Pt. 29

505 51 21
                                        

Joshua duduk termenung di ruang tamu, meski TV sudah dinyalakan, dia tetap merasa jenuh. Sudah lama sekali rasanya sejak dia terakhir kali keluar rumah. Perjalanan terakhir yang benar-benar jauh adalah saat dia mengunjungi panti asuhan. Ah, iya, Kang Jiwoo. Joshua teringat kembali bahwa dia pernah berjanji untuk bertemu anak itu lagi. Rasa penyesalan sedikit menggelayuti hatinya. Sudah sekian lama, janji itu terlupakan dalam kesibukan sehari-hari. Tanpa berpikir panjang, Joshua segera bangkit, mematikan TV, dan pergi ke luar rumah. Dia menyalakan mobilnya dengan terburu-buru, seolah ada dorongan kuat yang memaksanya untuk segera berangkat. Dia tidak berniat meminta izin kepada Seungcheol, karena saat pertama kali ia pergi ke panti asuhan itu, Seungcheol juga tidak tahu.

Sesampainya di panti asuhan itu, Joshua langsung disambut hangat oleh anak-anak yang sepertinya sudah sangat merindukannya. Tawa ceria mereka mengisi udara, dan Joshua merasa seolah-olah waktu tidak pernah berlalu. Senyum lebar tak bisa dia tahan, senyum yang sudah lama tidak muncul di wajahnya. Anak-anak itu, dengan kehangatan dan keceriaan mereka, berhasil membawa kembali kebahagiaan yang sudah lama tersembunyi dalam dirinya. Rasanya seperti pulang ke tempat yang benar-benar membuat hatinya tenang. Joshua menyapa mereka satu per satu, merasa seolah kembali menemukan potongan dirinya yang hilang.

"Paman Shua... lama sekali tidak datang," ujar salah seorang anak dengan wajah cemberut, namun matanya penuh harapan.

"Benarkah? Hmmm... maafkan paman," jawab Joshua dengan senyum, merasa sedikit bersalah karena sudah lama tidak mengunjungi mereka.

"Paman Shua, apakah Paman Seungcheol tidak ikut?" tanya anak lainnya dengan ekspresi kecewa.

"Paman Seungcheol sedang bekerja, jadi tidak bisa ikut," jawab Joshua, mencoba memberi penjelasan agar mereka tidak merasa kecewa.

"Padahal aku sudah sangat merindukannya," keluh anak itu dengan suara sedikit mendung.

"Huh? Dengan paman tidak kangen?" goda Joshua, sambil mengerutkan dahi.

"Hehehe, tentu saja kangen juga," jawab anak itu sambil tertawa kecil, matanya berbinar.

Kemudian, mereka pun mulai bermain bersama. Tawa dan canda mengisi ruang panti asuhan itu, dan untuk sesaat, Joshua melupakan semua hal yang terjadi antara dirinya dan Seungcheol. Dalam kebersamaan dengan anak-anak itu, ia merasakan ketenangan yang sulit ditemukan di tempat lain. Seketika, dunia di luar panti asuhan terasa jauh, dan segala permasalahan yang ada terasa tak penting. Yang ada hanya kebahagiaan dan keceriaan mereka.

Meskipun begitu, Joshua tetap mencari keberadaan Kang Jiwoo, yang entah mengapa tidak terlihat bersama anak-anak lainnya. Dia mengamati satu per satu wajah anak-anak yang bermain, namun Jiwoo tampak tidak ada di antara mereka. Hatinya sedikit resah, ada rasa ingin tahu yang semakin menguat.

"Jiwoo mana?" tanya Joshua pada salah satu anak sambil tersenyum, meskipun ada kekhawatiran di matanya.

Anak itu menjawab dengan ragu, "Jiwoo sedang di kamar, Paman Shua... katanya dia tidak enak badan."

Joshua merasa ada sesuatu yang berbeda. Dia merasa cemas, namun berusaha untuk tetap tenang. Segera, dia berjalan menuju kamar yang disebutkan, dan saat membuka pintu, dia melihat Kang Jiwoo duduk di pojok ruangan, dengan wajah pucat dan mata yang tampak sayu. Joshua merasa hatinya tercekat.

Dengan segera, Joshua menghampiri Jiwoo dan memeluknya erat. Badannya terasa panas dan lemas, membuat Joshua semakin cemas. "Jiwoo-ah, Jiwoo mendengar paman?" tanya Joshua, suaranya penuh kekhawatiran.

"Sa-sakit," jawab Jiwoo dengan suara lirih, wajahnya tampak meringis menahan rasa sakit.

"Dimana, dimana yang sakit, sayang?" Joshua bertanya, berusaha menenangkan, namun rasa takut mulai menggelayuti hatinya.

Submissive | CHEOLSOOTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang