HAII SEMUANYAA
MAAF YA AUTHOR LAMA UPDATE CERITA INI HEHE, NAHH HARI INI AKU UPDATE, JANGAN LUPA BUAT VOTENYA BIAR AKU SEMANGAT NULIS CERITA INIII!!!
UDAH ADA INSTAGRAM VISUALSBYA NIIH, JANGAN LUPA DI FOLLOW YAA!
@Gibranaalkeinevandra_
Follow akunya ketua Xvlones nii, pacar kita semuaa. Udah jangan lupa follow akunya!!!
Langsung masuk ke ceritanya ajaa, makasih.
~Happy Reading~
☆
☆
☆
Author POV.
MOTOR Gibran melaju kencang di tengah jalanan yang begitu sepi. Sedangkan di belakang motornya, segerombol orang dengan motor mereka masing-masing saling berlomba menghalangi laju motornya. reka mastuba-tiba, motor Gibran mendadak berhenti ketika di
depannya berjejer motor telah terparkir. Mereka terkepung.
"Siall Dar, jangan jauh-jauh dari gue!" Gibran dan Adara turun dari motor,
tangan besar Gibran menggenggam erat tangan Adara. "Mau lo semua apa, hah?!" Gibran bertanya garang. Bukan karena la takut. Sejauh ini ia tak peduli jika terjadi sesuatu pada dirinya, tapi sedikit saja Adara terluka, habislah mereka olehnya.
"Well, kayaknya sekarang gue udah tau apa kelemahan seorang Gibrana!" kata seseorang, muncul dari balik gerombolan yang mengejar mereka tadi. "Zaki?" suara mempererat lirih milik Adara membuat Gibran semakin genggaman tangannya.
Harusnya gue habisin lo dari dulu!" Gibran menatap tajam Zaki yang menyeringai licik.
"Hubungan lo sama Adara udah berakhir dan gue nggak pernah menganggap kita punya masalah. Lo yang selalu cari masalah!" tukas Gibran, menekan emosinya agar tidak meledak. "Lo mau tau masalah gue sama lo apa?" Zaki menatap Gibran dengan kebencian, "Pertama, lo selalu ngalahin gue di setiap balapan. Kedua, geng lo selalu lebih terkenal daripada geng gue. Ketiga, lo dan geng lo selalu menggagalkan setiap rencana yang geng gue bikin, termasuk rencan: menghancurkarı kehidupan Adara."
"Bangsat! Apa rencana lo ke Adara?!"
"Udah gue bilang kan, rencana gue adalah menghancurkan Adara secara perlahan. Dan lo adalah penghalang untuk keberhasilan rencana gue!"
"Setan lo!" Gibran berteriak marah, habis sudah kesabarannya.
Zaki mendengus. "Gue nggak suka basa basi!" Tangan kanan Zaki perangkat ke atas, bermaksud memberi perintah kepada seluruh anak buahnya agar langsung menghajar Gibran.
Dengan refleks, Gibran menarik Adara berlari menghindari anggota Tiger yang ingin menyerang.
Gibran hanya bermaksud mencari tempat aman untuk gadisnya berlindung. "Lo di sini, jangan ke mana-mana dan jangan mendekat sedikit pun, ngerti?" Gibran menjauhkan Adara dari Tiger, kemudian mengecup puncak kepala Adara sekilas. "I love you!"
Setelah itu, Gibran langsung kembali berhadapan dengan Tiger. Mungkin jika harus berhadapan dengan sepuluh atau lima belas orang, Gibran masih sanggup. Tapi sepertinya Tiger membawa separuh dari anggota mereka yang berarti kurang lebih ada lima puluh orang. Gibran tak yakin bisa menghadapi mereka sendiri, terlebih mereka membawa senjata seperti balok kayu, tongkat baseball, bahkan senjata tajam. Kalau begini, namanya ia menyerahkan nyawa pada Tiger. Adara mengigiti bibirnya menahan tangis. la benar-benar merasa tidak berguna. Hidupnya hanya bisa menyusahkan. Bukan hanya ayahnya,
KAMU SEDANG MEMBACA
My Bodyguard (GIDARA)
Fiksi RemajaWARNING! DI LARANG MENGKOPY! Bismilah ramee banyak yang baca dan votee secara iklas. GIBRANA ALKEINEVANDRA ia adalah pemimpin dari Geng Xvandra. Geng yang menguasai SMA merdeka. Semua kehidupan Gibran berubah saat ia menginjak kelas 12. Teman masa...
