Entah mengapa Joshua merasa tubuhnya benar-benar remuk begitu dia bangun tidur. Dia tidak dapat mengingat apa yang terjadi padanya setelah pulang dari rumah Minghao. Kini dia melihat tubuhnya pada pantulan kaca di samping ranjang, penuh dengan merah-merah. Terlihat seperti kissmark, namun ia tidak yakin, sebab dirinya tidak akan melakukan itu dengan Seungcheol karena ia masih sedikit marah dengan sang suami.
Akan tetapi ketika Joshua ingin beranjak bangun dari kasur, bagian bawahnya terasa begitu lengket. Sepertinya semalam mereka benar-benar melakukannya. Joshua lantas mengalihkan pandangannya pada Seungcheol yang masih tertidur di sampingnya.
"Agh.. Choi Seungcheol benar-benar keterlaluan" ucap Joshua dengan suara parau sambil mengusap kedua matanya.
Dengan perlahan dan sedikit risih, Joshua turun dari ranjang lalu pergi ke kamar mandi. Dia ingin membersihkan tubuhnya sesegera mungkin. Sementara itu Seungcheol akhirnya terbangun dari tidur. Pandangannya seketika mengedar ke sekeliling mencari keberadaan sang suami yang sudah tidak ada di sampingnya.
Seungcheol mendengar gemircik air dari arah kamar mandi. Dengan segera iapun beranjak dari ranjang dan menuju ke kamar mandi.
"Sayang... tolong buka pintunya" ucap Seungcheol sambil mengetuk pintu kamar mandi.
"Kenapa?" teriak Joshua dari dalam lalu mematikan kran air.
"Aku ingin mandi juga" ucap Seungcheol.
"Aku barusaja ingin mandi" ucap Joshua.
"Bagaimana jika kita mandi bersama?"
Mendengar hal itu, dari dalam Joshua mencibir "Aku tidak mau"
"Apa kau malu? Ayolah Shua sayang, aku sudah melihat semuanya semalam"
Mendengar itu rasanya Joshua ingin menjitak kepala Seungcheol. Namun, dia tahan dan kembali menyalakan shower.
"Sayang... Ayolah~" rengek Seungcheol sambil kembali mengetuk pintu kamar mandi.
"Tidak! Choi Seungcheol" ucap Joshua yang kemudian tidak lagi mendengar rengekan sang suami.
Sekitar 10 menit, akhirnya Joshua keluar dari kamar mandi. Dia melihat suaminya sedang duduk di sofa sambil memangku sebuah laptop.
Joshua hanya mendesah "Jorok" ucapnya yang sekaligus membuat Seungcheol beralih menatapnya.
"Itu karena kau tidak mau berbagi kamar mandi" ucap Seungcheol lalu menyingkirkan laptopnya dan berjalan menghampiri Joshua.
"Kamar mandi tidak hanya di kamar ini saja, Choi Seungcheol"
"Daritadi kau selalu memanggilku begitu. Apa kau marah?" tanya Seungcheol yang kini berada di hadapan Joshua.
"Mengapa aku harus marah?"
"Aku tidak tahu. Oleh karena itu aku bertanya" ucap Seungcheol.
"Apa besok kau akan ke Jepang lagi?" tanya Joshua.
Seungcheol mengangguk. Dia melihat wajah sedih Joshua. Namun dengan segera dia memeluk suaminya.
"Kita pergi ke Jepang bersama" ucap Seungcheol.
Joshua tampak menimbang "Eum... Aku rasa, aku tidak perlu ikut"
Seungcheol mengernyit "Kenapa? Bukankah kau bilang ingin berteman dengan Jeonghan?"
"Aku tidak yakin bisa berteman dengannya"
"Apa ada sesuatu yang mengganggumu?"
Joshua menggeleng "Aku takut, jika aku berada di dekatnya, aku tidak bisa mengontrol diri"
KAMU SEDANG MEMBACA
Submissive | CHEOLSOO
FanfictionSeungcheol menyukai ketika Joshua tersenyum manis kepadanya. Namun, pada akhirnya dia sendiri juga yang menghancurkannya. Seungcheol tidak pernah melihat lagi senyum itu. Entah apakah dia bisa mengembalikan senyum manis suaminya itu atau justu hilan...
