Haii
Langsung masuk saja yaww ke ceritanya, jangan lupa untuk Votee dan komen di sini gratis sengg.
Happy reading
☆
☆
☆
Outhor POV
SUDAH tiga puluh menit berlalu sejak Gibran mengklaim Adara menjadi miliknya. Adara telah mengganti bajunya, begitupun Gibran yang harus mengganti bajunya karena basah setelah memeluk serta menggendong gadis itu.
Dan kini keduanya tengah berada di dalam kamar Adara, duduk berhadapan di atas karpet empuk berbahan bulu yang ada di samping tempat tidur Adara.
"Gibran," panggil Adara dengan suara lirih.
"Hmm." Gibran berdehem sebagai jawaban. Jujur dirinya merasa sangat canggung di dekat Adara, apalagi beberapa menit yang lalu ia berani mengklaim Adara sebagai miliknya begitu saja.
"Maksud omongan kamu apa?" tanya Adara menatap dalam mata Gibran.
Gibran menggaruk belakang kepalanya yang tak gatal. "Lo pacar gue, dan lo milik gue mulai sekarang," kata Gibran tegas.
"lya, terus maksudnya apa? Kamu nggak berhak mengklaim aku gitu aja!" suara Adara naik satu oktaf. la bukan barang yang bisa diklaim begitu saja.
"Kamu kasian kan sama aku? Kamu kasian liat aku kan hidupnya sangat menyedihkan, makanya kamu jadiin aku pacar kamu? Iya kan, Gib?!" Air mata Adara kembali luruh memikirkan apa yang Gibran katakan padanya. la hanya takut.
"Kalo emang kamu lakuin itu karena kasihan sama aku, jangan mempersulit diri kamu dengan rasa kasihan itu. Aku nggak butuh dikasihanin," lanjut Adara lagi, tangisnya semakin kencang.
"Segitu nggak percayanya lo sama gue?!" Gibran menaikkan suaranya.
"Semua laki-laki di dunia ini sama aja. Semua yang mereka katakan hanyalah bullshit!" kata Adara.
"Kalo gue bilang gue suka sama lo, apa lo percaya? Kalo gue bilang gue cinta sama lo, apa lo percaya juga?!" tanya Gibran, suaranya benar-benar menggelegar di dalam kamar Adara.
"KELUAR" bentak Adara, tangannya menunjuk pintu kamar.
"Aku nggak butuh dikasihani dan aku nggak butuh semua omong kosong kamu." Adara menunjuk wajah Gibran dengan pandangan marah.
Tangan Gibran mengepal, rahangnya mengeras dan giginya bergemeletuk menahan emosi. Mata tajamnya menatap Adara kecewa.
Tanpa banyak kata, Gibran langsung keluar dari kamar Adara.
Meninggalkan gadis itu dengan emosi yang benar-benar butuh pelampiasan.
♧♧♧
Peluh sudah membanjiri tubuh cowok itu, tangannya memerah karena meninju samsak tanpa memakai pelindung. Matanya menyiratkan amarah yang begitu besar. Perasaannya kini bercampur aduk, antara kecewa, marah, dan sedih semua menjadi satu. Sebesar itu efek Adara berikan padanya. Napasnya mulai tersenggal-senggal, semakin lama tangannya meninju maka semakin memerah pula tangannya. Rasa sakit di tangannya tak membuat laki-laki itu berhenti. Adara benar-benar membuat ia mati rasa.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Bodyguard (GIDARA)
Fiksi RemajaWARNING! DI LARANG MENGKOPY! Bismilah ramee banyak yang baca dan votee secara iklas. GIBRANA ALKEINEVANDRA ia adalah pemimpin dari Geng Xvandra. Geng yang menguasai SMA merdeka. Semua kehidupan Gibran berubah saat ia menginjak kelas 12. Teman masa...
