" pikir Meera.
Perempuan itu seketika terdiam. Seolah tengah menyambungkan beberapa keping informasi yang belum tersusun rapi di dalam kepalanya.
Siang tadi Meera mendengar salah satu pasien Aksara itu bernama Kaatiya, kan? Apa memang itu Kaatiya yang sama dengan teman masa lalu Azzam? Tapi belum tentu. Siapa tau Azzam hanya menjenguk temannya yang lain.
"Rumah sakit mana?" Tanya Meera.
"Rumah sakit tempat Ayah kamu kerja, tapi saya cuma sebentar, kok."